
"Kenapa sayang? suami kamu ganteng ya."
Regina sontak mengecup Sam,tanpa meminta izin kepada Sam,Sam bingung ada apa dengan Regina,enggak lama Regina mendekap Sam dengan erat.
"Sayang,kamu kenapa sih? kamu salah makan ya? tadi makan apa?"
"Aku enggak salah makan kok,aku cuman takut kehilangan kamu,maaf kalau reaksi aku berlebihan."
"Sayang,kamu bicara apa sih? kehilangan siapa hei? mana mungkin aku tinggalin kamu,atas dasar apa aku tinggalin kamu? kurang kerjaan banget,dan apa untungnya kalau aku tinggalin kamu."
"Jadi?"
Sam mendekap Regina dengan erat,enggak lama Regina merasa di cuekin oleh Sam,Sam sontak melihat ke arah Regina dengan pegang dagunya dan mengecup Regina.
"Enggak usah banyak mikir,bisa enggak? diam aja dan jangan pikir terlalu jauh,pikirin yang sekarang aja,jangan jauh-jauh paham anak cantik."
"Hmm,gak mikir jauh kok cuman mau tau aja,gak ada maksud apa-apa."
"Iyaudah kalau gitu."
Sampai dirumah,akhirnya mereka berdua keluar dari mobil,sampai di kamar Regina tetap diam dan mikir,ada apa dengan Sam,kenapa Sam kadang bisa dingin dan perhatian di samaan.
"Sayang,kenapa?"Sam yang melihat ke arah Regina.
Regina yang melihat itu hanya diam,sembari Sam jalan ke arah Regina,Regina juga melihat ke arah Sam,sembari Regina hampir jatuh.
"Sa-sayang kau kenapa sih."
Sam mendekap Regina dengan erat,enggak lama Regina merasa kepalanya pusing,Sam bingung ada apa dengan Regina membawa Regina kerumah sakit.
"Dok,ada ap-"
"Sebentar saya cek,tunggu."
Setelah lama menunggu akhirnya dokter keluar dan Sam melihat ke arah dokter,enggak lama dokter hanya tersenyum kepada Sam.
"Tenang aja,istri anda enggak apa-apa hanya saja dia tidak makan seharian,jadi perutnya merasa kosong makanya kepalanya pingsan dan dirinya merasa lemas."
Sam terdiam dan berpikir,benar juga kan dari tadi dia cuman isengin Regina,sampai ia lupa Regina udah makan apa belum.
"Baik dok,kalau gitu makasih ya dok."
Dokter pergi dari hadapan Sam,Sam sontak melihat ke arah jendela ruangan Regina,enggak lama Sam masuk ke dalam ruangan Regina,sembari pegang tangan Regina.
__ADS_1
"Sayang,maaf ya aku gak peka sama kamu,harusnya aku lebih peka dan bukan suruh kamu yang peka duluan,sekali lagi aku minta maaf sayang."
Sam tidur di tangan Regina,Regina yang sadar merasa tanganya pegal gak lama,ternyata ada Sam di depan matanya,enggak lama Regina meghelus kepala Sam.
"Sayang,kamu ngapain di sini?"
Mama dan papa masuk ke dalam ruangan sembari melihat ke arah Regina,Regina tersenyum melihat ke arah mama dan papanya,enggak lama Sam bangun.
"Ma,pa maaf ya."
"Iya sayang enggak apa-apa ini bukan salah kamu,salah Regina,kenapa dia gak mau makan dan malah tungguin kamu aja."
"Hmm,bukan kok ma,ini salah aku.aku terlalu serius kerja sampai lupa sama istri aku sendiri."
Mama hanya tersenyum melihat tingkah Sam,yang begitu bertanggung jawab layaknya seperti laki-laki enggak lama,Regina hanya diam dan ikut tersenyum melihat mereka semua.
"Iyaudah kalau gitu,mama duduk,aku mau pergi dulu beli makan,mama sama papa udah makan?"
"Kamu makan di rumah sakit?"
"Enggak kok,aku makan pesan mama sama papa mau apa? atau selly dan Tiara?"
Kedua adiknya hanya mengeleng kepala,yang mengartikan tidak sampai akhirnya Sam paham dan tersenyum saja kepada mereka,enggak lama Sam keluar dari ruangan.
"Aku enggak apa-apa kok ma,cuman kecapean aja dan lupa makan."
"Kok bisa kamu lupa makan? emang kamu mikirin apa? sampai lupa makan?"
"Enggak ada,aku sendiri juga bingung sama diri aku kok bisa ya,aku lupa makan."
Mama sontak memicingkan matanya kepada Regina,enggak lama handphone papa berdering,Regina hanya diam dan mama tetap perhatian kepada Regina.
"Jangan begitu lagi ya Re,awas kamu."
"Iya ma,maaf ya ma."
Mama pergi dari ruangan Regina,enggak lama bertemu dengan Sam yang membawa banyak makanan,serta bingung ada apa.
"Loh,mama mau kemana?"
"Pulang sayang,mama titip Regina ya."
"Oh yaudah ini makananya ma."
__ADS_1
"Banyak banget kamu udah makan?"
Sam hanya tersenyum kepada mama Regina,enggak lama Regina membawa makanan yang ada di tangan Sam,semuanya dan Sam masuk keruangan Regina.
"Hi sayang,kamu habis darimana?"
"Eh? kamu ngapain? kok berdiri-berdiri?"
"Mau ke toilet,kebelet emang aku gak boleh ke toilet ya?"
"Oh yaudah sini aku bantu."
Sam sontak mengendong Regina ke kamar mandi,sampai di depan kamar mandi Sam hanya diam dan gak lama akhirnya Regina masuk ke dalam toilet.
Sam hanya diam menunggu Regina,enggak lama Regina keluar dari toilet sontak kaget melihat ada Sam,Sam tersenyum pegang kepala Regina.
"Sayang,kamu gimana keadaanya masih sakit?"
"Enggak kok,udah jauh lebih baikan,oh ya kamu gak pulang? udah malam loh?"
"Aku tidur sini,jagain kamu. aku gamau kamu kenapa-kenapa lagi,jadi aku lebih milih tunggu disini jagain kamu aja sayang,boleh kan?"
"Hah? kenapa gitu? janganlah kan gak lucu kalau kamu sakit,nanti kantor kamu gimana?"
Sam mengerutu mendengar perkataan Regina,Regina bingung ada apa.apa dirinya salah bicara,enggak lama Regina merangkul Sam sembari melihat muka Sam.
"Sayang,kamu kenapa? kok marah."
"Enggak nyangka aja kamu lebih perduli sama perusaahaan aku,daripada akunya yang bosnya."
"Iyaampun sayang,aku kira kamu kenapa? kamu kenapa sih sekarang mudah marah banget,bingung deh aku sama kamu,kamu salah makan ya apa gimana?"
"Aku gak salah makan,tapi kamu yang terlalu jahat sama aku,makanya aku malas sama kamu."
Regina hanya diam dengan lemas,enggak lama Regina berjalan sendiri ke arah kasurnya.dibantu oleh Sam.
"Enggak usah,kamu kan benci sama aku,buat apa kamu perduli sama aku,aku gak minta kamu perduli kok,lagian aku juga biasa sendiri ini bukan pertama kali,aku sendiri."
Sam menyesal bicara begitu kepada Regina,enggak lama Regina tidur di kasurnya di temanin Sam.
"Sayang,maafin aku udah egois sama kamu ya,aku gak nyangka kamu bakal marah,tapi aku harap kamu bisa maafin aku ya,i love you sayang."
Regina yang mendengar itu hanya diam sembari mengeluarkan air mata.
__ADS_1
Kebesokan paginya Sam menemani Regina dirumah sakit,Regina merasa kasian kepada Sam sampai akhirnya Sam bangun,enggak lama Sam melihat ke arah Regina.