
"Iyaudah tidur ya anak cantik."
Regina merasa malas dengan perbuatan Sam,yang seolah-olah tidak perduli kepadanya,kebesokan paginya di meja makan bareng orangtua mereka.
"Pagi ma,pa."suara mereka berdua yang terlihat baik-baik saja di depan orang tua mereka.
"Pagi sayang, ayo duduk makan sama mama dan papa."
Mereka berdua duduk dengan muka biasa aja tanpa ada masalah, setelah duduk Regina hanya mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan tidak untuk Sam.
"Sayang, kok kamu nggak ambil makanan buat suami kamu."
"Suami aku kan punya tangan mah, ngapain aku ambilin dia, Emang dia nggak ada tangan apa?"
Sam tersenyum mendengar perkataan Regina, sontak Sam mengambil makanannya sendiri.
"Oh iya sayang hari ini kamu, sibuk nggak?"
"Nggak tahu mah emang kenapa mah?"
"Enggak Kalau kamu nggak sibuk tadinya mama mau ngajak kamu jalan rame-rame gitu, soalnya kan kemarin kamu nggak ikut jalan jadi Mama ada nggak enak sama kamu, habisnya kamu sibuk terus sih jadi Mama juga bingung gimana ngajaknya."
Regina sontak menjawab perkataan mamanya dan tidak memikirkan perasaan suaminya.
"Udah mama pergi sama aku aja lagian dia nggak mau pergi juga kok sama mama dan papa, kita sendiri biarin aja nggak usah dipaksa kalau dia nggak mau nanti kalau misalkan dia mau juga ntar dia bisa ngajak sendiri kok."
Sam bingung dengan perkataan istrinya setelah itu, Sam menarik tangan istrinya ke kamar dan berkata.
"Kamu kenapa sih sayang? Sifat kamu aneh banget Dan kamu kenapa sih ada masalah ya?"
"Aku nggak ada masalah apa-apa kok emang kenapa?"
"Kamu masih nanya kamu kenapa? Kamu tuh aneh banget loh tadi ngomong di meja makan kayak gitu maksud kamu apa? Kalau misalkan mama dan papa berpikir yang nggak-nggak tentang kita gimana? Seolah-olah aku tuh kayak punya selingkuhan tau nggak sih kamu bicara kayak gitu."
"Emang kenyataannya ada kan dan buat apa juga ditutupin lagian kalau emang kamu nggak sayang sama aku juga nggak masalah kok dan aku juga, udah gK suka sama aku dan aku juga udah siap juga kalau misalkan aku nggak sama kamu."
"Eh kamu bicara apaan sih? Kamu tuh salah makan atau salah minum deh aku nggak ngerti sama kamu ada apa sih sama kamu?"
"Kamu tanya aja diri kamu sendiri? Aku udah males dan mau aku bicara sama kamu lebih baik kita udahan aja, kamu mau ke kantor kan Ya udah sana ke kantor aja."
Regina keluar dari kamar dan tidak memikirkan perasaan suaminya kembali, sampai di meja makan Mama serta papa melihat ke arah Regina.
"Sayang kamu nggak apa-apa kan sama suami kamu?"
__ADS_1
"Nggak apa-apa kamu emang kenapa?"
"Kamu kelihatan kayak nggak bahagia gitu? Apa karena kehadiran mama dan papa mengganggu kalian ya? Makanya kalian sampai marah gitu gara-gara Mama dapat mengganggu hubungan kalian."
Regina hanya tersenyum dan menggeleng kepala, seolah-olah bukan salah kedua orang tuanya tapi memang salah dari merekanya sendiri.
"Bukan kok mama dan papa, emang gak ada masalah apa-apa jadi tenang aja."
Sam membenarkan dasinya sembari kesal dengan istrinya sendiri dan nggak lama Sam. Melihat kedua orang tuanya serta tersenyum.
"Ma, Sam pergi dulu ya, ada urusan yang harus dikerjain dan Kayaknya emang kita nggak bisa pergi, lain kali aja emang kalau gitu."
"Iya nggak apa-apa kok sayang kamu hati-hati ya di jalan ke kantornya."
Regina terus makan dan tidak melihat ke arah suaminya sedangkan suaminya merasa aneh dengan istrinya sendiri.
"Sayang kamu bener nggak apa-apa? Kok kamu kayak benci gitu sih sama suami kamu."
"Aku sama sekali nggak benci, aku juga nggak peduli juga sama dia."
Nama dan papa hanya diam dan tidak ingin menanya lebih luas lagi, takutnya kalau nanya lebih luas nanti terjadi yang masalah besar.
"Regina aneh banget sih? Kenapa dia bicara gitu sama mama dan papanya kan gue jadi nggak enak, kalau ada orang tuanya benci sama gue gimana?"gumam sam.
Terdengar suara pintu dari arah luar menuju, ke ruangan Sam.
"Ya masuk aja."
Akhirnya sekretaris Sam masuk ke dalam ruangan Sam,Sam merasa dirinya tidak fokus ngapa-ngapain,sampai akhirnya rapat di mulai.
Regina terus diam tanpa berkata apa-apa,mama nya khawatir dengan anaknya.
"Sayang kamu beneran nggak apa-apa? Mama khawatir lho sama kamu."
"Mama nggak usah khawatir sama aku, aku nggak apa-apa kok, lagi mah bisa liat kan aku baik-baik aja nggak usah pusingin mah."
Mama hanya tersenyum tidak enak mendengar anaknya berkata demikian.
Selesai pulang dari jalan,Sam menunggu Regina di kamr,saat dikamar Regina menaruh tas sontak mandi,saat Sam mendekap dari belakang Regina hanya diam.
"Sayang,kamu kenapa sih? Ada yang gak benar ini sama kamu?"
"Kamu bicara apa sih? Kalau lagi gila jangan ajak-ajak orang bisa gak? Aneh tau gak! Seram!"
__ADS_1
Regina buru-buru mandi,karena malas sama sifat Sam yang gak jelas.
"Regina! Kalau kamu marah sama aku! Bilang jangan diam aja,aku gak akan ngerti kalau kamu diam! Paham!"
"Terserah,capek ngomong sama orang yang judulnya suami,tapi perlakuanya gak kayak suami,lebih ke selingkuhan doang."
Sam merasa kesal dan menojok dinding dekat Regina,Regina sontak diam melihat ke arah tangan Sam,saat ingin mengambil Sam menepis.
"Kamu tidur sini,aku tidur di ruang tamu!"
Sam membanting pintu dan keluar dari kamar,Regina hanya diam merasa takut kepada Sam yang berubah tidak seperti biasanya.
.
.
"Pagi ma,pa."
"Suami kamu gak ikut makan?"
Sam sudah pergi tanpa berkata kepada siapa-siapa,bibik menghampiri mereka di meja makan.
"Ibu,bapak udah pergi tapi bapak suruh gak usah kasih tau ibu,tapi bibik tetap bicara ke ibu."
"Makasih ya bik."
Bibik hanya senyum,kedua orangtuanya merasa ada yang tidak beres dengan mereka,semenjak kehadiran orangtuanya mereka jadi aneh.
"Sayang."
"Iya ma,ada apa?"
"Kamu jujur ya sama mama."
"Soal apa ma?"
Mama melihat ke arah papa,papa hanya menelan sulivanya tanpa berkata apa-apa.
"Kamu sama Sam ada apa? Dan sam ada hubungan sama wanita lain ya."
Regina hanya tersenyum sembari bingung,tidak tau mau menjelaskan apa gak lama,Regina pegang kedua tangan orangtuanya.
"Dia gapapa kok ma,pa cuman capek kerja aku sebenarnya lagi hamil,mungkin ini bawaan bayi juga kali ya?"
__ADS_1
Mama dan papa kaget mendengar hal itu gak lama,sontak papa serta mama melihat dengan dekat,kehadapan Regina anaknya.