
"Kamu kenapa? kok cemberut gitu mukanya."Regina yang bingung dengan suaminya.
"Enggak,aku mau minta maaf sama kamu,karena udah mikir macam-macam."
"Pft,udah biasa mau gimana lagi?"
Sam yang melihat itu sontak mendekap Regina dengan erat,Regina bingung ada apa enggak lama,Regina membalas pelukan Sam.
"Maaf ya kerjaan aku selama ini cuman marah-marahin kamu,sama sibuk sendiri kadang kamu jenuh gak sih sama aku?"
"Iya,mau gimana? di bilang jenuh pasti jenuh,lagi mengandung anak kamu,malah di bikin berantam tiap hari,manusia mana yang gak jenuh,dengan pertengkaran kecuali dia akal sehatnya udah gak ada."
Sam tersenyum mendengar ketaguhan wanita pilihanya,sembari menghelus kepala Regina dan mengecup kepala Regina.
"Iya,maafin aku ya."
"Hmm,tanpa kamu minta maaf juga udah aku maafin."
Sam yang mendengar itu sontak menanggis dan mengeluarkan air mata,gak lama akhirnya Sam kembali,mendekap Regina dengan erat.
"Duh sayang,sakit kamu mau ngapain sih?"
"Aku kangen peluk kamu kayak gini,emang gaboleh."
"Kamu mau bunuh anak kita ya,anak kita itu masih kecil jangan macam-macam ya."
"Aku bahagia ada dia,sayang jagain mama kamu ya dan nurut sama mama kamu,papa menunggu kehadiran kamu sayang."
Regina yang melihat Sam layaknya seorang papa,membuatnya terharu dan Sam bingung ada apa dengan semua keadaan ini.
"Sayang."
"Hmm,apa Re?"
"Aku boleh minta peluk kamu enggak?"
"Haha,boleh dong sayang,sini itu mah gak perlu izin pasti aku mau."
Regina mendekap Sam dengan mengeluarkan air mata,gak lama Regina pegang kedua wajah Sam,sembari melihat ke arah Sam.
"Kamu,sayang gak sih sama aku?"
"Kamu bicara apa sih,kalau aku gak sayang gimana kita bisa selama ini kan?"
"Aku cuman takut gabisa jadi istri yang benar buat kamu."
Sam tersenyum,sembari kembali mendekap Regina. enggak lama Sam mengecup Regina dan Regina tertidur enggak lama handphone Sam berdering dari Ella. Sam keluar dari ruangan Regina.
"Halo,kenapa sayang?"
__ADS_1
"Kamu lagi dimana? katanya mau nginap? kok gak jadi? lebih milih Regina lagi daripada aku? kenapa sih semua orang suka dia,aku capek deh."
"Iya,aku lagi sama dia besok ya aku juga sibuk,di kantor maaf."
Bip.
Sam menghela nafas karena lelah dengan hubungan tidak sehat ini,gak lama Sam balik ke Regina sembari menatap Regina dengan penuh salah dan pegang kepala Regina.
"Re,kalau kamu tau aku selingkuh sama Ella? kamu gimana?"gumam Sam kepada Regina.
Sam hanya mengecup kepala Regina,gak lama kebesokan paginya Sam terus melihat ke arah Regina,dan Regina sontak kaget sembari bangun.
"P-pagi Sam."
"Pagi sayang,tapi kenapa kamu kaget kayak gitu?"
"Gimana gak kaget kalau kamu depan mata aku,kayak gitu."
Sam menghelus kepala Regina,enggak lama perawat datang membawa bubur untuk Regina,perawat meninggalkan bubur di dekat mereka berdua.
"Ayo makan."
"Baru bangun,nanti aja."
Regina mencoba untuk duduk,dibantu oleh Sam gak lama Sam duduk kembali,sembari dengan handphonenya yang berdering. Regina terus melihat ke arah saku Sam.
"Sayang,teleponya gak di jawab?"
"Kalau penting gimana? gak enak loh mending jawab dulu."
Sam menghela nafas dan merasa lelah dengan handphone yang berdering terus,gak lama akhirnya Sam mengangkat telepon tersebut.Regina tersenyum sembari mengsantap buburnya.
"Hmm bosan,pengen pulang kerumah."
Mama dan papa Regina semua keluarganya,datang untuk menjemputnya perasaan Regina bahagia,campur aduk dengan semua keadaan yang ada.
"Halo ma,pa makasih ya kalian udah datang."
"Iya dong,masa demi anak mama kita gak datang,Re? kamu kenapa bisa begini Re?"
"Iya,aku lagi beberpa hari ini gamau makan,makanya aku di sini ma."
"Lain kali jaga kesehatan kamu ya sayang."
Regina hanya tersenyum sembari di temanin anggota keluarganya,sedangkan Sam yang selesai teleponan melihat ke ruangan Regina,Regina lebih bahagia saat bersama keluarganya di banding dengan dirinya. Sam memilih pergi daripada menganggu kesenangan Regina.
"Sayang."
"Iya ma."
__ADS_1
"Kok buburnya gak kamu makan?"
"Iya ini mau makan kok ma."
Regina makan sembari dirinya celingak-celinguk menunggu suami datang,tapi suaminya tak kunjung datang dan membuat Regina khawatir akan suaminya,mengambil handphone di sampingnya.
"Sayang,kamu dimana?"
Sam yang membaca pesan,gak jadi pergi dan balik arah keruangan Regina,saat di depan ruangan Regina.Sam mendengar kalimat mama.
"Sayang."
"Iya ma,kenapa ma?"
"Kamu,tau gak kalau Sam,ada wanita lain?"
Sam yang mendengar itu sontak kaget dan berpikir mamanya tau darimana,kan selama ini ia udah berhati-hati. kenapa tetap ketawan.
"Gak kok ma,aku percaya sama Sam.Sam gak mungkin gitu mungkin mama salah dengar,mungkin itu salah satu klien kerja dia,udah ya ma tenang aja."
Sam yang melihat Regina begitu percaya kepadanya,membuat hatinya sakit layaknya Sam,seperti orang jahat dalam hubungan rumah tangga ini.
"Iyaudah sayang,kalau emang kamu sama Sam,baik-baik aja mama ikut bahagia dengarnya,tapi kalau dia sampai berani macam-macam sama kamu,kasih tau mama ya sayang,karena mama gak akan segan-segan buat habisin dia dengan tangan mama."
Sam yang mendengar itu sontak menelan sulivanya gak lama,mama melihat kanan dan kiri sembari Regina,bingung ada apa dengan mama.
"Sam mana sayang?"
"Aku gatau dia kemana ma? mungkin ada urusan kantor,biarin ajalah lagian kan ada papa dan mama,jadi aku gak perlu khawatir kalau gak ada dia ya kan ma."
"Iya sayang nanti kalau ketemu dia mama akan coba bicara sama dia."
"Jangan ma,kasian dia,dia sibuk beneran deh nanti kalau dia gak sibuk aku coba bicara sama dia,ok mama."
Mama hanya mengeleng kepala melihat tingkah Regina,gak nynagka kalau sifat Regina sebaik ini,kepada suaminya sendiri,gak lama mama pulang dan Sam tertidur di mobil.
.
.
"Sayang,gimana keadaan kamu?"
"Baik-baik aja,kamu habis darimana sayang?"
"Aku abis ketiduran di mobil mama dan papa kamu gimana?"
Regina menghela nafas dan tidur,enggak lama handphonenya berdering dari Heri,Regina hanya diam dan menyodorkan kepada Sam. Sam bingung ada apa.
"Jawab ini,aku gak mau ada rahasia sama kamu,sekarang aku mau lebih nurut sama kamu."
__ADS_1
Sam yang mendengar itu diam,sembari menaruh handphonenya di dekat meja sebelah Regina,Regina bingung kenapa gak di jawab,gak lama Sam mendekap Regina dengan lembut sama sekali tidak kasar.