Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
8.Mencari kerja


__ADS_3

“Maaf ya,aku enggak sengaja kamu enggak apa-apa?”


Regina langsung menjauh dari Heri sambil tersenyum,Heri merasa tidak enak dan langsung menghampiri Regina sambil mengengam tangan Regina dengan halus.


“Maaf Regina.”


“Aku enggak apa-apa kok,kenapa kamu minta maaf?”


“Kamu yakin? Enggak lagi bohong sama aku kan?”


“Sejak kapan aku pintar bohong,kamu tenang aja bohong bukan aku banget jadi udah ya,jangan kebanyakan enggak enak sama aku.”


Heri memutuskan mengajak Regina makan,di tempat kesukaan Regina angkringan,setelah sampai akhirnya mereka pesan.


“Mas ayam bakar 2,nasi uduk 2,es teh tawar 2.”


Regina yang memesan seperti orang lapar yang belum makan seminggu,sedangkan Heri hanya diam sambil menunggu Regina balik dari tempat pesan makan.


“Siap neng.”


Abang penjual angkringan yang langsung membuat pesanan Regina,Regina langsung datang ke tempat duduk yang ada Heri.


“Hai.” sapa Regina yang telah meninggalkan Heri untuk pesan makan.


Heri terlihat lebih kalem dan adem,Regina bingung ada apa lalu Regina senyum,terkekeh sambil melihat ke arah Heri,begitu juga dengan Heri.


“Kamu kenapa ketawa.”


Tanya pria ganteng itu,siapa lagi kalau bukan Heri yang selalu penasaran,semua tentang wanita yang di sukainya siapa lagi,kalau bukan Regina.


“Kamu enggak biasa ya makan di tempat kayak gini?”


Regina yang sedang menanyai kepada Heri,Heri hanya bisa diam sambil menganggukan kepalanya yang menjawab iya.


Regina langsung menepuk pundak Heri,Heri melihat ke arah Regina dengan tatapan penuh cinta dan arti.


“Kamu tenang aja,aku bawa kamu ke tempat yang bakal,bikin kamu suka sama makanan di sini.”


“Hmm,bersih kan?”


“Bersih kok,aman tenang aja ok.”


Makanan mereka sampai,penamapakanya memang tidak oke,tapi rasanya jangan ditanya,Heri bingung gimana makanya,melihat Regina pakai tangan Heri tidak mengerti.


Regina langsung berinisiatif menyuapin Heri,Heri kaget dan menurut kepada Regina,saat belum makan Heri takut dengan rasanya yang aneh,saat sudah mendarat di lidahnya Heri hanya diam dan makan sendiri.


“Gimana? 1-10?”


“100.”


Regina tersenyum mendengar perkataan Heri,setelah itu lanjut makan masing-masing sontak,Regina berpikiran untuk membelikan adik-adiknya makanan,tapi uangnya tidak cukup.


“Mas,saya beli semua ayam dan nasinya ya di bungkus aja satu-satu.”


“Siap.”

__ADS_1


Regina bingung apa yang di lakukan oleh Heri,selesai makan banyak bungkusan di meja mereka berdua setelah itu Regina diam termenung.


“Kamu kenapa?” tanya Heri kepada Regina yang hanya diam dan termenung tidak bisa berkata apa-apa.


“Enggak,heran aja kamu beli sebanyak ini untuk apa?”


“Untuk kamu dan orang-orang di jalanan yang kelaparan,emang kenapa?”


Regina hanya tersenyum melihat sifat baik Heri,setelah itu Regina dengan percaya dirinya mengambil lima bungkusan untuk dirinya dan juga keluarganya.


“Cukup?” Heri melihat ke arah Regina,seperti takut ada yang kurang atau tidak kebagian.


“Cukup kok,ini kan kamu mau bagi orang jadi aku harus sadar diri,sekali lagi makasih ya,aku benar-benar enggak enak sama kamu.”


“Enggak enak kenapa?”


“Iya,udah di kasih kerjaan,di traktir makan dan buat keluarga aku juga,pokoknya aku terimakasih banget sama kamu,makasih kamu banyak bantu aku hari ini.”


“Sama-sama,aku senang kok bisa bantu kamu,lagian kamu ngapain deh kerja di situ enggak banget,gak cocok sama kamu Ibu Restauranya juga seolah-olah maanfaatin kamu,kamu tenang aja selama kamu kerja di kantor aku,enggak ada yang boleh jahatin kamu sampai ada kasih tau aku,biar aku pecat!”


Regina yang mendengar itu hanya tersenyum,di saat Regina mau bayar udah di bayar oleh Heri,akhirnya Heri mengantar Regina pulang.


.


.


“Yah cepat banget ya sampainya.”


“Hah?”


Regina yang bingung dengan perkataan Heri,Heri lagsung mengalihkan dan keluar dari mobil Heri sambil melambai ke arah mobil Heri dari luar dan masuk ke dalam rumah.


Mama yang terlihat aneh kepada anaknya yang gak biasanya pulang-pulang senyum,ada apa dengan hari ini apa hari ini ada kejadian yang mamanya enggak tau.


“Bukan siapa-siapa ma,Regina mandi dulu ya ma malam ma.”


Regina pergi dari hadapan mamanya,karena takut di tanya terlalu banyak akhirnya cari aman aja dan pergi mandi,selesai mandi adik-adiknya makan,makanan yang di bawa Regina.


“Kamu udah makan sayang?”


“Udah ma.”


Regina langsung ke kamar dan tidur,gak sabar dengan hari esok kedua orangtuanya bingung,ada apa dengan anaknya.


.


.


“Pagi ma,pa.”


“Pagi sayang,ada apa?”


Regina yang biasanya pakai baju rapi,tapi kali ini lebih rapi dari kemarin,mama dan papanya gamau tanya karena melihat anaknya bahagia udah cukup.


“Kak,enggak sarapan?”

__ADS_1


“Enggak adik,kalian aja kakak nanti di tempat kerja.”


“Ka,kakak tinggalin Selly.”


“Oh ya kakak hampir lupa,maaf Selly.”


Selly hanya tersenyum melihat kakaknya senang,mau tidak mau Regina juga ikut makan karena harus tunggu Selly,Tiara pergi duluan karena ada urusan mendadak di sekolahnya.


“Kak.”


“Iya sayang,ada apa?”


Regina melihat ke arah Selly yang panggil dirinya,setelah itu Selly hanya diam dan berbisik kepada kakaknya takut kedua orangtuanya dengar.


“Kakak lagi bucin ya?”


Regina yang mendengar dari mulut adiknya langsung kaget dan tidak percaya,bahwa adiknya bisa berkata demikian.


“Adik,siapa yang ngajarin hah?”


“Teman-teman aku pada bilang gitu kak,jadi aku ikut aja.”


“Iyaampun teman-teman kamu itu ada-ada aja ya.”


Regina tertawa bersama adiknya,kedua orangtua mereka hanya diam,karena tidak tau apa yang mereka bicarakan.


.


.


“Ma,Pa aku pergi dulu ya,sama Selly.”


“Iya sayang,hati-hati ya.”


Regina dengan Selly pergi ke sekolah,sembari di jalan mereka banyak cerita tentang sekolah dan juga kehidupan,tidak lama sudah sampai sekolah.


“Bye Selly.”


“Bye kak,semangat kerjanya kak.”


“Iya sayang,kamu juga semangat sekolahnya ya belajar yang benar ok sayang.”


“Iya kak.”


Regina pergi dari sekolah Selly dan jalan ke arah kantor,setelah itu Heri langsung menjemput Regina di depan jalan hampir dekat sekolah Selly.


“Loh,bos.”


“Haha belum juga di kantor,panggil aja Heri enggak apa-apa kok.”


“Enggak ah! Aku gak enak sama kamu.”


“Masuk,berangkat bareng.”


“Loh? Kenapa.”

__ADS_1


“Udah ikut aja,emang kamu tau jalan ke kantor aku.”


Regina mengeleng kepala,setelah itu Heri tersenyum melihat kepolosan Regina,sembari masuk ke mobil mereka hanya diam-diaman sambil melihat ke arah pemandangan.


__ADS_2