Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
57.Sah cerai


__ADS_3

“Kakak,kenapa?”


“Enggak,emang kakak kenapa?”


Adik-adiknya mencoba menghibur kakaknya,walau dirinya tidak tau ada apa dengan kakanya.


"Kalian kenapa sih,bingung kakak sama kalian?"


Akhirnya mereka hanya diam dan tidak lama,mereka keluar Regina bingung ada apa.


"Ma,pa aku pulang kerumah Heri ya."


"Iya sayang."


Setelah memasak dan mengantar Selly ke sekolah,Regina balik kerumah bos,sontak bos kaget.


"Eh sayang?"


"Haii."


Regina sontak mendekap bos dengan erat,bos melihat ke arah Regina. Bos bingung ada apa dengan Regina.


"Benar-benar rindu banget sama bos."


"Bukanya kemarin kita baru ketemu ya."


"Emang kenapa sih bos,kalau baru ketemu enggak boleh rindu apa?"


Bos hanya diam dan tidak berkata apa-apa,sembari menemani makan akhirnya mereka hanya diam.


"Bos nanti mau pergi kerja ya."


"Iya sayang,emang kenapa?"


"Enggak kok,aku cuman nanya aja bos."


"Iyaudah deh kalau gitu."


Selesai makan,Regina menemani bos pergi kerja,setelah bos sudah pergi Regina bingung,dirinya mau ngapain.


"Her,sayang lagi apa?"


"Kenapa lagi?"


"Kamu kenapa sih sayang? Galak banget heran."


"Galak gimana? Enggak ngerti aku sama kamu."


Heri mencoba untuk tidak berantam dengan Ella tetap saja tidak bisa,karena bagi Heri emang hobi Ella adalah berantam.


"Her,jalan ayo,aku bosan dirumah."


"Mau kemana?"


"Terserah,aku ikut aja,aku bingung juga mau kamu kemana?"


"Lah,kan lu yang ajak bukan gua yang ajak aneh ih,ada-ada aja hidup lu."


Akhirnya mereka hanya diam dan memilih cari aman,balik ke Regina yang sibuk masak untuk bos.


"Makasih ya pak."


"Pak,tadi ibu masak banyak."


Bos berpikir ibu siapa ibu? Eh seketika berpikir oh Regina.


"Regina maksudnya?"


"Iya benar pak."

__ADS_1


"Baik pak kalau gitu makasih ya pak saya ke,dalam dulu."


"Baik pak."


Bos masuk ke dalam rumah,setelah masuk ke dalam rumah akhirnya bos hanya diam dan menaruh semua barangnya di sofa,sembari menghampiri Regina.


"Sayang,kamu ngapain?"


"Hmm,maksudnya ngapain. Apa?"


"Iya lagi apa? Cantik."


"Masak,mau coba enggak?"


Akhirnya Regina memberi makanan kepada bos dan bos hanya diam sambil makan.


“Enak enggak bos?”


“Enak kok,kalau buatan kamu mah,kenapa sayang?”


“Ih,aku seriu sayang? Enak enggak.”


“Enak sayang,kenapa sih?”


Regina tersenyum,sembari mengaduk makanan,sontak bos mengecup pipi Regina,dan Regina melihat ke arah bos.


“Sayang,kamu itu ya aku lagi masak,malah di isengin.”


“Emang gaboleh sayang.”


“Boleh kok,cuman aku enggak fokus gara-gara kamu.”


Selesai masak,akhirnya bos membantu Regina untuk menaruh ke piring,setelah taruh di piring,bos melihat ke arah Regina.


“Kamu ada apa? Masak segini banyak? Ada yang lagi mau kamu sampaikan ke aku.”


“Jujur,sampai sekarang aku enggak tau masakan kesukaan kamu apa? Jadi aku bisa masak,makanan yang aku bisa aja,maaf ya kalau banyak.”


Regina malah tersenyum,sembari mengalungkan tanganya ke leher bos,bos pegang kedua wajah Regina.


“Enggak kok,malah aku senang kalau kamu perhatian sama orang sayang,makasih ya aku enggak nyangka kamu masih ingat oranglain.”


“Iyaudah kalau gitu,kita pisahin yang mau kita makan,sama kita kasih orang,kalau udah bekas kita enggak baik aja benar enggak?”


Regina menganggukan kepala,sembari membantu bos,setelah selesai membantu bos,akhirnya makananya jadi dan mereka berdua santap makanan,yang di masak oleh Regina.


“Hmm,enak banget ya,senang deh tiap hari di masakin makanan enak.”


“Masa? Pas aku kerumah orangtua aku,kamu makan apa?”


“Biasa,aku pesan makanan di luar kalau enggak di masakin bibik,kenapa emang?”


“Ih,kenapa kamu enggak bilang ke aku,aku kan bisa masakin kamu sayang.”


Setelah itu mereka berdua hanya diam,sembari diam selesai makan mereka memberi orang rumah dan pos satpam seperti yang mereka bicarakan barusan.


“Senang ya sayang,kalau bisa berbagi sama orang.”


“Iya,jujur aku aja senang bisa berbagi sama orang,kalau kamu sendiri gimana sayang?”


Setelah selesai berbagi,mereka memutuskan pulang kerumah sampai dirumah,mereka bersih-bersih dan bertemu di sofa ruang tamu.


“Sayang.”


“Hmm,kenapa?”


“Kamu kok hari ini malam,baliknya ada apa?”


“Kenapa? Kamu kangen aku.”

__ADS_1


Regina menganggukan kepalanya,Bos yang mendengar itu tersenyum,sembari menghelus kepala Regina.


“Iya sayang,maaf ya semenjak kamu enggak di kantor,kerjaan aku jadi banyak,mau ganggu kamu kan enggak mungkin.”


“Enggak apa-apa sayang,kamu kasih aku aja pekerjaan kamu.”


“Lah? Emang kamu mau.”


“Mau,kalau bisa bantu kamu kenapa enggak?”


Bos yang mendengar itu sontak tersenyum,mendekap Regina dengan erat sembari mengecup kepala Regina.


“Makasih ya,kamu udah perduli sama aku,aku jadi enggak enak sama kamu sayang,aku cuman enggak mau nyusahin kamu sih itu aja,kalau aku masih bisa sendiri,kenapa aku harus repotin kamu.”


“Tuhkan,kamu mah kebiasaan semuanya di kerjain sendiri,kalau kamu emang butuh aku bantu,enggak apa-apa kok sayang,aku mau bantu kamu,lagian bantuin calon suami sendiri itu tugas dari bagian,istri juga kan.”


“Hmm,emang udah siap jadi istri aku.”


“Siap,kamu siap enggak?”


Bos yang mendengar itu sontak merangkul Regina,Regina mendekap kedua tangan bos sembari tidur di pelukan bos.


“Sayang kamu sayang.”


“Sayang kamu juga,sayang.”


Semalaman mereka berdua dekapan bersama,seraya dunia milik berdua setelah itu,dunia sudah berubah menjadi pagi.


“Pagi sayang.”


“Pagi,mimpi indah liat kamu ada di sebelah aku.”


“Hah,masa?”


“Iya dong,masa enggak.”


“Dih,apaan sih.”


Regina sontak cuci muka dan sikat gigi,sedangkan bos mandi di toilet atas,setelah selesai Regina masak yang sederhana,setelah itu menunggu bos turun,handphone Regina berdering dari Ella.


“Halo.”


“Halo Re,boleh kita ketemu.”


“Bicara aja,mau bicara apa?”


“Enggak bisa liat telepon,bisanya lewat ketemu.”


Regina merasa firasat nya tidak enak,ada apa dengan Ella yang tiba-tiba ajak bertemu enggak ada apa-apa,tiba-tiba ajak ketemu.


“Cantik,kenapa melamun?”


“Ini,Ella ajak aku ketemu,aneh banget kan,enggak ada apa-apa ajak ketemu,aku bingung dia kenapa?”


“Hmm,kalau kamu takut lewat telepon aja sayang.”


“Hmm,udah tapi dia enggak mau.”


Bos juga mulai merasa curiga dengan Ella,Regina mencoba meyakinkan bos mendekap kedua tangan bos.


“Kamu tenang aja,aku bakal ketemu dia kok.”


“Pakai pengawal ya.”


“Hmm,boleh tapi dari jarak jauh ya,biar enggak ketawan dia,takutnya dia sadar malah enggak tau nanti dia mau bicara apa.”


“Ok sayang.”


Bos hanya diam,sembari makan yang ada di piringnya,Regina yang melihat itu tersenyum sembari mengambil makanan bos.

__ADS_1


“Sini,aku suapin,biar kamu enggak kepikiran terus.”


Bos hanya diam,sembari menurut kepada Regina,selesai makan bos melihat ke arah Regina dan Regina tersenyum.


__ADS_2