Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
28.Masih ada gak? Aku di hati kamu


__ADS_3

“Kenapa sayang.”Heri yang merasa Regina sangat bahagia hari ini,karena mungkin kehadiranya tidak di perlukan lagi,melihat Regina memiliki orang yang membuatnya nyaman,jauh lebih berarti untuk Heri.


“Aku senang aja.”


“Senang kenapa?”


Regina pegang kedua tangan Heri,Heri hanya diam sembari melihat tanganya di dekap oleh wanita cantik yang ada di depanya.


“Kamu kenapa? Kayak enggak senang pergi sama aku?”Regina merasa ada yang aneh dengan Heri,entah kenapa roman Heri hari ini berbeda dari biasanya.


Heri yang diperlakuan istimewa dengan Regina,membuat berdebar hingga serasa mau copot,Regina tidak berhenti memberi kejutan-kejutan yang lebih parah lagi untuk Heri.


“Kalau kamu enggak mau kasih tau aku,biar aku cari sendiri Her.”Regina yang seperti menantang Heri. Membuat Heri takut akan dirinya. Sampai akhirnya Heri mengalah.


“Aku enggak apa-apa sayang,jadi kamu enggak perlu cari tau aku kenapa?”


“S-sayang? Kamu panggil aku sayang.”


Regina tersipu malu dan merasa senang,langsung melaju ke toilet tanpa ada pembicaraan yang panjang dengan Heri,Heri bingung ada apa selang beberapa menit,Heri baru sadar bahwa dirinya tidak pernah memanggil Regina,dengan sebutan sayang.


“Re.”


“Hmm.”


“Maaf ya,perkataan aku yang sebelumnya lupain aja,anggap aja aku enggak pernah bicara itu dan kamu jangan terlalu pusingin,oke Re.”


Regina yang mendengar itu sontak diam dan merasa kalau dirinya,bahagia sendirian,Heri yang melihat perbedaanya bersama Sam dan juga dirinya membuat dirinya sadar akan Regina memang tidak ada hati untuk dirinya.


“Iyaudah ayo makan Her.”Regina makan dengan pandangan kosong,seraya dirinya enggak untuk makan,walau dirinya makan bersama orang yang di sayangnya,ternyata orang yang di sayangnya tetap mencintai sang mantan.


Mungkin mantan memang segala-segalanya di banding,yang bersanding di sampingnya,setelah selesai makan mereka berdua pulang ke apartemen,dengan diam-diaman tanpa ada pembicaraan sedikitpun.


“Malam,Re.”Heri mencoba mencairkan suasana,sedangkan Regina hanya diam dan menganggukan kepalanya agar tidak terlihat sombong atau menolak Heri.


Heri yang merasa di kacangin Regina,membuatnya sakit hati,lebih daripada di tolak pekerjaan sama investor,walau bagaimanapun di sini salahnya Heri,Heri yang tidak pernah jujur bagaimana perasaanya kepada Regina.


.


.

__ADS_1


“Pagi Re.”Heri mencoba untuk berbicara duluan walau sebenarnya berat untuk dirinya,tapi demi mempertahan rumah tangga pura-puranya dirinya rela melakukan apapun.


“Pagi.”


Regina masih tetap dingin seperti bongkahan Es,yang susah untuk cair,walau bagaimanapun Heri adalah pria dia tidak boleh kalah atau melemah di depan sang pujaan hati.


“Hari ini,kamu pulang jam berapa dari kantor Re?”


“Enggak tau kenapa emangnya.”Regina bingung dari pertanyaan Heri,yang bermaksud apa? Apa dirinya mau bertemu dengan Ella,sampai nanya jam berapa untuk pulang.


Heri merasa suasananya semangkin panas,Regina selesai makan,langsung pergi dari hadapan Heri,Heri bingung harus berbuat apa kepada Regina,karena walau bagaimanapun,dirinya tetap sedih melihat Regina,seperti acuh tak acuh kepadanya.


“Iyaudah,gua pergi ya bye.”


Regina pergi dari hadapan Heri,Heri baru saja mencoba untuk menghentikan tetapi,kalah cepat dengan Regina yang emang dari semalam tidak ada berkata apa-apa,berawal dari kata “Sa-”


.


.


“Ih,enggak peka banget si kesal! Kenapa dia begitu,Hah? Kenapa enggak mencoba mendekati diri,asli ya kesal banget enggak ngerti lagi,gergetan argh!”Regina berbicara dalam hatinya yang walau dia tidak sadari bosnya sedari tadi sudah melihat tingkah lucunya,yang langsung membuat bosnya mendekati dirinya,dirinya terasa malu karena bosnya,mendekati dirinya.


Regina merasa malu karena,tidak melihat bosnya sedari tadi,bosnya hanya diam,Regina bingung kenapa bosnya diam apa dia ada bikin salah hari ini,tapi hari ini dia baru bertemu dengan bosnya,kok udah bikin salah.


“Re,nanti kamu keruangan saya.”


“Baik pak.”


Regina merasa dirinya mungkin ada salah,tapi salah apa ya mencoba untuk mengingat,tapi kenyataanya memang tidak ada,yaudah mau enggak mau Regina harus menghadapinya,sampai di depan kantor bosnya.


“Permisi pak.”


“Masuk.”bos berbicara dengan nada datar,walau sebenarnya biasa aja dan sering di lakukan,kenapa rasa ada yang kurang dan tidak suka ya.


Regina duduk di kursi kosong di hadapan bos,bos hanya diam sembari melihat ke arah Regina dan juga sesekali,untuk melihat layar lcd untuk kerja.


“Kamu tau,saya panggil ke sini kenapa?”


Regina menganggukan kepala,dan merasa bahwa dirinya salah bermain-main dengan bos seganteng ini walau bagaimanapun,emang semua wanita akan mencintai bosnya si,tanpa di minta.

__ADS_1


“Kamu saya panggil ke sini untuk! Sini mendekat saya mau bicara,agak susah kalau terlalu jauh.”


Regina menurut saja kepada bos gantengnya,yang walau bagaimanapun,sih bos ganteng ini memang selalu memukau mau melakukan apapun kepada Regina.


“Kenapa kamu imut banget hari ini?”bos mengatakan itu tepat di kuping wanita polos nan cantik itu.


Regina menghindar dan bertatapan dengan bos,bos langsung diam begitu juga Regina yang mundur dari arah bos,walau bagaimanapun itu bos Regina. Regina tidak boleh macam-macam dengan bosnya.


“Maksudnya saya imut? Imut dari mana pak?”


“Enggak tau,saya ngerasa imut aja apalgi pas kamu ngedumel dalam hati,dumelin apa sih sampai saya penasaran kamu dumelin apa.”


Regina sontak kaget dan merasa malu,karena ketawan bosnya dirinya sedang mendumel barusan,setelah itu Regina tersenyum kepada bos,sambil beralasan.


“Enggak kok pak,enggak ada benaran.”


“Iyaudah kalau begitu,kamu boleh balik keruangan kamu ya.”


Regina balik keruanganya setelah balik keruangan,Regina langsung menghela nafas dengan baik dan teratur,walau bagaimanapun itu juga bosnya,seharusnya Regina bisa bersikap profesional.


“Kenapa kerjaan hari ini dikit ya? Apa sengaja ya bos,tapi buat apa?”


Bos mengetuk ruangan Regina,sembari Regina melihat ke arah jendela ruangan kantornya,Regina bergegas pergi ke arah pintu.


“Iya pak,ada apa?”Regina melihat ke arah bos yang sedang memerhatikan dirinya.


Bos langsung masuk keruangan Regina,tanpa bertanya apa-apa,sembari melihat sekeliling ruangan Regina.


“Bos.”Regina yang tidak mau ada yang salah paham denganya,atau dengan bosnya mencoba untuk berbicara lebih cepat dan jelas.


“Iya,ada apa Re.”


“Bos,ke sini ada ap?”


“Emang saya enggak boleh ke sini?”


Regina saat di tanya seperti itu sama bos,malah mati gaya dan tidak tau mau jawab apa,Regina merasa dirinya salah menandingi orang,karena orang ini adalah orang yang memberinya gaji,sekaligus cinta,eh maksudnya pekerjaan.


Bos tersenyum kepada Regina,bos langsung pegang kedua tangan Regina,Regina spontan kaget ketika bos pegang tanganya,bos langsung mengecup punggung tangan Regina. Regina kaget dan langsung reflek menampar bos.

__ADS_1


__ADS_2