Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
10.Lembur


__ADS_3

Heri melihat Regina dengan tatapan dalam yang penuh dengan makna,Regina hanya diam sambil makan tanpa melihat ke arah Heri.


“Kamu kok perha-”


“Heri,pulang ayo udah malam,aku belum belanja bulanan.”


Heri hanya senyum dengan terkekeh melihat sifat Regina yang cuek dan kadang tidak pengertian,tapi itu yang membuat Regina berbeda dari yang lainnya.


.


.


“Kamu mau belanja apa?”


“Hmm,ini lagi liat-liat Heri,yang cocok.”


Disaat ada karyawan yang membawa tumpukan besar,hampir saja mengenai ke arah Regina,langsung buru-buru di selamatkan oleh Heri.


“Kamu enggak apa-apa,Regina?


“Enggak Heri,makasih ya.”


Di saat Heri mau memarahi karyawan itu,karyawan itu sudah meminta maaf kepada mereka lebih dulu,dan juga di tahan oleh Regina yang membuat Heri semangkin luluh dengan sifat Regina. Baik dan mengerti orang lain.


.


.


“Kamu benaran enggak apa-apa Regina?”


“Enggak,kan aku di selamatin kamu,jadi aku enggak apa-apa,jangan khawatir aku baik-baik aja kok.”


“Kalau ada apa-apa,kasih tau aku ya sebagai bos kamu,aku enggak mau kamu kenapa-kenapa soalnya,kan kejadian nya kamu sama saya,saya enggak mau kalau karyawan saya kenapa-kenapa.”


“Kamu begini,ke saya doang? Apa ke semua karyawan kamu?”


“Hm,kenapa emangnya?”


“Aku enggak mau,kalau mereka salah paham sama aku,kamu mau aku di benci sama orang kantor karena kamu perhatian banget,sama aku.”


Heri hanya tersenyum melihat sifat Regina,yang masih peduli dengan oranglain,tidak lama handphone Heri bunyi.


“Halo.”


“Sayang,aku hari ini pulang ketemuan ayo?”


Regina yang mendengar hanya diam dan langsung keluar membawa tas belanja bulananya,Heri yang melihat Regina menghempas pintu mobilnya dengan kuat,membuatnya bingung ada apa.


“Enggak,aku ngantuk besok aja bye.”


Heri langsung mengejar Regina dan menahan tangan Regina,yang mau pergi dari hadapanya,Regina hanya diam saja tidak mau,banyak bicara dengan Heri.


“Kamu kenapa? Cemburu sama Ella?”


Regina hanya diam sambil mencongakan alisnya ke atas,Heri hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa,Heri pegang kedua bahu Regina.


“Aku sama dia enggak ada apa-apa,kita benaran cuman teman.


“Hmm,teman ya,tapi panggil sayang? Pintar alasan kamu,kirainya aku anak kecil kali.”


Regina langsung masuk ke dalam rumah,tanpa mendengar penjelasan Heri lebih lanjut,Heri hanya tersenyum melihat Regina yang cemburu akan dirinya.

__ADS_1


Walau sebenarnya Heri juga senang karena Regina cemburu denganya tandanya Regina mulai mencintai Heri sepenuhnya.


.


.


“Sayang.”


“Iya ma,ada apa?”


“Itu siapa? Kok gak di suruh masuk.”


“Udah malam ma,enggak perlu masuk nanti orangnya juga pulang.”


Heri terus menunggu Regina,sampai keluar dari rumahnya,Regina merasa sedikit terganggu dengan sikap Heri yang kekanak-kanakan.


.


.


“Duh,kenapa sih enggak pulang!”


Regina merasa kesal dengan Heri yang terus memaksanya dengan alasan tidak jelas,Heri pegang kedua tangan Regina.


“Aku mau kamu maafin aku,karena aku enggak bisa tenang kerja kalau kita berantam.”


“Dih,apaan sih pacar bukan apa-apa bukan,kenapa musti gak tenang,ingat aku itu karyawan kamu,bukan pacar kamu!”


Heri langsung mendekap Regina dengan erat. Spontan Regina kaget dan mencoba dorong Heri,Heri merasa nyaman di dalam dekapan Regina.


“Apa-apaan sih Her! Nanti di liat tetangga gua gimana?”


“Apaan sih,gak lucu tau! Kalau mau bercanda tau waktu dan tempat.”


Heri melihat ke arah Regina,sambil pegang kedua wajah wanita cantik yang,merasa kesal dengan pria berkepala batu ini.


“Aku serius sama kamu,kamu tau gak,aku udah suka sama kamu lama.”


“Apaan sih,kita baru kenal juga di Restauran,kapan juga kamu kenal sama aku? Dan dimana?”


Regina masih merasa gak percaya pria macam Heri,menyukainya dengan tulus sedangkan Heri juga tau,kalau Regina bukan keluarga yang punya melainkan,keluarga yang sedang-sedang aja.


“Lu bicara apa sih Her,kan lu tau kalau gua bukan dari keluarga yang-”


“Tau,tapi gua bukan suka lu karena itu.”


“Terus apa?”


Heri hanya tersenyum dan tidak bisa menjelaskan,betapa istimewanya Regina di mata dan hatinya,Regina hanya diam tidak mau memaksa Heri.


“Iyaudah enggak usah di kasih tau,enggak mau tau juga.”


Regina langsung pergi ke dalam Rumah,Heri hanya diam dan pulang,setelah itu Regina mengeleng kepala karena sikap keras kepala Heri.


.


.


“Sayang.”


“Iya ma,ada apa?”

__ADS_1


“Sini,mama mau bicara sama kamu.”


Regina menghampiri mamanya,sambil merapikan kerah kemeja yang masih berantakan,mama yang melihat itu langsung membantu Regina.


“Kamu yakin,cowo itu bukan siapa-siapa?”


“Iya ma,bukan siapa-siapa emang kenapa si ma? Mama gak percaya banget sama aku.”


“Bukan gak percaya sayang,justru mama setuju kalau kamu sama dia.”


Regina yang mendengar itu hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa,Selly langsung menghampiri Regina selesai makan,akhirnya pergi mengatar Selly.


“Kak,kenapa?”


“Enggak apa-apa sayang.”


“Kakak semangat kerjanya.”


“Kamu juga semangat belajarnya ya.”


Selly masuk ke dalam sekolah dan Regina berjalan ke kantor,begitu juga ada Heri yang menunggu Regina di bawah pohon.


Regina menghampiri Heri,setelah itu naik mobil bersama di sepanjang jalan Regina diam dan memikirkan perkataan mamanya.


“Reg.”


“Permisi pak.”


.


.


Regina langsung pergi dari mobil Heri tanpa adanya basa basi dengan Heri,Heri bingung dengan sikap Regina langsung memanggilnya keruangan Heri.


“Regina,keruangan saya sekarang.”


“Baik pak.”


.


.


“Bapak panggil saya? Ada apa pak?”


“Kamu kenapa menghindar dari saya?”


“Saya? Menghindar dari bapak,enggak itu pak. Perasaan aja kali.” ucap Regina yang tetap merasa dirinya baik-baik aja.


Heri yang bingung dengan jawban Regina hanya diam,sambil menghela nafas dan melihat mata Regina lebih dalam.


“Kamu bisa bohongin oranglain,tapi kamu enggak bisa bohongin saya.”


“Benaran pak,saya gak menghindar dari bapak,kerjaan saya banyak saya mau selesain,karena saya tau bakal ada kerjaan baru lagi dari bapak dan saya akan kejar-kejaran sama kerjaan.”


Heri yang mendengar ucapan Regina seperti itu membuatnya tersenyum,sambil menaruh dagu di tumpukanya tanganya.


“Kamu senang enggak sih,kerja di sini? Kok terkesan kayak tertekan gitu? Kalau enggak suka bilang aja.”


“Kenapa bapak nanya gitu,senanglah kalau gak senang enggak kerja pak. Hmm mana ada pak,kalau saya tertekan gak mungkin saya kerja.”


Heri langsung menghampiri Regina,Regina spontan menjauh dari Heri,akhirnya Heri mengalah dengan Regina dan menjauh dari Regina dan hanya menghelus kepala Regina yang rapi,wangi itu.

__ADS_1


__ADS_2