
"Udah sampai ini sayang,terus mau ngapain lagi?"
"Iya mau ngapain lagi,pulang udah gak ada apa-apa,cuman ada pemandangan."
Sam terdiam mendengar kata istrinya,gak lama Regina melihat ke arah Sam.Sam tidak bisa berkata apa-apa,gak lama menurut kepada Regina.
"Iyaudah kalau gitu ayo."
Sam berjalan dengan mobilnya,dengan bete kepada sikap istrinya gak jelas,gak lama ada pom bensin,akhirnya Sam mengisi bensin di sana,agar bisa menemani istrinya jalan-jalan.
"Sayang,emang bensin kamu udah habis? sampai kamu isi bensin."
"Belum,hanya takutnya aja,makanya aku isi."
"Oh."
Regina kembali melihat pemadangan,sembari membuka kaca dan gak lama Sam mematikan ac,Regina memicingkan matanya kepada Sam.
"Kenapa kamu matiin acnya?"
"Kan kamu lagi buka jendela,emang salah sama apa yang aku lakuin?"
"Salah,kan aku cuman buka bentar aja."
Gak lama,Sam tidak mau bertengkar lebih lama kepada istrinya dan menuruti apa mau istrinya,ternyata istrinya membuka kaca dengan lama,dengan ac terbuka lama.
"Sayang."
"Hmm."
"Lapar."
"Mau makan apa?"
Regina berpikir ingin makan apa,gak lama ada restauran dekat situ tapi Regina menolak,Regina hanya mau makan apa yang ingin ia makan. Sam sebagai suami menuruti apa mau istrinya.
"Iyaudah,jadi sekarang kamu mau makan apa?"
"Makan apa ya?"
Sam menghela nafas sembari memberhentikan mobilnya dan keluar dari hadapan Regina,sembari menghirup udara segar,Regina bingung ada apa dengan suaminya.
"Sayang."
Sam tetap diam sembari melihat bulan yang indah,di sinari bintang-bintang,Regina turun dari mobil dan menutup kaca mobil. mendekap Sam dari belakang.
"Kamu kenapa? capek ya sama semua permintaan aku."
"Enggak,cuman lagi butuh udara aja,maaf kalau misalnya aku kayak terkesan cuek sama kamu."
__ADS_1
"Hmm,aku tau kok kamu marah dan aku juga mau terimakasih,karena kamu udah sabar ini semua permintaan anak kamu,kamu tega marahin anak kamu."
Sam tersenyum sembari mengecup perut ibu yang lagi mengandung anaknya,setelah itu Sam menghelus perut serta bayi dalam perut.
"Sayang,papa tau kamu mau cepat-cepat keluar dari perut mama kamu,tapi jangan minta aneh-aneh sayang,papa jadi bingung harus gimana ke kamu."
"Haha,dasar papa aneh bicara sama anak sendiri,gila kamu itu."
Sam bingung gak lama bayinya menendang mamanya,mamanya kaget Sam juga ikut kaget,sembari tanganya di perut mamanya.
"Iya sayang,mama kamu kasar jangan benci mama ya,tapi mama kamu baik kok,buktinya papa sayang sama mama kamu,kamu juga harus bisa sayang mama kamu ya sayang."
Regina tersenyum gak lama,Regina mengecup pipi Sam,sembari menahan dingin dan di dekap oleh Sam,Sam menghela nafas bahagia.
"Masuk ke mobil ayo,katanya lapar,jadi mau makan apa?"
"Hmm,terserah kamu lah makan apa,anak kamu belum tau mau makan apa?"
"Iyaudah kalau gitu,makan yang ada di dekat sini aja ya."
"Boleh."
Sam tersenyum sembari membawa istrinya untuk makan,gak lama makananya udah gak ada yang jual,akhirnya mereka pulang kerumah sampai dirumah,Regina masih tidur di gendong oleh Sam ke kamar.
"Sayang,jangan tinggalin aku."Regina yang sedang meninggau.
.
.
"Her,kamu hari ini sibuk?"
"Enggak,kenapa El."
"Jalan ayo,aku suntuk dirumah."
"Ok aku udah dekat kok sama rumah kamu,kamu siap-siapa aja ya."
Ella yang mendengar itu merasa biasa aja dan tidak sesenang dulu,di kamar Ella terdapat fotonya,bersama Sam.Ella hanya bisa menghela nafas tanpa berkata apa-apa.
"Kenapa sih Sam,aku selalu telat kalau aku tau hanya kamu,yang paling baik dan setia aku gak bakal melirik yang lain."
Ella mengecup fotonya bersama Sam,sontak Ella keluar dari kamarnya dan turun dari arah tangga yang ada di dekat situ.
"Halo ma,pa."
"Sayang,mau kemana? cantik banget."
"Hmm,pergi ma sama Heri,ada apa ma?"
__ADS_1
"Astaga sayang,kamu masih memiliki hubungan sama dia? selama dia sering sakitin kamu."
Ella yang mendengar itu merasa kesal gak lama,Heri sampai dirumah Ella dan mendengar keributan antara Ella serta mamanya.
"Heri emang pernah ngelakuin kesalahan ma,tapi semua orang bisa berubah aku yakin,Heri bisa berubah jadi mama bisa gak sih,kasih dia kesempatan dan jangan terus salahin dia,kasian ma dia juga manusia semua orang bisa berubah pada sendirinya."
Ella sontak pergi dari hadapan mamanya,Heri yang mendengar itu tersenyum sembari Ella kaget melihat ada Heri,Heri mengenggam tangan Ella sembari mengecup tangan Ella.
"Ayo jalan,tuan putri."
"Hmm."
Ella pergi naik mobil bersama Heri,mama yang melihat sikap Ella,membuatnya jengkel papa sontak menenangkan mama.
"Udah ma,Ella udah dewasa,biarin dia kalau Heri sampai berani macam-macam baru kita maju,ok ma."
Mama hanya menghela nafas,seolah-olah memang Ella tidak bisa lepas dengan Heri,di dalam mobil Ella terus merasa tidak enak kepada Heri,Heri mengenggam tangan Ella sembari menyetir mobil.Ella melihat ke arah Heri.
"Kenapa? kamu gak suka aku pegang ya? maaf ya,aku gak bakal pegang lagi."
"Hmm,kata siapa? aku suka kok selama itu kamu."
Heri tersenyum,gak lama Heri mengajak Ella ke kafe,yang cantik dan jarang ditemuin orang-orang,saat sampai Heri mengenggam tangan Ella dengan erat.
"Kamu ajak aku ke kafe?"
"Iya,kenapa? kamu gak suka ya,yaudah ayo pulang aja cari tempat lain yang kamu suka."
"Haha,gak kok selama sama kamu,aku suka semua Her,makasih ya kamu udah peka sama aku."
Heri yang mendengar itu,merasa nyaman dan tenang bisa membuat Ella yang merenung,tersenyum kembali saat masuk Ella melihat sekeliling.
"Cantik ya tempatnya,aku suka deh sama tempatnya."
"Bagus deh kalau kamu suka."
"Hmm."
Heri dan juga Ella duduk di tempat yang udah di pesan Heri untuknya,gak lama ada buku pesanan untuk mereka pesan,Ella sontak melihat Heri.
"Heri."
"Hmm,apa sayang?"
"Kamu tumben panggil aku sayang,ada apa?oh ya makanan yang enak di sini apa aja?"
"Semua enak tergantung selera kamu,emang salah aku panggil kamu sayang,lagian kamu layak kok di panggil sayang."
Ella yang mendengar itu terkekeh dan menepuk pelan tangan Heri,Heri yang melihat Ella tersenyum membuatnya,semangat dalam mengejar hidup.
__ADS_1