Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
22.Kamu benaran sayang enggak sih?


__ADS_3

“Re,kenapa? ada masalah? kalau ada cerita aja gua siap mendengarkan kok,daripada lu diam begitu.”tanya Heri yang bingung tiba-tiba Regina diam.


“Enggak,emang gua kenapa? emang keliatan kayak ada masalah ya?”


“Bohong,pasti ada sesuatu.”


“Hmm,enggak kok gua tidur ya capek gua,malam.”


Regina pergi ke kamarnya,Heri hanya diam dan bingung ada apa dengan Regina,walau dia tidak pernah tau Regina wanita seperti apa,yang dia tau hanya baik.


.


.


“Pagi Her,ini sarapan sama siang ya nanti kamu panasin sendiri,aku mau pergi kerja bye.”


“Bye hati-hati.”


Regina langsung mengecup pipi Heri dan Heri sontak diam sambil melihat ke arah Regina yang begitu harum lalu tersenyum.


“Itu cewe ya,bisa aja buat tambah sayang duh,enggak tau apa pura-pura walau gua harap lebih.”kata Heri dalam hatinya.


.


.


Tok tok tok


Bunyi pintu dari arah luar yang menarik perhatian orang dalam.


“Iya,masuk.”


Regina sontak masuk keruangan dan melihat ke arah bos yang sedang telepon dengan,klienya sedangkan Regina hanya duduk di depan bos yang di suruh bos.


“Baik pak,makasih ya pak.”


Usai telepon bos langsung melihat ke arah Regina,dengan bingung dan bertanda tanya ini orang siapa? Dan kenapa masuk keruangan dia.


“Maaf pak,saya Regina yang kemarin di telepon untuk langsung kerja.”


“Oh,gitu kenapa kamu keruangan saya ya? Kenapa enggak langsung ke ruangan HRD? HRD nya suruh kamu keruangan saya emangnya?”


Regina bingung dan langsung melihat jadwal di handphonenya,dan setelah liat Regina merasa malu sontak berdiri.


“Maaf pak,saya yang enggak liat,saya permisi.”


Saat Regina bergegas mau pergi,di tahan oleh bos dan di suruh duduk di depanya,seperti semula lalu. Di lakukan Regina.


“Kamu,udah siap kerja?”


“Udah pak.”


“Baik kalau gitu,saya panggil orang untuk ajak kamu keliling,kalau ada kendala kasih tau saya atau nanya yang lain ya,kamu bebas bertanya kok.”


“Baik pak,makasih ya pak,permisi pak.”


Regina keluar dari ruangan bos,Heri selaku suami pura-pura dirumah,merasa sepi tidak ada Regina di rumah.


“Sepi yah enggak ada dia,duh kok jadi rindu ya terus gua harus gimana? Kalau rindu sama dia,gua egois gak sih rindu sama dia? Apa yang harus gua lakukan,biar gua enggak rindu dia terus ya?”kata Heri yang merasa rindu kepada istrinya Regina.


Handphone Heri berdering,dari Regina yang membuatnya semangat lagi untuk bekerja,sambil melatih suara menjawab telepon Regina.


“Ha-”

__ADS_1


Langsung dimatikan Regina dan membuat Heri bingung ada apa,apa lagi sibuk atau tidak sengaja ketelepon ya.


“Hmm,baru aja udah senang di telepon malah di matiin,yaudahlah tunggu dia di rumah aja.”


Regina yang sibuk bekerja lupa akan Heri,sedangkan Heri terus melihat ke arah handphonenya sambil tersenyum dan percaya kepada Regina.


“Heri,maaf ya aku sibuk banget.”


“Hmm,enggak apa-apa kok,tadi kenapa kamu telepon aku?”


“Oh,aku mau nanya kamu,uda makan belum?”


“Belum,emang kenapa?


Regina langsung kesal mendengar itu dari Heri,Heri hanya senyum dan langsung mendegar kembali Regina berkata apa nantinya.


“Kenapa enggak makan! Kan aku udah suruh makan dan aku udah masakin loh,untuk kamu.”


“Karena enggak ada kamu,jadi aku malas makan,wajar kan?”


“Enggak! Kalau kamu sakit gimana?”


“Ada kamu,jadi aku enggak perlu ragu.”


Regina merasa kesal dengan perkataan Heri kepadanya,langsung mematikan telepon tersebut.


Heri tersenyum melihat tingkah Regina,yang membuatnya tambah rindu,Heri langsung masuk ke kamar Regina dan tidur di ruangan Regina.


.


.


“Her!”


“Hmm,ini anak di cari malah hilang,gataunya di sini,ngapain coba tidur di kamar gua? Hmm tapi muka dia lucu ya kalau lagi tidur.”


Heri bangun dan melihat Regina,sambil Regina diam aja lalu,Heri sontak kaget langsung bangun dari tempat tidur Regina.


“H-hai.”


“Hai.”


“Lu udah lama di sini.”


“Hmm,enggak baru emang kenapa?”


“Oh,makan ayo.”


Regina tersenyum melihat tingkah Heri yang masih suka malu-malu kucing,kepada dirinya sampai di luar,Regina masak nasi goreng.


“Ini makan.”kata Regina kepada Heri.


“Hmm,makasih.”ucap Heri yang masih malu-malu.


“Lu enggak makan.”


“Nanti.”


Heri bingung kenapa Regina berkata nanti,setelah beres-beres yang ada di sofa,Heri langsung melihat ke arah Regina.


“Maaf ya,harus beresin kekacauan yang gua lakuin sendiri.”


“Hmm,gua enggak apa-apa kok,emang gua kenapa?”

__ADS_1


“Lu kayak kesal sama gua.”


“Sok tau,mana ada udah sanah makan.”


Regina juga makan,sembari membalas pesan-pesan di handphonenya,setelah membahas pesan-pesan di handphone,Regina langsung melihat ke arah Heri.


“Her.”


“Hmm.”


“Besok aku pulang malam,jadi kamu makan duluan aja ya,atau mau aku masakin buat malam sekalian.”


“Kenapa?”


Regina langsung mendadak merasa Heri lucu,saat mau menjelaskan handphone Regina bunyi dari adik-adiknya.


“Halo adik-adik kakak yang tersayang,lagi apa kalian.”


Heri hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa karena,kalau udah urusan adik-adik Regina pasti Regina nomor satu dalam cuek kepada Heri.


Regina hanya tersenyum melihat reaksi Heri,Heri tetap lanjut makan sampai selesai dan membereskan sendiri.


“Kamu lagi apa?”


“Lagi kangen sama kakak,kakak sendiri lagi apa?”


“Lagi makan,udah pada makan belum?”


“Udah ka,kakak makan apa?”


“Makan nasi goreng,kamu makan apa?”


Heri kembali lanjut kerja,setelah selesai bersih-bersih,dari situ Regina merasa lucu kepada Heri yang terlihat kalem walau sebenarnya lagi cemburu dengan adik-adik Regina.


“Selly,Tiara.”


“Iya ka,ada apa?”


“Besok  kakak telepon lagi ya,ada kerjaan yang harus kakak urus,maaf ya.”


“Iya kak enggak apa-apa bye kak.”


Regina melihat ke arah Heri,Heri hanya diam sambil menyelesaikan pelajaranya,setelah selesai akhirnya Heri pergi dari hadapan Regina.


“Her,tunggu.”


“Hmm,kenapa?”


“Lu mau kemana?”


“Ke,kamar gua kenapa?”


Regina langsung melepaskan genggaman tanganya kepada Heri,setelah selesai akhirnya Regina juga diam aja.


“Ada apa?”kata Heri yang lagi melihat ke arah Regina.


“Enggak ada apa-apa,emang ada apa?”


“Yakin?”


“Hmm,emang kenapa?”


“Iyaudah kalau enggak ada apa-apa.”

__ADS_1


Heri merasa ada yang di sembunyikan oleh Regina,Regina kembali ke kamar keduanya,saling menghela nafas di ruangan masing-masing sembari menyelesaikan pekerjaan satu sama lain.


__ADS_2