
"Bos,mandi gih aku mau bersih-bersih."
"Aku bantu ya,kasian kamu sendirian sayang."
"Enggak apa-apa kok,aku bisa sendiri,malah aku enggak enak,kalau harus repotin kamu."
"Hmm emang kenapa sih sayang?"
Regina bingung dengan perkataan bos,setelah itu bos menghampiri Regina.
"Apa yang kamu bingungkan sayang aku."
"Enggak ada cuman lucu aja dengar,kamu bicara kayak gitu."
"Hmm dasar ya kamu,sentil ini."
Bos tersenyum,sembari pergi bersih-bersih,selesai bersih-bersih akhirnya sibuk masing-masing.
.
.
"Pagi Ella."
"Pagi Heri."
"El,nanti jalan ayo."
"Kamu mau ajak aku ke mana?"
Ella yang di ajak jalan oleh Heri,membuatnya bahagia sedangkan Heri,entah mengapa merasa ada sedikit rasa kasian dengan Ella.
"Sayang,aku udah siap."
"Iyaudah kalau udah siap ayo jalan."
"Buru-buru banget sih sayang,emang kita mau ke mana juga."
Heri hanya tersenyum,sembari pegang tangan Ella.
Sampai di tempat tujuan Heri mengajak Ella ke pantai,Ella bingung kenapa Heri ajak dirinya ke pantai.
"Sayang,kenapa kamu ajak aku ke sini?"
Heri sontak meninggalkan Ella,Ella bingung dan mengejar Heri.
"Sayang,kamu mau kemana? Kenapa kamu mau tinggalin aku?"
Heri hanya diam seribu bahasa tanpa berkata apa-apa,sedangkan Ella bingung ada apa dengan Heri.
.
.
Heri meninggalkan Ella dengan air mata,sedangkan Ella hanya diam,tidak lama Heri membanting setir ke arah tempat ia meninggalkan Ella.
"Ella!"
Ella yang tau,malah sembunyi agar Heri tidak dapat,menemukannya.
"El! Ella! Ella sayang!"
Ella yang mendengar itu,tertawa sendiri dan merasa,kalau dirinya sudah bertindak kejauhan kepada Heri.
"Apaa!"
Heri sontak mendekap Ella,dengan erat melihat ke arah sekeliling,ada luka atau tidak.
"Kamu mau ngapain? Balik lagi,kamu enggak mau aku,ada di hidup kamu kan,kalau emang enggak mau,ngapain nyusulin aku ke sini."
Heri yang mendengar itu sontak,mengeluarkan air mata setelah itu Ella hanya diam dan melihat.
"Maafin aku Ella,aku tau aku jahat enggak seharusnya,aku tinggalin kamu kayak barusan."
__ADS_1
Ella tersenyum dalam hati,tetapi hanya diam di wajahnya.
"Ya udah, kalau kamu mah nggak mau, Aku ada di dalam hidup kamu, kamu tinggalin aku aja di sini, Aku juga senang kok, selain udaranya seger, aku juga bisa ya pemandangan dengan indah."
"Kamu bicara apaan sih? Udah ayo pulang Jadi konslet otaknya."
"Enggak ah! Kamu aja yang pulang dan aku juga udah nyaman kok di sini, lagian kamu ngapain ke sini kan emang tujuan kamu nggak mau ketemu aku lagi, ya udah harapan kamu terkabul kok jadi kamu nggak usah, jemput aku lagi,bye Heri."
Ella pergi menjauh dari Heri dan ternyata itu hanya mimpi,saat Ella melihat ke arah Heri,Heri sontak mendekap Ella dengan erat.
"Kamu kenapa sayang? Sakit. Badan aku kena kamu."
"Aku mimpi seram,makannya aku enggak mau kehilangan kamu."
Ella hanya tersenyum,sedangkan bos dan Regina malah makan malam di luar.
"Bos,eh sayang maksudnya kenapa,kamu ajak aku ke sini?"
"Katanya kamu mau ajak aku keluar,makan malam? Kamu lupa apa gimana?"
"Ih bukan keluar makan malam,tapi aku mau ajak kamu pergi pas pagi bukan malam,sayang."
Bos hanya tersenyum,sembari minum. Melihat ke arah Regina.
"Re,dulu waktu mama kamu ngidam kamu,ngidamnya apa?"
"Kenapa emangnya bos?"
"Enggak apa-apa kok kamu lucu sih,kadang kamu sadar enggak sih,kalau kamu itu lucu."
Regina mengeleng kepala dan enggak lama makanan,mereka sampai dan bos tersenyum.
"Iyaudah sayang,kalau emang kamu enggak sadar,mau gimana lagi? Yang pasti aku sayang kamu."
Regina tersenyum semeringai dan berpikir,kenapa dari awal tidak bertemu bos aja,kenapa harus sama Heri.
"Sayang,ayo makan."
"Iya."
"Kenapa sayang? Ada yang aneh ya sama aku?"
"Enggak ada,malah aku senang sama kamu."
"Yaudah ayo pulang."
"Sebentar aku ada,hadiah buat kamu."
Bos menyetikan tanganya,setelah itu ada kembang api di udara,Regina sontak kaget dan melihat ke arah sanah tersenyum kepada bos,begitu juga dengan bos.
“Wah,ini untuk saya bos.”
“Iya sayang,kamu suka enggak?”
“Suka banget,makasih ya sayang.”
“Iya sayang,sama-sama.”
Regina mendekap bos di tengah berjalanya kembang api,setelah selesai kembang api mereka pulang kerumah.
“Aku senang bisa menjadi bagian hidup kamu,Re.”
“Aku juga sayang,kenapa kita ketemunya telat ya?”
“Enggak tau,aku juga bingung.”
“Iyaudahlah ya daripada bingung mending bersih-bersih,setelah itu istirahat aku juga mau ngantor besok.”
Regina tersenyum,sedangkan Heri dan Ella masih bersama di luar,Ella merasa bosan melihat ke arah Heri.
“Her.”
“Hmm.”
__ADS_1
“Pulang ayo,dingin tau.”
“Katanya suka sama pantai.”
Heri melihat ke arah Ella yang bingung,dengan wanita kadang berkata bisa berbeda-beda.
“Dih,lu ngeselin banget sih,yaudah kalau gitu,gua pulang sendiri aja enggak apa-apa,tanpa lu. Gua juga bisa.”
“Oh,sekarang gua salah lagi kalau bicara?”
“Salah.”
Heri sembari berdiri dan melihat ke arah Ella,memberi tanganya kepada Ella dan Ella pegang tangan Heri.
“Ayo pulang.”
“Hmm.”
Akhirnya mereka pulang,setelah di dalam perjalanan perut Ella berbunyi,karena lapar.
“Sayang,aku lapar makan dulu,boleh enggak?”
“Iya boleh kok,kenapa enggak?”
“Mau makan dimana?”
Ella melihat ke arah mana dirinya bisa makan,setelah itu akhirnya ketemulah makanan sederhana yang terkenal di pantai itu.
“Kamu mau makan apa?”
“Makan apa ya bingung,mba yang enak yang mana?”
“Semua enak kak,tapi paling enak ini.”
“Oh yaudah ini aja satu,minunya ini aja ya.”
“Baik.”
Sembari menunggu makanan dan minuman yang mereka pesan,akhirnya Heri pegang tangan Ella.
“El.”
“Hmm.”
“Aku baru sadar yang ada buat aku itu cuman kamu,tapi kenapa aku enggak sadar ya?”
“Kemana aja dari kemarin.”
Heri tersenyum semeringai dengan Ella,setelah itu Ella melihat ke arah Heri,Heri pegang tangan Ella.
“Makasih ya udah selalu ada dan sabar sama gua.”
“Iya pasti kok,makasih juga kalau udah ingatin gua ya.”
“Hmm sama-sama kalau gitu.”
Regina yang tertidur di sofa,di lihat oleh bos setelah itu,bos mengantar Regina ke kamar,sampai di kamar Regina terbangun.
“Hmm,sayang kamu sejak kapan udah sampai rumah?”
“Emang kamu enggak tau,kalau aku udah sampai rumah dari tadi sayang?”
“Enggak,aku aja kaget kamu bawa aku ke kamar.”
Bos tersenyum,sembari duduk di tepi kasur,Regina juga duduk sembari melihat ke arah bos.
“Kamu udah makan?”
“Belum,aku sengaja enggak mau makan karena mau makan masakan kamu sayang.”
“Iyaudah kalau gitu aku siapin ya.”
“Udah enggak usah aku bisa sendiri kok enggak perlu kamu,makasih ya sayang.”
__ADS_1
Regina bingung,mengapa bos tidak mau di persiapkan makananya,akhirnya Regina ikut ke dapur bersama bos.