
“Aw,sakit! Sayang kenapa sih? Kamu kasar banget sama aku? Aku itu enggak ada niat nyakitin kamu tau.”
“Hmm,terus? Kamu ngapain di sini? Bukannya ada rapat kan rapatnya lebih penting,daripada aku ngapain juga kamu perduli sama aku?”
“Loh? Kamu kenapa sih sayang? Aku ada salah kayaknya marah banget,perkataan apa yang buat marah.”
Regina terdiam dan tidak mau menjawab perkataan Sam,Sam menghela nafas enggak lama handphonenya berdering sembari duduk mengangkat telepon,disaat Sam mau pergi Regina mendekap Sam dari belakang.
“Baik pak,terimakasih pak,nanti kita akan rapat jam 3 sore ini.”
Sam mengakhiri teleponya bersama klien,Sam melihat ke arah Regina,Regina diam dan bingung harus berbuat apa.
“Kamu kenapa? Aku dari tadi mikirin kamu.”
Sam merapikan rambut Regina,Regina melihat ke bawah dan di pegang dagunya untuk mendongak ke arah Sam.
“Aku mau liat wajah istri aku,kenapa kamu liat ke bawah terus.”
“Aku emang pemaksa ya?”
Sam terdiam saat mendengar perkataan itu,ternyata Regina marah karena Sam membilang dirinya pemaksa,Sam hanya tertawa.
“Sayang,aku cuman bercanda kenapa kamu serius banget.”
Regina diam dan pergi dari hadapan Sam,Sam merasa dirinya salah enggak lama Sam menghampiri Regina.
“Enggak kok,enggak maksa kalau seadainya di paksa juga aku senang,asal orang itu kamu enggak jadi masalah untuk aku sayang.”
“Hmm,pft.”
“Kamu kenapa sih? Ada masalah sama kata-kata itu? Kayaknya kamu enggak suka? Kamu boleh cerita ke aku kok,tapi kalau kamu enggak mau enggak apa-apa sayang aku enggak masksa jadi kamu tenang aja.”
“Hm,jadi dulu aku pernah pas sama adik-adik aku Tiara,dia kan paling enggak suka sama aku dulu,karena aku enggak bisa kasih dpa yang dia mau sampai akhirnya,aku mencoba dan dia bilang aku wanita pemaksa,yaudah mulai dari situ setiap aku dengar kalimat itu,aku sel-”
Regina menanggis dan di dekap oleh Sam,Sam enggak nyangka kalau Regina bisa setakut itu dengan perkataan yang sederhana,namun membuatnya terbayang-bayang.
“Maaf ya sayang,aku udah maksa kamu untuk cerita.”
“Iya enggak apa-apa sayang,aku ngerti kok tapi aku jauh lebih lega,setelah cerita ke kamu makasih ya sayang,aku jadi ngerti enggak semua itu buruk tapi ada baiknya juga.”
“Bagus deh sayang,kalau gitu,oh ya aku ada rapat,aku pergi dulu ya.”
Regina menganggukan kepalanya,enggak lama Sam mengecup pucuk kepala Regina,Regina kembali tidur enggak lama Sam melihat ke arah belakang.
__ADS_1
“Sayang.”
“Hmm,kenapa?”
“Kamu,mau enggak? Ikut aku rapat,emang agak bosan sih tapi seengaknya kita bisa makan di luar,gimana?”
“Mau!”
Sam tersenyum sembari menghelus kepala Regina,terkadang Regina seperti anak kecil yang membuat Sam merasa gemas dengan dirinya.
Saat Sam menunggu Regina selesai bersiap-siap akhirnya mereka pergi,menggunakan mobil,enggak lama sampai di restauran yang udah di pesan.
“Sayang,kamu duduk sini ya udah aku pesanin.”
“Hmm,iya.”
“Aku ke sana dulu,kalau urusan udah selesai aku ke sini.”
Regina menganggukan kepala,Sam yang melihat Regina patuh membuatnya tambah sayang kepada Regina,enggak lama Regina duduk dan pesan makan enggak lama,Sam mulai rapat dengan klien sembari berbicara dan juga mellihat ke arah Regina.
“Baik pak,makasih ya atas kerjasamanya saya harap,kita akan terus seperti ini hubunganya pak.”
“Saya juga berharap yang sama pak Sam,kalau gitu saya pergi.”
“Saya antar ke depan ya pak.”
Sam hanya senyum tetap mengantar ke depan,enggak lama akhirnya klien pergi Sam ke tempat duduk yang ada Regina.
“Maaf wanita cantik,boleh saya duduk di sini?”
Regina melihat ke arah Sam dan mempermainakn Sam,enggak lama Regina membuang muka,Sam bingung ada apa,apa Regina marah tunggu terlalu lama.
“Maaf saya lagi tunggu suami saya.”
“Oh begitu ya,selagi tunggu mau enggak saya temanin?”
“Enggak usah makasih,saya setia sama suami saya.”
Regina tersenyum dalam hati,kadang ia berpikir mempermainkan Sam adalah perbuatan yang sangat seru,enggak lama ada Heri dan juga Ella.
“Hai,kalian di sini juga boleh kita gabung.”Heri yang sontak duduk di bangku sebelah Regina,di dorong oleh Sam.
Sam memicingkan matanya pada Heri,Ella yang melihat ke arah Sam membuat Sam melihat ke arah Regina,sembari mendekap tangan Regina di bawah meja.
__ADS_1
“Oh ya,kalian udah nikah?”tanya Ella yang kepo akan hubungan Sam dan juga Regina.
“Hmm kenapa?”jawab Sam dengan ketus,seolah gak suka dirinya di ganggu oleh Ella.
“Enggak,nanya aja kasian sama Regina udah tunggu,tapi enggak pasti kayak ada yang menganjal benar enggak Re?” Ella yang memancing Regina biar marah dan di tinggal oleh Sam.
Regina hanya tersenyum,walau dalam hati ingin membalas perbuatan Ella,enggak lama makanan mereka datang.
“Ayo makan.”Regina bukan membalas perkataan Ella,malah membuatnya tambah kesal dengan sikap cueknya.
Ella merasa aneh kepada Regina,Regina itu sadar enggak sih kalau dirinya sudah mengambil pasanganya darinya.
“Sayang,aku ke toilet dulu ya.”Regina mengecup pipi Sam.
Ella yang melihat itu merasa kesal dengan pasangan ini,seraya ingin di lenyapkan dengan tanganya yang di kepalnya.
“Mau kemana El?”Heri yang melihat ke arah Ella sembari pegang tangan Ella.
Ella tetap pergi dan tidak perduli dengan perkataan Heri,Heri hanya diam dan merasa semua semoga baik-baik aja enggak lama Ella menghampiri Regina.
“Eh! Lu sadar enggak sih! Kalau lu itu ngambil suami gua?”
“Maaf,suami? Suami darimana ya? Ada cincinnya emang?”sembari Regina mamer cincin yang ada di tanganya.
“Belagu lu! Lu kira lu udah menang dari gua,walau lu begitu ya?”
“Maaf ya,gua bukan merasa menang atau gimana sih? Siapa suruh lu memberi berlian ke gua,dan bukan salah gua dong kalau berlianya milih gua? Masa ya salah gua udah ya,bye gua enggak ada waktu buat ngeladenin kerikil.”
Regina pergi dari hadapan Ella,Ella merasa kesal dengan perkataan Regina,enggak lama Regina mengecup pipi Sam.
“Sayang,maaf ya aku lama ya?”
“Enggak kok,emang kenapa?”
“Kok kamu kaget gitu sih,ada apa sayang? Aku ngagetin kamu ya,maaf ya aku enggak bermaksud.”
“Iya,enggak apa-apa sayang.”
Selesai makan,Ella balik. Regina mengenggam erat tangan Sam di depan Ella dan juga Heri,sembari berdiri meninggalkan meja makan.
“Sam,mau kemana?”Ella yang mencoba menahan Sam.
Regina menepis tangan Ella yang mengenggam Sam,sembari itu Ella merasa kesal sontak melihat ke arah Regina.
__ADS_1
“Jangan pegang suami gua bisa enggak sih! Gua enggak suka suami gua di pegang oranglain,kalau udah ada suaminya di jaga jangan gatal sama suami orang,ayo sayang.”
Sam yang mendengar itu hanya tersenyum,sembari tidak ingin membalas apapun sedangkan Sam menurut saja kepada Regina,Ella balik dengan muka kecut yang abis di siram cuka.