Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
70.Kenapa selalu dia


__ADS_3

“Awalnya gua kira lu sahabat gua Her! Kenyataanya kita memang harus jadi lawan! Gua benci banget sama lu!”


Bos memukul tembok yang dekat rumahnya,membuat tanganya menjadi lebam untuk masuk ke dalam rumah,sampai akhirnya seluruh rumah melihat bos seperti itu merasa takut.


“Iyaudah Her,pulang gih,udah malam kasian lu nanti capek.”


“Enggak kok malah gua senang,kalau bisa ketemu lu apa lagi gangguin lu Re.”


“Ingat,kita udah punya pasangan masing-masing,enggak seharusnya kita begini,gua sayang banget sama bos dan gamau nyakitin hati dia.”


“Gua benar-benar enggak ada di hati lu lagi ya,Re kenapaa sih? Lu cepat berubah.”


Regina hanya tersenyum,sembari itu Regina keluar dari mobil Heri di tahan oleh Heri.


“Gua mau terakhir untuk peluk lu lebih erat,plis mau ya.”


“Iya,kapanpun Heri.”


Regina membalas dekapan Heri dengan erat,sembari menghelus kepala Heri.Heri tertidur di dalam dekapan Regina saat Regina menghelus kepalanya.


.


.


“Ibu.”bibik menghampiri Regina yang belum siap apa-apa.


“Iya,ada apa?”Regina tampak bingung saat bibi memanggilnnya.


Regina melihat bercak merah di lantai dan tidak lama mendengar bunyi pecahan vas di kamar.


Regina bergegas lari dari sana,sembari itu masuk ke kamar melihat barang yang sudah berserakan di lantai.


“Sayang! Kamu kenapa?”Regina berteriak ke arah bos,bos tetap tidak dengar dan melempar semua vas sampai tanganya luka.”


Regina yang melihat itu merasa tidak tahan,menghentikan bos dengan cara mendekapnya dari belakang.


“Sayang,maafin aku kalau aku ada salah tapi kamu jangan begini ya,aku enggak mau kamu kenapa-kenapa hati aku hancur,liat kamu kayak gini sayang.”


Bos terdiam dan berhenti serta menghempaskan tangan Regina dengan kasar,Regina bingung ada apa.


“Tinggalin saya Re,saya enggak mau liat muka kamu!”


Regina bingung ada apa sampai akhirnya,Regina memilih untuk keluar dan memberi ruang kepada bos.


Bos terdiam dan duduk di pojokan sembari melihat dirinya yang berantakan,tidak lama bos tidur Regina masuk ke kamar bos,sembari membersihkan luka yang ada di tubuh bos dan juga,menganti baju bos dengan meneteskan air mata.

__ADS_1


“Kamu kenapa sih sayang? Sakit aku liat kamu kayak gini,kalau aku ada sesuatu bicara aja sayang,aku enggak akan tau kalau kamu enggak bilang sayang.”


Air mata yang jatuh ke pipi bos,bos hanya diam sembari tidur,kebesokan paginya kamar bos sudah rapi dan Regina tidur di bawah sembari mengenggam tangan bos dengan erat.


“Regina,maafin aku ya mungkin kamu akan benci aku ketika,melihat kejadian semalam.”


Bos menghelus kepala Regina,sembari mengecup pucuk kepala Regina,Regina terbangun saat bos menghelus kepalanya dan juga mengecup dirinya.


“Sayang,kamu udah bangun.”


“Udah sayang,kamu kenapa tidur di bawah.”


“Ha? Aku jagain kamu,takut kamu kenapa-kenapa.”


“Maafin aku semalam ya,aku enggak bermaksud buat kamu takut,aku cuman enggak mau kamu kenapa-kenapa sekali lagi,maafin aku dan aku hanya mau kamu tau,kalau ak- udahlah lupain aja.”


Bos beranjak dari kasur,Regina bingung apa yang mau di jelaskan oleh bos,sampai akhirnya Regina mengenggam tangan bos.


“Sayang,bicara aja siapa tau aku bisa bantu kamu,aku mau bantu kamu dan jangan sampai kayak kemarin lagi.”


Bos melihat ke arah Regina dan merasa tidak enak kepada Regina,sembari pegang kedua tangan bos.


“Maaf,aku enggak bisa kasih tau dan aku mungkin akan pendam semuanya sendiri.”


Di saat bos ingin meninggalkan Regina,ditahan oleh Regina sembari Regina menanggis dengan terisak-isak.


“Aku enggak bisa jelasin,karena aku takut kamu jadi benci aku!”


“Enggak apa! Seengaknya aku tau,aku mohon sama kamu,jelasin ada apa?”


Bos menghela nafas sembari melepas pelukan Regina kepadanya,setelah itu bos melihat ke arah Regina pegang kedua wajah Regina.


“Kemarin aku liat kamu di dalam mobil,sama Heri aku cemburu banget! Sampai ngelakuin hal gila yang buat kamu,jadi takut sama aku. Maafin aku ya kalau ak-”


Regina sontak mengecup bibir bos dan bos hanya diam saat bos ingin menjauh dari Regina di tahan oleh Regina,bos yang melihat Regina seperti itu malah menanggis. Merasa dirinya sudah tidak adil kepada Regina.


“Maafin aku ya Re.”


“Hmm enggak usah minta maaf,aku yang harusnya minta maaf,maafin aku kalau ketemu Heri malah buat kamu semarah ini.”


Regina mengambil kedua tangan bos dan menanggis sembari mengecup punggung tangan bos.


“Cepat sembuh ya tangan kesayangan aku.”


“Re..”

__ADS_1


Regina melihat ke arah bos,enggak lama handphone bos berdering dan Regina tertawa.


“Angkatlah sayang,siapa tau penting.”


“Hmm,aku angkat dulu ya.”


“Iya sayang.”


Bos pergi jauh dari Regina sembari mengertakan giginya,Regina yang melihat sikap bos hanya bisa tersenyum,sembari memasak untuk bos.


“Ibu,bapak udah enggak apa-apa.”


“Bibik tenang aja,kan udah ada pawangnya jadi aman,kemarin hanya hal kecil kok,makannya bapak bisa marah salah saya juga sih,tapi bibik jangan khawatir,urusannya udah selesai.”


“Baik ibu,saya bantu.”


“Enggak usah bik,biar aku aja bibik istirahat aja ya,kan bibik udah beres-beres pasti capek makasih juga udah bikinin saya dan bapak kopi bik,bibik emang terbaik deh.”


Bibik pergi dari hadapan Regina,enggak lama bos datang dengan pakaian rapi yang sudah mandi,dengan tangan yang di perban.


“Sayang,sarapan ayo.”


“Enggak deh,aku sarapan di luar aja.”


Regina memicingkan matanya dengan mengerutkan wajahnya,bos yang melihat itu sontak tersenyum sembari jalan menghampiri Regina.


“Iya-iya ayo kita sarapan.”


“Nah gitu dong,nurut jadikan aku sayang sama kamu.”


Regina mengambilkan makan bos,bos hanya diam melihat ke arah Regina,sembari bos pegang tangan Regina.


“Sayang,makasih ya udah cinta sama aku yang enggak sempurna ini.”


“Iya sayang sama-sama,aku juga enggak sempurna kok kalau enggak ada kamu,jadi kamu jangan merasa sendiri sayang.”


Bos tersenyum,sembari menaruh keningnya kepada kening Regina,selesai itu mereka makan sembari pegang tangan satu sama lain.


“Aku harus pergi ini,maaf banget ya padahal aku masih mau lama-lama sama kamu.”


“Iyaudah enggak apa-apa sayang,apa boleh buat semua sudah terjadi mau gimana lagi?”


“Hmm benar juga sih yaudah deh kalau gitu,setelah selesai pasti aku langsung pulang kok,kamu percaya sama aku kan sayang.”


“Iya sayang,percaya kok.”

__ADS_1


Regina tersenyum sembari mengantar bos ke depan,sampai di depan bos naik ke mobil di saat,Regina melihat mobilnya sudah mau pergi Regina sontak masuk ke dalam tiba-tiba di dekap dari belakang.


__ADS_2