
"Kamu kenapa sih liat aku terus Her? ada yang aneh di muka aku ya?"
"Enggak kok,kamu cantik emang kenapa? aku gak boleh liat muka kamu ya?"
"Hmm bukan gaboleh,aku salah tingkah kalau di liat terus sama kamu,malu tau malah liatnya begitu lagi."
Heri terkekeh mendengar perkataan Ella,gak lama Heri menarik bangkunya lebih dekat ke arah Ella,selagi Ella membuka tanganya melihat ke arah Heri yang dekat denganya.
"Jadi,aku boleh liat kamu Ella?"
Ella mangkin salah tingkah sehingga tak bisa berkata apa-apa,Heri hanya tersenyum sembari menghelus kepala Ella,dan melihat menu.
"Kamu mau pesan apa El?"
"Apa aja boleh kok."
.
.
"Sayang,kenapa kamu ada di sebelah aku? aku mimpi apalagi kali ini?"
"Hmm iya sayang,kamu udah tau tanpa aku bicara kan?"
"Duh,maaf ya sayang aku jadi sensitif banget,karena anak kita. maafin mama ya sayang. mama kamu ini gak peka."
Sam yang melihat sikap Regina yang keibuan membuatnya tambah sayang dirinya,gak lama Sam mengecup kening Regina.
"Sayang."
"Apa?"
"Kamu tau gak alasanya kenapa aku selalu berhenti di kamu,walau banyak cewe di luar sanah yang bisa aku dapatin."
"Kenapa?"
Regina bingung,kenapa tiba-tiba Sam memulai,pembicaraan yang berat di pagi hari Sam sontak merapikan rambut Regina,sembari itu Sam mengecup tangan Regina.
"Karena kamu berbeda kamu wanita hebat,kuat dan kamu juga mandiri itu yang buat aku sayang. selalu penasaran sama kamu,mama kamu hebat bisa punya anak kayak kamu,di kasih istri seperti kamu adalah hal terindah dalam hidup aku."
__ADS_1
"Kamu lagi coba gombal ya,biar aku gak marah? atau biar aku gak keliatan malu-maluin di depan kamu? hmm?"
"Hmm,gak sayang yaudah terserah kamu kalau bagi kamu itu gombal,tapi aku kalau udah sayang sama orang aku kayak gitu,maaf ya kalau berlebihan."
Regina senang mendengarnya semangkin ia mengenal Sam,semangkin ia tau kalau Sam lebih baik daripada Heri,Regina mendekap Sam dengan erat.
"Makasih sayang selalu ada dan sabar sama aku."
"Hmm,sama-sama."
Sam tersenyum mendengar perkataan istrinya gak lama,Regina juga tersenyum dengan sikap Sam.balik ke Heri dan juga Ella.
"Makasih ya untuk senang-senangnya di kafe."
"Iya sama-sama Ella,gua juga senang kalau bisa liat lu senang kok."
Ella tambah senang tanpa sadar,Ella sontak mendekap Heri dengan erat.Heri hanya diam dan membalas dekapan Ella dengan erat.
"Makasih ya Heri,gua tau sih kalau lu itu teman yang baik buat gua,gua gamau paksa lu untuk suka gua,bagi gua cinta itu gak bisa di paksa,maafin gua yang dulu ya."
Heri yang mendengar itu hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa,sembari pegang kedua wajah Ella,dengan tatapan penuh cinta.
"Gua tau,lu cuman kasihan sama gua kan,karena masalah cinta gua gak pernah ke-"
Heri sontak mengecup Ella,agar Ella tau kalau dirinya juga layak di cintai,gak lama Ella hanya diam setelah mengakhiri kecupan tersebut.
"Gua sayang kok sama lu,dan gua juga tau lu udah gak sayang gua,maaf gua telat selama ini gua emang bodoh,ngarepin cinta yang gak pasti,maaf sekali lagi gua minta maaf."
Ella yang mendengar itu hanya bisa diam sembari menatap Heri dengan dalam,Heri terus-terusan melihat Ella sampai Ella sadar.
"Tapi Her,gua."
"Gua tau,lu sayang sama Sam kan,tapi semua udah telat mereka udah bahagia dan Sam udah nikah,bahkan Regina lagi mengandung anaknya Sam,udah usia 5 bulan."
Ella yang mendengar itu sontak kaget,merasa tidak percaya apa benar yang di ucapkan Heri,gak lama Heri merogoh handphonenya,sembari memberi liat foto Regina dengan Sam yang berbahagia.
"Hah? itu mereka? kok mereka terlihat bahagia,kok semua ini bisa terjadi,ada apa?"
"Mereka layak bahagia Ella,lu mau sampai menganggu kesenangan orang,dulu lu ganggu gua sama Regina,giliran gua udah suka lu,lu ganggu Sam sama Regina,ada apa sebanarnya lu suka Regina,apa salah satu dari kita?!"
__ADS_1
Ella yang mendengar itu terdiam dan tertegun seolah mulutnya terkunci,tidak bisa berkata apa-apa,gak lama akhirnya Heri mendekap dua pundak Ella.
"Maaf,gua emosi tadi gua tau kalau lu gak suka sama Regina,tapi Regina itu cewe yang baik dia itu selalu jadi dirinya,sama kayak lu.lu gak perlu jadi Regina atau siapapun demi di sukain oranglain sayang,gua suka sama lu semenjak gua kenal lu lebih dalam,gua suka lu sebagai lu bukan sebagai Regina,jadi berhenti untuk menjadi oranglain di depan orang yang suka sama lu?!"
Ella yang mendengar itu sontak bingung harus berbuat apa,malah ia berpikir kalau ia gak cocok dengan Heri,dan sebenarnya ia yang harus rela lepasin Heri.
"Maaf Heri,lu baik banget buat gua,gua gabisa sama lu,lagian kalau lu sama gua. lu gak akan bahagia,gua lebih milih lu sama oraglain,sekali lagi gua minta maaf Heri."
"Lu bicara apa sih! gua maunya sama lu,lu aja bilang ke mama lu kalau gua bisa berubah dan gua juga percaya kalau lu bisa berubah,paham!"
"Gua emang bisa berubah,tapi emang lu mau sampai kapan sabar dengan perubahan gua?"
"Lu aja dulu bisa sabar sama gua,gua juga harus bisa sabar dong sama lu."
Ella yang mendengar itu hanya diam,tidak tau mau berkata apa.Heri terus semangatin Ella,Ella sudah lama tidak merasa di semangatin orang.
"Makasih Heri,kasih gua mikir ya."
Heri tersenyum melihat Ella,gak lama Ella juga tersenyum,sampai akhirnya mereka pergi ke tempat selanjutnya,balik ke Sam dengan Regina di meja makan.
"Sayang,mau makan apa?"
"Terserah kamu Regina,aku ikut aja nanti kalau aku mau ini,kamu gamau."
Regina terdiam dan mikir mau makan apa,gak lama Sam sok ide,mau masak untuk Regina.Regina terharu melihat tingkah Sam.
"Ini makananya udah jadi."
Tampilanya emang gak bagus,tapi gatau hasilnya gimana,Regina hanya tersenyum sembari mencoba Regina sontak kaget,melihat ke arah Sam.
"Gimana sayang? enak gak?"Sam merasa takut dengan masakanya sendiri."
Regina terdiam dan terus makan,Sam bingung apa makananya gak enak sampai istrinya makan terus,gak lama Sam juga mencoba makananya sendiri dan merasa terharu.
"Enak sayang."
"Iya sayang,enak banget."
Bibik yang melihat itu hanya tersenyum,berharap mereka terus seperti itu sampai mereka,memiliki banyak keturunan hingga sampai generasi berikutnya.
__ADS_1