Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
54.Maaf bos.


__ADS_3

“Enggak ada yang bisa gantiin kamu Re,di dunia ini banyak wanita cantik,tapi enggak ada yang mengerti aku,kayak kamu mengerti aku.”


Regina yang mendengar itu senyum dalam hati,sedangkan bos hanya diam,sembari melihat wajah Regina.


“Udah,jangan marah lagi ya,maaf kalau aku enggak sengaja nyakitin perasaan kamu.”


“Enggak nyakitin sih,mungkin aku aja yang terlalu berlebihan kali.”


“Hmm,enggak kok itu hal yang wajar harusnya,aku lebih peka dari kamu.”


Bos merangkul Regina ke arah main ke area mainan,setelah itu Regina memaikan semuanya tanpa berpikir-pikir lagi.


“Udah,mau main apa lagi.”


“Enggak capek,sekarang lapar mau makan.”


“Iyaudah,ayo makan.”


Bos dan Regina pergi ke arah makan,bertemu dengan Heri dan juga Ella. Regina sontak mendorong bos ke belakangnya.


“Regina!”


Heri menghampiri Regina di tahan Ella,Heri menghempaskan tangan Ella dan Ella terjatuh.


“Re,ini benaran kamu.”


“Iya.”


Saat Heri ingin pegang Regina,bos menarik Regina ke belakangnya,sembari itu Heri melihat ke arah bos.


“Kamu mau apain,wanita saya?”


“Hah? Asal kamu tau,saya suami dia!”


“Oh ya,tanya orangnya dia suami kamu apa bukan?”


Regina mengeleng kepala,sedangkan Ella mengejar Heri,di saat Heri ingin menjatuhkan Ella,untuk kedua kalinya di bantu bos.


“Kamu enggak apa-apa.”


Ella mengeleng kepala,sedangkan itu bos tetap melindungi Regina,Heri melihat ke arah Regina dengan mata sendunya.


“Udah Sayang,ayo pulang,aku enggak mau di sini,aku takut.”


Bos sontak jalan sembari pegang tagan Regina,Heri menahan tangan Regina di tengah-tengah tanganya,di pegang oleh bos.


“Beri saya waktu berdua berbicara dengan mantan istri saya.”


Bos melihat ke arah Regina,Regina hanya diam dan memberi izin Heri,berbicara kepadanya.


.


.


“Mau bicara apa?”


Heri sontak mendekap Regina dengan Erat,Regina mencoba melawan tetapi tenaga Heri lebih kuat di banding dirinya.


“Kamu pasti rindu kan,di dekap aku kayak gini!” suara Heri terdengar seperti kecewa kepada Regina.


“Sama sekali enggak dan kamu jangan harap aku mau balik sama kamu.”


Heri menatap mata Regina,dengan tatapan sendunya yang membuat Regina,tidak tahan melihat sorot mata itu.


“Kenapa? Mama ngelarang kamu? Mama bicara apa sayang?”


“Mama mau bicara apa bukan urusan kamu,intinya kita udah cerai dan tidak cocok lagi,aku juga udah tanda tangan surat cerai kita,jadi kamu enggak perlu harap apa-apa lagi dari aku!”


“Aku hanya cinta kamu sayang,enggak pernah ada wanita lain di dalam,hati aku.”


“Itu hak kamu! Bukan hak aku lagi,ngerti!”

__ADS_1


Regina ingin pergi lalu di tahan oleh Heri,Heri mengecup bibir manis Regina,Regina ingin memukul Heri awalnya tetapi dirinya juga terhanyut dalam kecupan itu.


“Jangan tinggalin aku ya.”


Regina tetap pergi dan mendorong Heri,semua ini ia lakukan demi kebaikan bersama,sedagkan Ella dan Sam sedang duduk bersama.


“Gua liat,hubungan lu sama Regina lancar,Sam?”


“Hmm,lu sendiri gimana?”


“Enggak ada hasil,jujur gua capek.”


Sam menghelus kepala Ella,Ella hanya tersenyum sembari pegang tangan Sam,tidak lama ada Regina yang menghampiri mereka,Sam sontak melepaskan peganganya bersama Ella.


“Sayang!”


Bos menghampiri Regina,Regina menangis dengan tersedu-sedu di dalam dekapan bos,bos bingung ada apa sembari jalan ke arah mobil.


“Kamu kenapa?”


“Aku takut sama Heri.”


“Dia apain kamu? Kok kamu sampai takut gitu sama dia? Kasih tau aku sayang,biar aku hajar dia.”


“Enggak,jangan aku enggak mau kamu terluka karena aku sayang,aku enggak apa-apa kok,lagian aku udah bahagia kamu selalu ada di hidup aku,makasih ya sayang.”


“Hmm,sama-sama sayang,hanya ini yang bisa aku lakuin buat kamu,kalau ada hal lain mungkin,akan aku lakuin buat kamu.”


Regina sembari mendekap lengan tangan bos,bos mengecup kepala Regina,tidak lama perut mereka bunyi.


“Lapar ya?”


Regina menganggukan kepala,akhirnya bos menyetir dengan satu tangan,sedangkan satu tangan satu lagi di pinjam oleh Regina,sampai di restauran makanan kesukaan Regina.


“Sayang.”


“Hmm,apa?”


“Iya,cantik ayo makan.”


Bos dan Regina sontak turun dari mobil dan masuk ke dalam restauran,perasaan Regina sangat senang karena ada yang mengerti.


“Kamu mau pesan apa sayang?”Regina bertanya kepada bos.


Bos hanya tersenyum,sembari melihat ke arah menu dan juga Regina,pegang tangan Regina yang melihat menu juga.


“Kamu aja yang pesan,aku enggak ngerti.”


"Kamu enggak suka makan di sini ya? Terus kenapa kamu ajak ke sini,terpaksa ya?"


"Enggak sayang,yang tau menu di sini kan kamu,jadi kamu aja yang pesan."


"Oke sayang,tapi enggak terpaksa kan?"


"Enggak sayang aku."


"Oke."


Akhirnya Regina pesan makan,setelah selesai pesan makan bos terus melihat ke arah Regina,Regina bingung ada apa dengan bos.


"Sayang,kamu kenapa sih?"


"Enggak,aku baru sadar aja kesayangan aku cantik banget,kamu sadar enggak kalau kamu cantik."


"Enggak tuh,emang kenapa?"


"Iyaudah kalau gitu aku jujur ke kamu,kalau kamu cantik sayang."


"Jujur sih,lebih suka di puji sama emak-emak gimana dong?"


Bos yang mendengar itu sontak,mengecup hidung mancung milik Regina.

__ADS_1


"Ngeselin."


"Hmm yaudah kalau gitu,aku ke toilet bentar ya."


"Ok jangan lama-lama ya sayang."


"Iya love."


Akhirnya bos pergi ke toilet,setelah itu bos meminta bantuan orang dapur,karena dirinya ingin melamar Regina.


"Udah selesai sayang,ke toiletnya."


"Iya udah kok,emang kenapa?"


"Enggak,nanya aja."


Enggak lama dari arah dapur membawa makanan bertulisan huruf dengan saus,Regina bingung dan merasa tidak pesan makanan ini.


"Maaf saya enggak pesan ini."


Tetapi tidak ada pelayan yang mendengar,perkataan Regina dan Regina merasa kesal karena dirinya tidak di dengar,setelah itu selesai semuanya.


"Ini ada apa sih heran!"


Bos berlutut di depan Regina,Regina sontak kaget dan melihat ke arah bos,seraya enggak percaya tapi begitulah adanya.


"Sayang."


"Maukah kamu,menikah denganku."


Regina yang mendengar itu sontak diam dan merasa tidak percaya dirknya di lamar,Regina pergi dari situ semua orang melihat ke arah mereka,bos juga mengejar Regina.


"Sayang,kenapa kamu lari sih?"


"Kan kamu tau aku sama Heri,lagi proses cerai."


"Terus? Apa hubunganya?"


"Kasih aku waktu untuk mikir."


Bos hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa seolah-olah,dari perkataanya sudah terjawab oleh Regina.


"Kamu masih cinta ya? Sama Heri."


Regina yang mendengar bos berbicara seperti itu,sontak melihat ke arah bos dan pegang kedua tangan bos,bos melepas pegangan Regina. Menjauh.


"Iyaudah kalau emang itu mau kamu,aku bisa apa? Makasih ya udah bikin aku jadi orang paling bego."


Bos pergi dan meninggalkan Regina,Regina merasa dirinya salah dengan bos saat sampai dirumah bos,Regina mencari bos tetapi bos tidak mau ketemu Regina.


"Bos,saya tau saya salah,tapi saya harap bos enggak benci saya bos."


Regina berbicara di depan pintu kerja bos,bos hanya diam tidak ingin berbicara apa-apa,karena ia merasa tidak ada hak untuk berbicara.


.


.


"Pagi bos."


Bos pergi dari hadapan Regina,sembari Regina menyiapkan makanan untuk bos dan di saat ingin mengejar bos menahan pengawalnya.


"Hmm ada apa Re?"


"Ini sarapanya bos."


"Makasih ya."


Regina hanya diam dan tau kalau dirinya tidak diinginkan oleh,bos lagi mungkin perkataanya kemarin sudah memberi tamparan untuk dirinya senidiri.


Sampai dirumah orangtuanya Regina diam dan berdiam diri sedangkan,papanya melihat anaknya tidak tega. Menghampiri anaknya yang duduk di teras.

__ADS_1


__ADS_2