
“Sayang,ini enggak apa-apa kok,kamu jangan nangis ya dan jangan panik juga,aku enggak apa-apa kok benaran.”
Regina sontak membawa adik-adiknya kerumah dan mengantar Sam ke klinik terdekat dirumahnya,selesai di obatin balik ke adik-adik Regina.
“Kak Regina,sayang banget ya sama kak Sam,kalau aku terluka kak Regina bakal gitu enggak ya.”
“Kak Tiara,jangan bicara gitu kak Sam nyelamatin kita,kalau enggak ada kak Sam enggak tau kita jadi apa.”
“Hmm,aku cemburu liat kak Regina lebih sayang sama kak Sam,daripada aku.”
Tiara pergi dari hadapanya Selly hanya mengeleng kepala kepada Tiara,enggak lama balik ke Regina yang selesai di obatin Samnya.
“Sayang,kamu mau aku jagain enggak sampai tangan kamu sembuh?”
“Sayang,ini cuman luka kecil enggak perlu khawatir ya,tenang aja oke sayang.”
“Hmm kamu serius enggak sih,aku panik banget loh ini liat kamu terluka,kok kamu kayak ngegampangin gitu?”
“Aku enggak ngegampangin,aku cuman gamau kamu repot ok sayang.”
Sam mengecup kening Regina,sembari mengantar Regina pulang,enggak lama ada Heri di depan rumah Regina,keduanya kaget.
“Heri! Kenapa lu di sini.”
Heri medekap Regina dengan erat di depan Sam,Sam mendorong Heri dan menjauhkan Regina dari Heri.
“Lu mau ngapain sih? Ada urusan apa sama wanita gua?”
“Ini bukan urusan lu,gua mau urusan gua selesai sama Regina.”
“Lu selalu bicara gitu,tapi sebenarnya emang lu gamau selesai sama dia kan? Jujur aja sama gua.”
“Maksud lu apa sih! Gua tau dia suami lu tapi gua juga pernah jadi mantan suami dia,ingat! Dia itu bekas gua!”
Sam sontak menghajar Heri di depan Regina,Regina yang mencoba mereraikan malah di tahan oleh Sam dan Sam melihat ke arah Regina.
“Kamu masuk sekarang,biar aku sama dia berantam di luar sini.”
“Enggaklah! Gila ya ini kan rumah aku,kalian jangan bikin malu bisa enggak! Aku itu selalu malu tau enggak sih! Kalau liat kalian berantam.”
Sam dengan nafas terengah-engah luka yang udah di bawa ke klinik,terpaksa robek kembali karena Sam terbawa suasana dengan Heri.
“Her! Udah lu pulang,enggak ada yang mau gua bahas sama lu,jadi lu jangan maksa gua untuk kasar sama lu ya,gua minta tolong jangan maksa gua,gua enggak mau kalau sampai gua benaran benci lu,paham!”
“Lu rela benci gua,karena suami baru lu Re? Dimana sih harga diri lu! Bingung gua sama lu.”
Saat Sam mau meluncur kakinya,ditahan oleh Regina.Regina menampar keduanya sontak,keduanya melihat ke arah Regina.
“Sam! Masuk ke dalam,Heri! Pulang gua enggak mau liat muka lu lagi,dan jangan bikin orangtua gua turun tangan ya! Gua udah bilang baik-baik.”
__ADS_1
Orangtua Regina melihat dari jendela,dan memicingkan mata ke arah Sam.Sam yang enggak kenal takut ingin menghajar Heri kembali.
“Urusan kita belum selesai Sam!”
“Hmm,gua tunggu tenang aja!”
Heri pergi dari hadapan Sam,Sam hanya diam sembari luka nya yang mangkin infeksi,Regina membawa Sam kerumahnya.
“Sayang,kenapa sih kamu suka banget berantam sama sih Heri!”
“Habis dia duluan,siapa suruh duluan aku mah anaknya kalau di tantang ayo aja siapa takut!”
“Eh! Kamu enggak takut,kalau aku takut gimana sih jadi pria,dasar aneh.”
“Haha kamu terlalu khawatir sama aku sayang,kamu tenang aja aku bisa kok jaga diri aku sendiri jad-”
Regina mendekap Sam dengan erat,sembari Sam menahan sakit rasa eratan itu,mengerti Regina khawatir tapi yah gimana,kadang enggak semuanya bisa di utarakan. Sembari Sam mengecup pucuk kepala Regina.
“Re,dengar aku ya! Aku itu enggak bakal kalah sama pria kayak Heri,kamu percaya sama aku kan?”
“Iya,percaya kalau dia panggil orang,aku harus gimana?”
“Kamu lupa,orang aku lebih banyak daripada dia?”
Regina mendecik seolah-olah Sam tidak mau mendengarkan perkataanya,enggak lama Sam menghelus kepala Regina.
“Iya-iya enggak bakal berantam,janji.”
“Tapi kalau dia kepung aku,terpaksa ya berantam aku bilang dulu,kan kamu tau gimana sifat Heri demi dapatin kamu?”
“Hmm,kalau itu enggak apa-apa yang penting kamu enggak apa-apa.”
Regina tetap takut sesuatu yang terjadi kepada Sam,sembari Regina melihat ke arah Sam dan Sam terseyum kepada Regina.
“Sam.”
“Hmm,apa Re?”
“Kamu hari ini tidur sini ya?”
“Eh? Kenapa?”
Regina medecik dan Sam bingung ada apa,enggak lama Regina mengambil bajunya untuk Sam dan Sam bingung,bagaimana pakai baju kecil milik Regina.
“Sayang,ini gak muat? Kan kamu tau badan aku mungil.”
“Haha itu punya aku kali,aku bercanda doang kamu ada nanti ya.”
“Sayang,enggak usah kamu kan tau penjaga dirumah aku banyak,aku percaya dia enggak bakal macam-macam jadi ka-”
__ADS_1
“Enggak! Aku enggak bisa percaya karena aku tau sikap Heri,makannya aku enggak percaya.”
Sam hanya menganggukan kepala,enggak lama handphone Sam berdering dari Ella,sontak di jawab oleh Regina.
“Halo! Kenapa!”
“Kok lu yang angkat sih? Calon suami gua mana?”
“Hmm? Ngapain sih ganggu suami gua terus,apa enggak capek ya?”
“Regina,enggak usah sok ngaku ya itu suami lu! Lu harus ingat dia punya gua.”
Bip
“Berisik,ganggu suami orang terus,sayang aku udah blok Ella ya,sampai dia samparin kamu ke kantor,hubungin aku dan biar aku bilang ke petugas keamanan di kantor kamu untuk dia,jangan pernah boleh masuk.”
“Haha sayang,kamu kenapa sih sama Ella? Kayak ada dendam pribadi.”
“Emang,aku dendam sama dia sayang,dendam banget.”
“Emang,dia kenapa sama kamu?”
Regina hanya diam sembari merasa lelah bicara dengan Sam,enggak lama akhirnya Sam mendekap Regina merapikan rambut Regina.
“Sayang aku yang cantik,jangan suka marah-marah ya aku tau,kamu cemburu sama Ella tapi,kamu juga harus tau aku sama dia enggak ada apa-apa,lagian aku juga bingung kenapa dia masih ngarep sama aku,padahal Heri kan udah sama dia masih kurang apa gimana? Aku juga bingung.”
“Hmm dia baru sadar kalau kamu pria yang baik sama dia,tapi aku berterimaksih sama dia,karena dia kasih kamu buat aku,jujur aku bahagia ada kamu di hidup aku sih.”
“Makasih sayang,aku juga senang ada kamu di hidup aku.”
.
.
“Pagi sayang.”
“Pagi.”
Sam jalan ke arah meja makan,sembari duduk di meja makan di susul oleh semua keluarga Regina,Regina tersenyum dan memasak semuanya sendiri.
“Ayo makan semuanya.”
Saat makan,semua melihat ke arah Sam,Sam diam dan bingung sembari melihat ke arah semuanya dengan senyum terkekeh.
“Ada apa sih? Kok pada liatin Sam?”
“Sam.”
“Iya,kenapa?”
__ADS_1
Selesai makan akhirnya semua pada pergi dengan urusan masing-masing,selesai itu. Regina mengantar Sam ke depan rumah.