
“Sayang.”
“Apa Regina.”
“Harus banget kamu ke kantor ya?”
“Iya sayang.”
Regina terdiam mendengar perkataan Sam.Sam melihat ke arah handphone,enggak lama melihat ke arah Regina.
“Sayang,kamu kenapa?”
“Enggak,masih khawatir aja sama kamu.”
“Khawatir apaan sayang?”
“Hmm,nanya lagi udahlah sanah pergi hati-hati ya.”
Akhirnya mereka hanya diam,enggak lama Sam mengecup kening Regina dan tersenyum kepada Regina,sembari pegang kedua pundak Sam.
“Istri aku,aku pergi ya kalau udah sampai kantor,aku hubungin kamu ok.”
“Ok sayang.”
Sam pergi dari hadapan Regina,enggak lama Regina hanya diam,sembari itu Sam terus melihat ke arah Regina dari jendela mobilnya.
.
.
“Pagi pak Sam.”
“Pagi,semuanya ayo kita mulai rapat.”
Sifat dingin Sam di kantor,sangat berbeda ketika ia bersama orang yang ia cintai Regina,enggak lama Regina terus memikirkan Sam.
“Hmm,Regina lagi apa ya? Duh kepikiran Regina terus,kenapa sih gua?”
Selesai urusan di kantor,Sam pergi dengan membenarkan kerah jasnya enggak lama,ada Ella yang menghampiri Sam.
“Sam!”
“Hmm,kenapa Ella?”
“Maksud kamu apa suruh petugas kemanan kamu,aku enggak bisa ketemu kamu hah?”
“Itu hak istri aku bukan aku,mereka cuman jalanin perintah aja,ada apa emang?”
Ella mengertakan giginya,enggak lama handphone Sam berdering dari Regina.Sam tersenyum sembari itu Ella merasa kesal karena di tinggal Sam.
“Iya sayang,bentar lagi aku ke sana.”
Sampai di restauran yang udah di pesan Sam bersama Regina,Sam sontak mendekap Regina.Regina marah karena Sam lama datangnya.
__ADS_1
“Sayang,kamu kemana aja? Kok lama.”
“Hmm,urus hama dulu tadi maaf ya sayang.”
“Ha-hama? Siapa?”
“Haha udahlah enggak penting sayang,ayo duduk.”
Regina masih bingung siapa yang di maksud oleh Sam,setelah duduk akhirnya mereka saling menatap satu sama lain dan pegangan tangan.
“Sayang.”
“Iya sayang,ada apa Regina cantik.”
“Hmm,semenjak aku ada masalah,aku jadi lebih kangen kamu,kenapa gitu ya?”
Deg
Sam yang mendengar itu bingung mau menjawab apa,enggak lama handphonenya berdering di saat Sam,mengambil di sakunya di ambil oleh Regina.
“Enggak ada telepon-teleponan aku mau berduaan sama kamu,susah banget sih ih!”
“Hmm,boleh aku liat dulu takutnya penting.”
“Ok ini,tapi kalau Ella jangan ya.”
Sam menghelus kepala Regina,sembari melihat siapa yang telepon,dan penting akhirnya Sam mengangkat telepon di depan Regina sembari senyum.Regina terus melihat ke arah sam dan tidur di tangan Sam.Sam yang melihat itu sontak mengecup pucuk kepala Regina.
“Baik pak,makasih ya pak.”
“Hmm,sayang kamu kenapa enggak bangunin aku,kan aku jadi malu.”
“Iya,siapa suruh kamu manis banget kalau lagi tidur,masa ya istri aku ngantuk dan kangen sama aku,aku bangunin nanti mimpi indahnya jadi mimpi buruk.”
Regina tersenyum sembari mengecup pipi Sam,sembari mendekap lengan Sam dengan erat.Sam menghelus kepala Regina.
“Aku sayang kamu Sam.”
“Sayang kamu juga Regina.”
Sembari makan mereka melihat pemandangan sekitar restauran,enggak nyangka ternyata Sam menyiapkan sesuatu untuk Regina.
“Sam!”
Sam mengambil tangan Regina dan melihat ke arah Regina,Regina tersenyum sembari di iringi musik yang udah di sewa oleh Sam.
“Sayang aku Regina,aku emang bukan pria sempurna aku juga pernah,melakukan kesalahan,maukah kamu menikah dengan aku? Dan berjanji bersama aku hingga tua?”
“Mau! Mau banget!”
Sam yang mendengar itu tersenyum,sembari Sam memakai cincin di jari manis Regina,sembari Regina mendekap Sam.
“Makasih sayang.”
__ADS_1
“Aku yang makasih karena kamu udah mau jadi wanita aku sayang.”
“Kamu romantis juga ya,aku kira kamu cuman kulkas 5 pintu.”
Sam tersenyum sembari pemain musik pergi,akhirnya Sam mengajak Regina ke balkon dekat restauran.
“Sayang ini tempat apalagi.”
“Bagus enggak tempatnya? Kamu suka enggak? Ini yang paling penting sih,karena kalau kamu enggak suka semuanya sia-sia sayang.”
“Apaan sih kamu,jangan bicara gitu ah semua yang kamu lakuin pasti aku hargain kok sayang,tenang aja ya.”
Sembari mendekap Regina dari belakang,dan Regina merasa ia wanita paling beruntung karena bisa menjadi istri Sam.
“Ada kejutana buat kamu,udah siap belum?”
“Duh Sam,kejutan apalagi?”
“Udah kamu tenang aja oke.”
“Iyaa.”
Sam melihat ke arah langit,sedangkan Regina melihat ke arah Sam. Saat mulai Regina malah mengecup Sam sontak Sam kaget sembari membalas kecupan tersebut.
“Makasih suami aku.”
“Sama-sama istri aku.”
Melihat kembang api bersama,enggak lama kembang api selesai,di restauran ada keributan Sam selalu mengamankan Regina dulu.
“Sayang,kamu tunggu aku di mobil,aku harus selesain ini dulu.”
“Enggak! Aku mau bareng kamu.”
“Jangan,aku sendiri aja bye sayang,aku sayang kamu.”
Sam dan Regina berpisah,Regina di bawah oleh bawahan Sam untuk mengamankan Regina,sedangkan Sam mencari biang kerecohan acara melamar Regina.
“Ketemu lagi kita Sam,ternyata lu orangnya tepat janji juga ya,gua kira lu cuman asal bicara aja!”
“Lu mau ngapain sih bingung gua sama lu? Enggak ada capeknya ya,ngejar orang yang enggak suka sama lu.”
“Bisa enggak lu enggak asal bicara,lu tau darimana Regina enggak suka gua? Regina enggak suka gua,karena kehadiran lu! Enggak tau diri lu ya.”
Sam hanya diam,enggak lama Heri berkelahi dengan Sam,Sam sontak menangkis pukulan Heri tersebut sembari mengunakan kepala dingin.
“Lu mau apa sih!”
“Gua mau lu balikin apa yang gua punya.”
“Balikin? Lu kira Regina barang,dia itu orang enggak heran sih kenapa,dia enggak suka lu. Lu sama mama lu sama aja,memperlakukan dia kayak barang bukan orang,jadi buat apa juga lu,seolah-olah dia milik lu,sadar diri dia udah bahagia sama hidup dia,jadi jangan bikin dia tambah susah paham lu!”
Saat sam mau pergi semua pengawalnya melindungi Sam,dan menarik Heri.Sam melihat Heri dengan tatapan sinis.
__ADS_1
“Her,lu harus sadar gua siapa dan lu siapa? Kalau mau cari gara-gara,pandang dulu yang jadi lawan lu cocok enggak sama lu,kalau Regina lebih pilih gua wajar,karena dia tau gua mampu untuk jaga dia,enggak kayak lu hanya anak mami yang sok dewasa! Sadar diri lu enggak ada setengahnya dari gua!”
Sam merapikan pakaianya,sedangkan Heri di urus oleh bawahanya Sam,Sam naik ke mobil yang ada Regina sontak Regina mendekap Sam dengan erat,walau Sam merasa sedikit sakit saat berantam dengan Heri.