Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
19.Menikah kontrak dimulai


__ADS_3

“Kamu kenapa Regina? ada yang kamu pikirin?kalau ada kasih tau aku aja,aku siap mendengarkan kok.”kata Heri yang bingung dengan padangan Regina.


“Enggak apa-apa emang gua kenapa?”ucap Regina dengan nada yang tidak peduli.


“Hmm,yaudah kalau kamu enggak apa-apa.”


“Iya bawel.”


Makanan mereka tiba dan setelah tiba,Regina makan dengan angot-angotan,karena Heri kesal dan Heri langsung suapin makananya Regina kepada Regina,Regina sontak melihat dengan kaget.


“Makan,gua enggak mau lu kurus,gara-gara enggak gua kasih makan ya,padahal gua udah selalu suruh lu makan tapi lunya aja yang malas makan.”


“Dih,apaan coba bahasa lu emang gua mau kurus,bukan karena lu kali,karena emang merasa badan sudah berat aja,jadi mau kurus.”


“Iya gua enggak mau,padahal kan gua kasih lu makan,tapi emang lu aja yang malas makan,bukan gua enggak kasih makan.”


“Dasar bawel.”


Regina hanya diam dan makan,setelah selesai makan Heri terus melihat ke arah Regina.


“Ini kita benaran udah nikah?”


“Hmm,udah.”


“Kapan? Dimulai dari sekarang.”


“Acaranya?”


“Hmm yang sederhana aja dirumah lu,gimana Regina?”


Regina hanya menganggukan kepalanya,setelah menganggukan kepalanya mereka pun hanya diam,sampai dirumah Regina melihat ke arah mamanya.


“Ma.”


“Apa sayang?”


“Besok hari pernikahan aku sama Heri? Mama datang ya,acaranya di sini kok.”


Mama hanya diam dan pergi dari hadapan Regina,Regina hanya menghela nafas sambil di dekati kedua adiknya.


“Kak,kakak enggak apa-apa.”kata Selly sambil merangkul kakaknya.


“Enggak apa-apa sayang,emang kakak kenapa?”


“Kakak benaran? Nikah sama bos kakak itu?”


“Iya sayang,kenapa emangnya?”


“Kakak,enggak nyesal?”


Regina hanya menahan air matanya untuk keluar,lalu Selly langsung peluk Regina dan melihat ke arah adiknya.


“Kamu tenang aja,kakak enggak akan salah pilih kok sayang,kamu percaya kan sama kakak.”


Tiara yang mendengar itu hanya diam dan tidak bisa melakukan apa-apa,kalau pilihan kakaknya sudah seperti itu dia bisa apa.


“Tiara,sini sayang.”kata Regina sembari memanggil kakaknya.


“Kak,udah yakin sama pilihan kakak? Kenapa kakak cepat banget sih udah menikah kak?”


“Maafin kakak ya sayang,pasti kamu marah banget ya sama kakak?”


“Enggak,aku cuman ngerasa belum bisa bahagiain kakak,maaf ya ka.”

__ADS_1


Regina langsung menanggis mendengar adiknya Tiara,berkata seperti itu kepadanya.


“Maafin kakak juga ya sayang,belum bisa jadi kakak yang baik untuk kamu,mungkin kakak masih banyak kekurangan tapi kamu tenang aja,kakak akan mencukupi kamu sebelum keadaan sekarang ya sayang.”


“Iya kak aku selalu doain yang terbaik untuk kakak.”


“Makasih ya sayang,kamu emang adik yang baik.”


Hari besok pun tiba,hari yang ditunggu-tunggu oleh mereka,Heri melihat ke arah Regina begitu juga dengan Regina.


“Kamu udah siap Regina?”


“Udah,kamu sendiri gimana?”


“Aku takut,tapi aku akan coba.”


“Hmm,tenang aja kan ada aku,jadi jangan takut ya.”


“Iya,makasih ya.”


Mereka langsung jalan ke arah altar pernikahan,walau sebenarnya keduanya belum siap,kedua orangtua mereka tidak hadir di karenakan,tidak setuju atas pernikahan mereka.


“Kamu yakin,enggak apa-apa Heri?”


“Enggak apa-apa asal ada kamu,semua akan lebih ringan kok,makasih kamu selalu ada untuk aku dan maaf kalau aku suka maksa kamu ya.”


Regina hanya tersenyum dan pernikahan di mulai,setelah selesai acara mereka berdua sah menjadi suami istri.


“Heri.”


“Iya.”


“Aku bingung,selesai acara kita tidurnya gimana?”


“Kamu tenang aja,aku udah siapin ruangan untuk kamu dan aku,jadi jangan takut aku bakal apa-apain kamu.”


“Oke,makasih ya Heri,eh aku panggil kamu apa?”


“Kayak biasa aja senyaman kamu.”


Selesai acara mereka pulang dan Regina masih mengharapkan kedua orangtuanya untuk datang,tapi mau gimana? Kenyataan kedua orangtua belah pihak tidak dapat menghampiri acara tersebut.


“Sedih banget ya,kedua orangtua kita enggak datang.”kata Regina dengan suara murungnya.”


“Hm,mau gimana? Dari awal mereka emang enggak suka kita bersama.”ucap Heri yang tersenyum kepada Regina.


“Kamu enggak apa-apa,mereka enggak datang?”


“Yah kamu mau mereka gimana?”


Regina  hanya menghela nafas dan mandi,selesai mandi Heri tertidur,menunggu Regina kelamaan.


“Re.”


“Hmm,apa Heri?”


“Aku sayang kamu.”


Regina bingung setiap Heri tidur,selalu berkata yang sama,Ella yang mendengar Heri menikahi mantan pegawainya membuatnya kesal dan marah  langsung menghubungi seseorang.


.


.

__ADS_1


“Pagi Heri.”


“Pagi Regina,eh pagi banget ada apa?”


“Iya,aku mau cari kerja?”


“Hah? Untuk apa?”


Regina yang selesai masak,langsung menaruh makanan di meja makan dan menghampiri Heri.


“Aku enggak mau bergantung sama kamu,walau kamu suami pura-pura aku,aku juga harus tau diri benar enggak?”


“Kamu bicara apa sih? Aku enggak masalah kok,emang aku masalh kamu kenapa-kenapa?”


“Kamu emang enggak,tapi aku ngerasa gitu,maaf ya kalau aku berpikir kayak gitu.”


Heri langsung mendekap Regina dengan erat,Regina bingung sontak kaget melihat perlakuan Heri kepadanya.


“Kamu tenang aja,selama kamu jadi istri pura-pura aku,pasti aku akan membuat kamu bahagia kok,aku juga udah janji bakal ngejamin hidup keluarga kamu tenang aja.”


“Makasih ya Heri.”


“Hmm sama-sama.”


“Untuk apa?”


“Udah mencoba mengerti gua.”


Heri melihat ke arah muka Regina,sambil tersenyum dan mencubit manja pipi Heri,lalu mendekap kembali.


“Heri,semoga pernikahan pura-pura ini bisa bertahan ya.”kata Regina dalam hatinya.


.


.


“Her.”


“Apa?”


“Mau makan apa?”


Heri langsung pergi kehadapan Regina dan melihat bahan di dapur,setelah melihat bahan di dapur sambil mengambil lalu tersenyum.


“Aku aja yang masak gimana?”


“Enggak,kamu enggak bisa masak Heri yang ada aku sakit perut.”


“Ih,kamu itu ya makanya ajarin aku biar bisa masak.”


“Orang kamu keras kepala gimana bisa masak.”


Heri cemberut ketika Regina tidak mau mengajarinya masak,Regina tidak tega melihat Heri yang begitu niat untuk membuat masakan agar Regina bisa mencoba.


“Iyaudah ini bawang putihnya kupas dulu.”


“Terus?  Ngapain lagi.”


“Iya ini sayurnya di cuci,sampai enggak ada cacing sayur.”


Regina mecoba pelan-pelan untuk mengajari Regina masak,setelah masak akhirnya Regina dan juga Heri selesai masak.


Keliatan banget Heri merasa puas dengan masakan pertamanya untuk Regina,Regina yang melihat hal itu senang seperti pasangan sesungguhnya walau,sebenarnya mereka sendiri lagi simulasi.

__ADS_1


__ADS_2