
“Tumben kamu ajak aku,ke tempat kayak gini?”Regina merasa aneh kepada Sam.
“Kamu suka kan? Kalau suka yaudah nikmatin aja,aku senang kalau liat kamu bahagia.”
“Hmm,makasih Sam. Kamu tau aja kalau aku butuh tempat seperti ini untuk mencari udara segar.”
“Iya sayang sama-sama aku beli minum dulu ya,kamu tunggu sini aja aku enggak lama kok.”
Regina hanya tersenyum kepada Sam,enggak lama Sam masuk ke dalam mobilnya dan datanglah Heri,Regina bingung mengapa ada Heri di depan matanya.
“Heri! Kok ada lu di sini? Lu ikutin gua? Sam..Sam sayang.”
“Sam yang suruh gua ke sini.”
“Hah? Enggak mungkin dia kan benci banget sama lu,mana mungkin dia suruh lu ke sini.”
“Mau gua telepon?”
Regina menganggukan kepalanya,enggak lama Heri telepon Sam dan berbicara dengan pengeras suara,agar Regina bisa dengar.
“Kenapa Her?”
“Lu suruh gua ke sini kan Sam? Buat temanin Regina.”
“Iya,jagain dia ya gua tau yang dia butuh itu lu! Bukan gua.”
“Oke makasih ya Sam.”
Telepon termatikan enggak lama Regina berlari kejar mobil Sam,Sam yang menanggis melihat ada Regina sontak melaju dengan mobilya.
“Sam! Kenapa sih? Kamu salah paham sayang.”
Regina menampar Heri,Heri hanya diam tidak bisa berkata apa-apa,enggak lama Heri pegang kedua pundak Regina.
“Kenapa lu pukul gua? Ini semua Sam lakuin buat kita,gua juga enggak bisa pura-pura suka sama Ella,gua udah coba gua sayang sama dia karena dia hamil anak gua,ternyata dia bohong.”
“Terus? Mau lu apa sekarang ke gua?”
“Gua mau kita balik ke awal,Sam juga bilang kalau lu sayang gua,gua juga sama kok Re,kita balik lagi ya.”
Regina pergi dari hadapan Heri dan mencari angkutan umum untuk pulang,dirinya sudah lelah tidak makan dan mencari angkutan umum tidak semudah itu.
Sam merasa dirinya salah dan mendengar suara hati Regina,enggak lama Sam balik walau sebenarnya dirinya sudah hampir sampai kerumah,enggak lama Sam bertemu dengan Regina.
“Re..Regina.”
“Ngapain kamu ke sini? Aku udah kamu anggap aku beban di kehidupan kamu,kamu jangan pernah lagi ketemu aku.”
“Enggak Re,kamu salah paham aku tau dan sadar kamu sayang Heri,makanya ak-”
Regina menampar Sam,Sam terdiam dan Regina menanggis dengan tersedu-sedu enggak lama,Sam mendekap Regina.
“Dasar Sam enggak peka! Kalau aku suka sama Heri,ngapain aku mau tinggal sama kamu.”
“Habis,kamu ketemu dia terus diam-diam daripada diam-diam,mendingan sekalian aku aja yang antar biar jelaskan.”
“Bicara lagi,kamu akan tau akibatnya Sam.”
“Habis,kau kete-”
__ADS_1
Regina sontak mengecup Sam,Sam hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa dan tidak ingin membalas Regina seperti patung.
“Kenapa? Udah bosan sama aku,makanya enggak ada reaksi.”
“Aku enggak tau gimana perasaan kita Re.”
Regina kesal mendengar perkataan Sam,sampai akhirnya Regina mendekap Sam dengan erat sampai Sam merasa sakit.
“Sakit Re.”
“Bagus! Siapa suruh berani hukum gua kayak gitu,sekarang giliran gua hukum lu balik,gimana rasanya dihukum gak enak kan? Makannya jangan hukum gua balik.”
Sam tersenyum dan baru mengerti orang yang ia sayang itu Sam,bukan Heri setelah itu mereka pulang kerumah.
“Lapar.”
“Mau makan apa Re.”
“Hih! Re ra re sayang!”
“Haha,iya mau makan apa sayang?”
Regina merasa kesal dengan Sam,tapi ia sadar setiap hubungan pasti ada yang namanya rintangan,tapi ia akan selalu memperjuangkan cintanya dengan Sam.
Sampai dirumah Regina sontak masak,Sam melihat Regina dari belakang dan hanya diam dan tidak bisa berbicar apa-apa.
“Re.”
“Hmm.”
“Mau aku bantuin enggak?”
Sam berdiri dari kursinya dan jalan ke arah Regina,sembari Regina memotong bawang putih.
“Kamu emang bisa?”
“Bisa kayaknya.”
“Udah jangan,aku enggak mau kamu kenapa-kenapa kamu diam aja di situ,aku bisa urus kok,jadi jangan repot ya paham?”
Sam tersenyum sembari mengecup kening Regina,Regina senang dengan baliknya sikap Sam kepada dirinya.
"Iyaudah ya,ini dapur kamu,enggak bakal aku ganggu."
Regina tersenyum melihat kebaikan Sam,enggak lama Regina selesai masak dan menyeka keringat Regina.
"Capek ya sayang."
"Iya capek."
"Lagian tadi mau aku bantuin,kamu malah gamau? Dasar wanita ribet."
Regina hanya mengerutkan dahinya dan merasa bete dengan perkataan Sam. Sembari melihat ke arah Sam.
“Kenapa lagi? Aku salah ya?”
“Hmm menurut kamu? Kamu salah apa benar sayang?”
“Iya salah,maaf ya sayang.”
__ADS_1
Regina hanya dim tidak berkata apa-apa,enggak lama di mulut Regina belepotan makanan.
“Sayang itu belepotan.”
Regina mencoba untuk melap,tapi enggak tau yang mana,enggak lama akhirnya di bantu oleh Sam.
“Udah,bersih.”
“Ok sayang.”
“Hmm habis ini kamu langsung istirahat,nanti aku yang beresin.”
“Enggak,bareng aja.”
Sam bingung ada apa dengan Regina,semenjak pulag Regina lebih manja dari biasanya.
“Kamu marah ya sama aku? Makanya manja begini?
“Enggak.”
“Terus?”
“Takut kamu berubah lagi,makanya aku lebih manja.”
Sam hanya tersenyum,sembari menghelus kepala Regina,enggak lama Regina hanya diam dan mendekap Sam.
“Sam,sayang kamu.”
“Sayang kamu juga sayang.”
Sedangkan Heri masih tetap di pantai dan melempar batu kecil ke dalam genangan air yang tenang.
“Mungkin gua aja yang terlalu berharap,Regina memiliki perasaan yang sama ama gua,mana mungkin wanita kayak dia memiliki perasaan yang sama,kayak gua.”gumam Heri.
Handphone Heri berdering dari Ella,Heri hanya tersenyum dan memahami sejauh apapun dirinya melangkah,hanya wanita ini yang selalu ada untuknya.
“Iya,kenapa?”
“Lagi dimana? Mama sama papa lu khawatir,pulang.”
Heri merasa bingung,ada apa dengan Ella tumben Ella enggak berkata aku dan kamu kepada Heri.
“Lagi di pantai,kenapa? Sini nyusul.”
“Enggak,gua mau tidur kalau lu udah pulang,hati-hati ya gua,mau balik lanjut tidur lagi.”
“Tunggu.”
“Apalagi.”
Heri merasa tidak nyaman mendengar Ella memanggilnya lu dan gua,bukan aku dan kamu.
“Lu kenapa El?”
“Kenapa apanya?”
“Kok lu panggil gua dengan sebutan gua dan lu?”
Ella hanya diam dan mematikan telepon,tanpa berkata sepatah katapun,Heri yang mendengar itu bergegas ke rumah Ella,sedangkan Ella menghela nafas dan sudah lelah untuk mempertahankan rasa cintanya kepada Heri.
__ADS_1
Ia pikir sudah tidak ada kesempatan untuk membangun cinta bersama Heri,karena di pikiran Heri hanya Regina seorang untuk apalagi,mencintai orang yang tidak mencintai dirinya sendiri.