Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
96.Butuh berdua


__ADS_3

"Sayang."


"Hmm."


"Kata dokter,aku stress cinta,itu maksudnya apa?"


"Jujur aku juga bingung apa maksud dari dokter,menurut kamu itu maksudnya apa?"


Sam hanya diam sembari melihat ke arah Regina,teridam beigtu saja Regina bingung ada apa dengan Sam,enggak lama Regina mengoyangkan badan suami tercintanya.


"Sayang,kamu kenapa? kok diam aja? aku ada salah bicara ya? maaf ya kalau ada sayang."


"Haha,makasud dokter itu kita butuh waktu berdua,kamu mau gak berdua sama aku?"


"Emang kamu mau."


Sam mendekatkan dirinya kepada Regina sontak Sam mengecup Regina,pada saat itu,gak lama mereka terbawa suasana.


.


.


"Kita udah lama ya gak berdua begini."


"Hmm,kamu sibuk terus sih? ini aja tumben kamu gak ke kantor?"


"Gamau,selama kamu belum sembuh aku gak berani ke kantor."


"Hah? kenapa gitu bukanya biasa nya emang kamu gila kerja ya?"


Sam tersenyum sembari mengecup kening istrinya dan melihat wajah istrinya,Regina yang di tatap oleh Sam sedalam itu membuatnya bingung harus berbuat apa.


"Aku sadar,aku sering cemburu gak jelas karena kita kurang waktu berdua,mungkin kalau aku sama kamu lebih banyak waktu berdua,kita gak akan sering berantam dan tidak memiliki satu sama lain."


Regina terdiam menurut Regina,Sam ada benarnya soal ini gak mungkin kan segala sesuatu akan tercipta,kalau bukan dari mereka sendiri.


"Sayang."


"Iya Sam,kenapa?"


"Kamu mau kan,memulai dari awal sama aku?"


Regina hanya menganggukan kepala,Heri yang melihat dari jendela pintu ruangan Regina,mengeluarkan air mata serta pergi dari sanah.


"Emang,aku gak pernah ada di hati kamu Re,kamu selalu memilih Sam,tanpa melihat aku. kamu gatau gimana perjuangan aku untuk dapatin kamu,dari sekolah sampai sekarang,aku itu mungkin emang cuman bayangan aja dan terlalu berharap sama kamu." gumam isi hati Heri.


Sam tersenyum gak lama melihat ada bayangan lewat pintu ruangan Regina,Regina juga ikut melihat sangking penasaran ada apa.


"Kenapa sayang?"

__ADS_1


"Gak,tadi aku liat ada yang lewat."


"Ih kamu mah,jangan bikin takut dong,nanti aku takut benaran gimana? dasar jahat."


"Gak,benaran ada yang lewat ngapain aku mau buat kamu takut,kurang kerjaan banget aku."


Regina terdiam sembari mendapat pesan dari Heri,Sam membuka handphone Heri,gak lama Sam blok nomor Heri dari handphone Regina.


"Maaf harus aku blok sayang,mereka berdua udah menganggu hubungan kita,aku gamau hubungan kita rusak karena oranglain,paham kan? maaf aku egois ya."


Regina tersenyum sembari mendekap Sam,walau sebenarnya ia penasaran juga Heri mengirim pesan apa,gak lama Sam pulang bentar kerumah,Regina melihat pesan tersebut.


"Re,gua benar-benar gak iklas lu sama Sam,apa lu gak bisa balik lagi sama gua? gua butuh lu Re,gatau gimana cara lupain lu,selama ini gua bilang gua sama Ella gua bohong,gua cuman gamau lu merasa sungkan sama gua,emang melupakan cinta pertama lebih susah ya,daripada melupakan cinta sekian."


Regina yang membaca itu tiba-tiba air matanya jatuh dengan mudah dari matanya,merasa sakit yang dirasakan Heri yang tak bisa ia lindungi.


.


.


"Akhirnya kamu keluar juga dari rumah sakit ya sayang?"


"Iya."


Regina lebih berbeda dari kemarin,Sam bingung ada apa denganya masa iya,karena tinggal ke kantor bentar sifatnya bisa berubah-ubah.


"Re,bentar deh kamu kenapa sih sayang?"


"Kok kamu berubah? aku salah apa sayang? kalau marah bilang,aku salah apa sama kamu."


Regina bingung dengan pembicaraanya kepada Sam,enggak lama Regina menatap mata Sam dengan dalam,Samm yang malah bawa perasaan.


"Kamu itu gr banget sih,emang kamu ngerasa ada salah sama aku?"


"Kalau gak ada apa-apa,kenapa lebih diam?"


"Hmm,aku capek baru pulang,kamu ngarep apa dari aku? aku gak boleh apa diam sehari,masa ya aku harus bawel terus,emang aku orang gila?"


Sam terkekeh mendengar perkataan Regina,setelah di pikir-pikir benar juga sih,masa gak ada apa-apa harus ketawa,gak lama handphone mereka berdua berdering.


"Dari mama,sama papa,ada apa ya?" keduanya berkata demikian.


Enggak lama akhirnya mereka menjawab telepon tersebut,setelah mengangkat mereka diam dan saling berjauhan dari tempat tadi.


"Halo."


Saling menatap dari jauh sembari pegang tangan,mereka bicara antara nyambung dan tidak,sampai akhirnya mereka mengakhiri telepon tersebut.


"Sayang."

__ADS_1


"Hmm."


"Aku bakal jadi anak yang gak baik ini,matiin telepon orangtua demi kangen sama kamu doang."


"Haha sama kok,aku juga."


.


.


"Pagi sayang."


"Pagi cantik,kangen banget sama kamu,sayangnya aku harus kerja hari ini,kamu mau ikut gak?"


"Mau,tapi takut ngerepotin lagi."


"Tenang aja,aku udah siapin semuanya ayo,siap-siap terus sarapan."


Regina bingung ada apa,saat selesai siap-siap mereka  turun dari bawah kamar,gak lama ada mama dan papa Regina,Sam sontak memberi salam.


"Ma,pa ada apa? kok tiba-tiba datang,ada yang mau di sampein?"


Sembari mengajak orangtuanya untuk duduk,serta sarapan bersama. setelah duduk mereka terus saling menatap,sampai akhirnya Sam mencoba memulai,tapi di potong oleh mamanya.


"Mama sama papa,mau tinggal di sini? bolehkan."


Keduanya kaget sontak saling melihat dan memberi kode,gak lama mereka undur diri untuk berunding bersama,di dalam kamar.


"Seriusan? mama sama papa kamu mau di sini? terus Selly sama Tiara gimana sayang?"


"Aku juga bingung kenapa mama sama papa kayak gini,pasti ada yang gak benar,tapi apa ya?"


"Hmm,kamu sih suka pergi gak jelas,malah ketawan lagi pas pergi sama Ella,mereka curiga kamu ada simpanan selain aku,gimana? gak enak kan di curigain itu perasaan aku ketika kamu cemburu sayang."


"Sayang,aku cemburu ke kamu wajar,kamu itu cantik dan aku biasa aja,apalgi Heri itu mantan suami kamu,kamu lupa? dia bisa gunain cara apapun."


Regina tersenyum mendengar perkataan Sam,enggak lama Regina pegang kedua wajah Sam,sembari menghelus pipi Sam dengan lembut.


"Sayang,kenapa kamu kalau lagi cemburu lucu banget,kadang aku gemes sama rasa cemburu kamu."


Sam terdiam,enggak lama ada suara ketukan pintu dari luar,Regina hanya tersenyum Sam menutup mata karena malu,ada kedua orangtua mereka.


"Sayang."


"Apa?"


"Aku harus gimana?"


Regina hanya diam serta mengeleng kepala,sedang memikirkan cara apa,agar orangtuanya tidak menjadi nginap dan juga,harus dengan alasan yang jelas.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca karya author dan selalu semangati author,maaf kalau cerita author belum sempurna,karena author hanya orang biasa sama  kayak kalian terimakasih untuk semua dukungan kalian,jangan lupa  mampi ke cerita author yang judulnya "Cinta itu" chat story semoga kalian suka,dan terus mendukung author untuk tetap rajin update,makasih.


__ADS_2