Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
97.Maunya gini terus boleh gak?


__ADS_3

"Mama,sama papa ada apa sih? kok tumben tiba-tiba mau nginap? ada apa ma?"


"Loh? masa mama mau nginap rumah anak mama gaboleh?"


"Iya b-boleh,yang bilang gak boleh siapa? cuman maksud aku tumben aja gitu."


"Iya,habis mama bosan dirumah gak ada kamu."


Sam terus melihat ke arah Regina,enggak lama melihat ke arah jam tangan,sembari tersenyum kepada semuanya,Regina bingung ada apa.


"Sayang,ma,pa aku mau pergi kerja dulu ya,maaf aku duluan."


"Sam,tunggu!"


Sam sontak melihat ke arah mama Regina dan menghampiri mama Regina,gak lama mama Regina menepuk pundak Regina.


"Mama boleh kan? menginap di sini?"


Sam hanya mengangguk kepala dan tersenyum kepada mama,mama hanya tersenyum sontak pergi dari hadapan semuanya.


"Itu,suami kamu bolehin kok sayang,masa mama gaboleh sih nginap di sini?"


"Aku gak bilang mama gak boleh,boleh aja cuman Selly sama Tiara gimana ma?"


"Mereka lagi ada pelatihan di sekolah,nginap selama seminggu,mama bosan di rumah sendiri cuman sama papa kamu,makanya mama mau menginap di sini,sekalian mama mau jaga anak mama."


Regina yang mendengar itu hanya diam,bingung mau bicara apa sampai akhirnya Regina mengiyakan dan tidak bisa menolak kedua orangtuanya.


"Makasih ya sayang."


"Iya ma,ayo sarapan."


Regina jalan ke arah meja makan,gak lama handponenya berdering pesan dari Sam,Regina merogoh sakunya sembari melihat pesan dari Sam.


"Sayang,mama sama papa gimana?"


"Hmm,gabisa mereka katanya tetap mau nginap,kebetulan kedua adik aku mereka lagi ada pelatihan dari sekolah,pulangnya seminggu dan itu bisa menjadi alasan mereka nginap,kalau aku gak kasih aku bakal jadi anak yang jahat sayang."


Sam menghela nafas sembari berpikir,ada benarnya juga sih,kan gak semua nya harus buruk ya,sampai akhirnya Sam memutuskan.


"Iyaudah sayang kalau gitu,planning kita batalin aja semua,mungkin ini saatnya aku dekat sama orangtua kamu."


"Kamu niat banget si sayang,makasih ya aku gak nyangka kamu rela,untuk iklas mama sama papa tinggal,maaf ya kamu kecewa ya mereka nginap?"


"Jujur enggak sih,cuman kaget aja kok bisa mereka nginap dan ternyata ada alasanya kalau gitu,aku bisa apa? yang aku bisa cuman terima,benar gak sayang."


"Iya sayang,sekali lagi,aku minta  maaf ya aku sayang kamu kok,kalau udah pulang kabarin aku ya,nanti aku masakin kamu makanan."


Sam tersenyum sembari menanggis,karena tidak bisa berduaan dengan istrinya padahal,dokter menganjurkan mereka stress cinta da disuruh berdua,tapi kedua orangtua mereka tidak perduli,alias masih curiga dengan perbuatan Sam.


"Ma,habis ini mau  ke mall gak? ke mall ayo aku beliin apa aja yang mama dan papa mau?"


Kedua orangtua mereka merasa senang sekaligus bangga,memiliki anak seperti Regina,enggak lama selesai makan akhirnya mereka pergi ke mall,sampai di mall.

__ADS_1


.


.


"Pft,capek mama sayang habis jalan-jalan sama kamu."


"Tapi mama senang kan?"


"Senang sayang,senang banget."


Handphone Regina berdering dari Sam,gak lama Sam pulang kerumah dan mendekap Regina dengan erat,di lihat oleh papa serta mama.


"Sayang,kamu kenapa? kan ada papa sama mama,emang kamu gak malu apa?"


"Untuk apa malu?"


"Gak perlu malulah sayang."


"Hmm,kamu ini ada-ada aja sayang."


Sam sontak melihat ke arah orangtua dan senyum serta memberi salam kepada orangtua Regina,sembari Sam mengajak makan di meja makan.


"Mama sama papa udah makan sayang,kalian berdua aja deh Regina gak mau makan,kalau gak sama kamu katanya."


"Loh? kok gitu sayang? kenapa?"


"Enggak tau  padahal mama udah suruh dia makan,tetap gamau dia."


Sam mendekap Regina yang lagi ada di balkon,sembari Regina tersenyum dengan mendekap tangan Sam,dan melihat indahnya malam ini.


"Kamu kenapa sayang?"


"Enggak apa-apa malam ini indah banget,aku senang kalau berdiri di sini."


"Jangan dong,nanti kamu masuk angin gimana? kan aku juga yang repot."


"Kamu yang repot,apa kamu yang gamau sayang aku hah?"


Sam tersenyum dengan ungkapan Regina,Sam memutar Regina ke arah pandanganya sembari merapikan rambut Regina.


"Masuk ke dalam ayo,kasihan anak kita,kalau dia kedinginan gimana?"


"Hmm,dia minta berdiri di sini,gimana dong?"


"Iyaudah aku temanin,bentar ya aku ambilin selimut biar kamu gak dingin."


"Iya sayang makasih ya sayang."


Regina tersenyum sembari mendengar ungkapan Sam,enggak lama Sam mengambil selimut untuk menutup Regina.Regina melihat ke arah Sam.


"Sayang."


"Apa?"

__ADS_1


"Kamu sayang aku gak?"


"Sayanglah! kalau gak sayang,gimana aku bisa di dekat kamu sekarang."


Regina hanya diam dan menghela nafas,sembari melihat pemadangan indahnya bulan,Sam mengecup Regina.Regina bingung ada apa dengan Sam.


"Kamu kenapa si Sam? dari tadi ngecup aku terus,dasar genit."


"Emang gaboleh? kalau aku kecup kamu?"


"Gak gitu,boleh aja kalau ketawan orangtua gimana?"


Sam hanya diam dan merasa bingung,harus melakukan apa kepada Regina,gak lama akhirnya Regina berbalik badan melihat ke arah Sam.


"Ayo masuk,dingin."


"Iya."


Sam masuk bersama Regina,gak lama mereka tidur di kasur selama di kasur,Sam terus menangkap Regina. gak lama Regina melihat ke arah Sam.


"Sam."


"Hmm."


"Besok kamu kerja?"


"Kerja,kenapa?"


Regina terdiam sembari bengong,gak lama Sam bingung ada apa dengan Regina sembari pegang dagung Regina,untuk mendongak melihat ke arahnya.


"Kenapa sayang?"


"Gapapa,aku nanya aja,boleh kan? kalau aku nanya?"


"Boleh,cuman kenapa kamu sedih gitu?"


"Hmm,emang aku gaboleh sedih dan tetap harus bahagia gitu."


Sam bingung dengan perasaan mood Regina,yang terus berubah kadang dirinya bingung harus berbuat apa,walau kadang ingin membantu tapi serasa sia-sia dan tidak di anggap juga oleh Regina.


"Kamu tidur sayang?"


Sam membuka matanya,sembari melihat ke arah Regina,Regina merasa kesal dengan Sam,saat Sam mencubit pipi Regina.


"Diam! sakit tau gak!"


"Lagian marah terus? kalau ada apa-apa itu bilang dong,jangan diam aja."


"Enggak! malas udah sanah tidur,besok kerja kan,kerjaan kamu kan lebih penting dari aku."


"Kamu kenapa sih cantik,aku salah terus perasaan? ini bawaan kamu apa bayinya."


Sam terdiam melihat tingkah Regina yang kadang kayak anak kecil,tapi kadang membuatnya senang dan berbeda dari semua wanita.

__ADS_1


__ADS_2