Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
88.Sulit di mengerti


__ADS_3

“Iyaudah kamu blok dia aja,kayaknya udah aku blok kenapa masih aja kamu buka?”


Sam terdiam dan merasa akan ada kemarahan untuk kedua kalinya,sampai akhirnya Sam bingung harus berbuat apa kepada Regina.


“Iya maaf sayang.”


Handphone mereka berakhir di situ aja,enggak lama Regina mendobrak pintu kantor Sam,Sam sontak kaget melihat ke arah Regina.


Regina merebut handphone Sam,enggak lama Sam hanya diam.Regina membalikan handphone Sam,dengan tatapan takut.


“Kenapa?”


“Enggak sayang,enggak apa-apa emang aku kenapa?”


“Kamu marah karena aku enggak kasih hubungan bersama Ella?”


“Enggak,kata siapa? Aku senang kok kalau kamu enggak kasih aku hubungan lagi sama Ella.”


Regina terdiam sembari melihat ke arah muka Sam,Sam tetap tidak mau melihat ke arah Regina da terus menundukan kepala ke bawah.


“Sayang.”


Sam sontak menegok ke arah Regina dengan tatapan kaget,melihat Regina yang ada di depan mata,enggak terasa sedekat itu jarak bersama Regina.


“Kenapa? Kamu kaget? Ngeliat aku dekat sama kamu.”


“Hmm,kenapa jarak kamu dekat banget sama aku.”


“Iya begitulah,maaf kalau gitu aku pergi dulu ya.”


“Mau kemana kamu.”


Sam terdiam lagi dan bingung mau cari alasan ke mana,enggak lama akhirnya mereka hanya diam sembari melihat satu sama lain.


Regina mendekap Sam dan Sam diam aja,tanpa berkata apa-apa sembari membalas dekapan Regina kepadanya.


“Sayang.”


“Apa Regina?”


“Hmm,aku kangen tau berdua sama kamu.”


“Iya,sama kok kan situasinya emang lagi enggak bisa,masa ya di paksa.”


Regina melihat ke arah Sam,Sam sembari merapikan rambut Regina dan Regina juga pegang kedua wajah Sam.


“Makasih ya kamu udah baik sama aku.”


“Iya sayang sama-sama yaudah kalau gitu,aku pergi ke kantor dulu ya,kamu enggak apa-apa kan? Kalau aku tinggal.”


“Iyaudah kalau gitu bye,hati-hati ya aku juga mau pulang.”


“Iyaudah kalau gitu aku antarin mau?”


Regina mengeleng kepala,sembari tersenyum dan mengecup pipi Sam,yang sedang diam aja tanpa berkata apa-apa.

__ADS_1


“Aku enggak mau ngerepotin kamu sayang,jadi aku biar sendiri aja bye sayang.”


“Bye,kalau udah sampai kabarin ya.”


“Iya sayang.”


Regina sontak pergi bersama Sam,enggak lama ada Ella di lobi,Regina melindungi Sam sembari Ella ingin mendorong Regina,udah di dorong lebih dulu oleh Sam.


“Mau ngapain lu,bisa enggak jangan ganggu cowo gua,gua enggak suka kalau lu ganggu cowo gua paham lu!”


“Hmm,cowo lu belum tentu nikah kan?”


“Kita udah mau persiapin pernikahan lu datang ya,duduk di depan sama Heri,bye.”


Regina menarik tangan Sam,Sam hanya tersenyum enggak lama handphone Ella berdering,dari Heri sontak Ella mengangkat telepon dari Heri.


“Apa sayang?”


“Kamu lagi dimana?”


“Lagi belanja,kenapa kamu mau nyamperin aku?”


“Ok,aku ke sana.”


Ella sontak pergi dari situ ke mall,setelah sampai di mall akhirnya Ella kebali memperbaiki riasanya,enggak lama akhirnya ketemu dengan Heri.


“Sayang.”


Ella mendekap Heri dengan erat,enggak lama mata mereka saling memandang satu sama lain,sembari Heri merapikan rambut Ella.


“Senang dong,kan kamu kesayangan aku,kamu sendiri mau ngapain?”


“Enggak kok,cuman mau ketemu aja oh ya kamu belanja apa? Kok aku enggak liat belanjaan kamu?”


“Hmm,enggak ada yang aku suka,soalnya udah aku punya sendiri,makan aja ayo.”


Sampai di kafe kesukaan mereka,Ella terus kepikiran soal Sam,sepertinya Ella sudah memiliki rasa dengan Sam,sedangkan Heri di depanya hanya dia anggap enggak penting.


“Sayang,kamu kenapa melamun aja terus?”


“Emang,aku melamun ya? Enggak kok,aku lagi mikirin perusahaan aku aja.”


“Oh perusahaan kamu kenapa? Mau aku bantu?”


“Enggak usah,enggak apa-apa kok cuman lagi pengen ngembangin aja,biar lebih besar lagi gitu,hehe maaf ya kalau aku rada enggak fokus pergi sama kamu.”


Heri hanya tersenyum,sembari pegang tangan Ella,Ella yang melihat itu diam sembari membalas pegangan tangan Heri.


“Kamu tenang aja,aku enggak bakal tinggalin kamu kok.”


“Makasi sayang.”


Ella merasa dirinya sudah jahat kepada Heri,giliran Heri udah sayang dia malah dia enggak sayang Heri,lantas apa yang harus ia lakukan.


.

__ADS_1


.


“Pft,capek.”


Sam masuk ke kamar dalam keadaan kamar yang gelap,Sam bingung mengapa kamarnya gelap,tadi pas dia tinggal terang aja kayaknya.


“Sayang.”


Sam sontak loncar dari tempat tidur dan melihat ke arah orang yang memanggilnya sayang,saat melihat ternyata.


“Regina! Sayang,kamu ngapain ke sini?”


“Kata orangtua aku,masalahnya udah selesai,jadi aku di suruh di sini,temanin kamu,kamu senang enggak?”


“Hah? Emang mama dan papa pengertian ya,senanglah senang banget.”


Sam sontak mendekap Regina dengan erat,sampai Regina merasa bahagia melihat Sam bahagia,enggak lama Sam pegang kedua wajah Regina.


“Ini benaran kamu kan? Aku enggak mimpi.”


“Iya aku sayang,emang kamu sering mimpiin aku? Duh sayang aku,kamu mimpiin aku apa? Kalau aku boleh tau?”


“Enggak istimewa sih,biasa aja aku sering mimpi kalau kamu udah di dekat aku,terus pergi lagi makanya aku nanya ini mimpi apa bukan?”


Regina yang mendengar itu sontak mendekap Sam dengan erat,sam kaget saat melihat sikap Regina seperti itu kepadanya sembari,bahagia di perlakukan seperti itu kepada Sam.


“Kalau aku pergi,kenapa enggak di tahan.”


“Enggak bisa di gapai,gimana mau tahan.”


Regina sembari merapikan rambut Sam,kasian mendengar Sam pernah mimpi seperti itu tentangnya,enggak lama Regina mengecup Sam.


“Maafin aku di mimpi ya,kamu benci aku enggak yang di mimpi?”


“Enggak benci,cuman mikir aja,aku buat salah apa? Sampai kamu begitu sama aku.”


Regina tertawa mendengar pengakuan Sam,enggak lama handphone Regina berdering dari Heri,Sam yang melihat itu pergi di tahan oleh Regina.


“Halo Heri,ada apa?”


Membuka pengeras suara agar tidak ada rahasia antara mereka,Sam dia melihat ke arah Regina sembari mengecup Regina,sontak Regina kaget yang sedang teleponan dengan Heri.


“Re,lu dengar gua kan?”


Regina mendorong Sam dan Sam tetap melakukan itu,enggak lama Heri mengakhiri telepon dan merasa kesal dengan Sam.


Sam sontak melihat ke arah Regina,Regina terlihat kesal serta kecewa kepada Sam,Sam berhenti sembari melihat Regina.


“Kamu kenapa si Sam? Aneh banget? Ada apa sama kamu sebenarnya?”


“Aku enggak suka wanita aku teleponan sama laki-laki lain,tapi kalau kamu mau bicara sama dia boleh,tapi kamu jangan kerumah aku lagi anggap aja kita enggak ada hubungan apa-apa,mulai sekarang aku bebasin kamu dan kamu harus milih.”


“Egois kamu!”


Sam pergi ke arah pintu keluar dan membanting pintu,sedangkan Regina merasa lelah kepada Sam,yang tiba-tiba suka marah enggak jelas.

__ADS_1


__ADS_2