Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
65.Kecewa


__ADS_3

"Loh,kenapa kamu ketawa emang dari perkataan aku ada,yang lucu ya."


"Enggak ada,cuman kamu lucu aja,makannya aku ketawa sayang,maaf ya."


"Hih,apa lucunya?"


"Enggak beneran,aku liat besok ya."


Regina senyum dan di helus kepalanya oleh bos,enggak lama handphone bos berdering dari Ella."


"Bentar ya Re."


Regina tersenyum bos pergi jauh dari Regina.


"Hah? Ada apa."


"Lagi apa lu,gimana ini gua belum ada proses apa-apa sama Heri."


"Yah usaha dong,masa itu aja harus gua bantuin,aneh deh gua sama lu."


"Ih tolong lah,lu gimana sih gk ada pedulinya banget sama gua."


Bos terdiam sembari mengerutkan dahinya.


"Sayang,kamu kenapa?"


Sontak bos mematikan telepon melihat,Regina menghampirinya dan mendekap Regina dengan erat.


"Enggak apa-apa sayang,cuman urusan kantor lagi banyak masalah,makanya sekarang aku pusing sendiri,menurut kamu,aku harus gimana ya sayang?"


Regina menggenggam tangan bos dan membawa bos duduk di sofa,sembari senyum pegang kedua wajah bos.


"Aku akan bantu kamu,tenang aja ya sayang."


"Makasih ya,maafin aku ngerepotin kamu sayang,dalam masalah aku "


"Aku enggak ngerasa tergangu kok,malaha aku senang kalau bisa bantu kamu,sayang."


"Makasih wanita baik,aku merasa enggak salah pilih kamu,dalam hidup aku beneran deh."


Akhirnya mereka mendekap kembali,sedangkan Ella merasa kesal udah sama Heri gagal sama,Sam juga gagal enggak ada yang berjalan dengan mulus.


Toktoktok


Terdengar bunyi pintu di luar.


"Masuk."


Saat masuk Ella yang tadinya duduk,sontak berdiri melihat Heri.


"H-heri duduk."


Heri jalan ke arah Ella,Ella bingung ada apa dan duduk di kasur Ella,sembari itu menaruh kepalanya di pundak Ella.


"El."


"Iya sayang "


"Gua benaran enggak bisa balik lagi ya,sama Regina?"


"Emang kenapa?"


"Dia kayak cuek sama gua dan gua bingung harus gimana?"


Ella tersenyum bahagia walau bagiamanapun,dirinya hanya diam dan berkata apa-apa.


"Menurut lu,gua harus gimana?"


"Hmm lu mau gua bantuin sama dia?"


"Enggak usahlah gua ngerti,kalau semangkin di paksa enggak akan jadi,yang ada gua yang capek."

__ADS_1


Ella tersenyum bahagia apa ini saatnya,ia mengibarkan bendera kemenangan melihat Heri yang sudah mengalah kepada Regina dalam perasaan.


"Iyaudah Her,lu boleh cerita apapun kok ke gua dan gua pasti dukung,semua yang lu lakuin."


"Makasih ya El,maaf gua pernah jahat sama lu."


"Ia enggak apa-apa gua udah maafin kok,jauh dari lu minta maaf ke gua,karena gua beneran sayang sama lu,Her."


Heri yang mendengar itu melihat ke arah Ella sontak,mengecup bibir Ella dan membuat Ella diam serta bahagia.


"I love you El."


Ella berharap kalau hari ini bisa berhenti,begitu saja kenyataanya tidak seindah itu.


.


.


"Pagi sayang aku."


"Pagi juga istri cantik."


Bos mendekap Regina dari belakang, sembari itu Regina masak dan menyuruh bos mencicipi makanan seperti biasa.


"Sayang kamu ke kantor jam berapa?"


"Belum tau,kenapa sayang?"


"Iyaudah deh sayang kalau gitu."


"Hmm okelah kalau gitu,aku mau siapin makanan untuk kamu,tapi kalau kamu enggak mau enggak apa-apa."


Bos hanya mengecup pucuk kepala Regina,sembari senyum melihat ke arah Regina yang perhatian kepadanya.


"Baik banget sih istri aku,udah baik cantik lagi."


"Hmm apaan sih bukannya itu yang harus aku lakuin ke kamu,tiap hari ya."


"Iya sih,abis mau gimana ya kan sayang?"


Handphone bos berdering dari kantor, setelah selesai teleponan dengan orang kantor, mereka diam.


"Sayang aku pergi ya."


"Oke makanan juga udah aku siapin,makasih ya sayang."


Bos mengecup kening Regina dan sontak pergi dari hadapan Regina, Regina mengehela nafas.


"Hmm ngapain lagi ya bingung deh kalau bos lagi pergi gini,kadang suka kehabisan akal harus ngapain."


Akhirnya Regina memutuskan untuk kerumah orangtuanya,setelah sampai dirumah orangtuanya,papa berkata.


"Re,sayang."


"Halo pa."


"Kamu ada apa ke sini."


"Iya aku kangen aja sama papa,boleh kan pa,Regina ke sini."


"Bolehlah sayang,kenapa enggak."


Papa hanya diam dan Regina merasa senang kepada dirinya,setelah itu akhirnya mereka hanya diam saja,setelah diam.


"Sayang."


"Mama."


"Kamu kenapa ke sini? Heri enggak ikut sayang."


Regina hanya diam,tidak bisa berkata apa-apa sampai akhirnya,papa mencairkan suasana.

__ADS_1


"Ma,kita makan ayo,papa lapar."


"Iya pa,bawel deh papa itu."


Akhirnya mereka makan,setelah selesai makan akhirnya,Regina melihat ke arah papa dan mamanya..


"Pa,ma aku pulang ya."


"Iya sayang hati-hati ya,kamu naik apa ke sini?"


"Hmm,enggak usah pa,kan aku ada supir papa. Tenang aja."


"Iyaampun kamu bahagia banget ya nak,pergi naik mobil."


Regina hanya bisa tersenyum ketika mamanya berbicara demikian,selain diam dirinya hanya bisa menerima apa yang mama katakan.


Sampai dirumah dirinnya harus masak untuk bos,selesai masak bos pulang.


Bos mendekat Regina dari belakang dan Regina hampir saja, loncat dari hadapan bos.


"Sayang kamu kenapa sih suka banget ngagetin aku, kalau aku jantungan gimana Emang kamu mau."


"Habis kamu terlihat lucu sih dari belakang, jadi Aku gemes sayang sama kamu maafin aku ya."


"Kadang aku juga gemes kok sama kamu, tapi aku tahan aja karena aku ngak mau terlalu gimana-gimana sama kamu."


Bos tersenyum  mendengar perkataan Regina, bos melihat Regina sedang apa.


"Sayang kamu lagi ngapain sih Aku bingung?"


"Ini aku lagi masak sayang, Emang kamu kira aku lagi ngapain."


"Oh baru masak atau gimana?"


"Aku cuman hangetin doang kok biar kamu makannya panas, soalnya kalau udah dingin kan nggak enak jadi aku hangatin lagi deh."


Bos tersenyum kepada Regina, sembari pegang kedua bahu dan berkata kepada Regina.


"Aku mau kasih tahu kamu sesuatu, kamu mau dengar nggak."


"Soal apa sayang? Kayaknya kamu bahagia banget sampai kamu senyum tersemeringai gitu."


"Ya Aku senang banget soalnya, perusahaan kita lagi naik banget sekarang Sayang."


"Selamat ya sayang,aku ikut senang dengarnya."


"Iya makasih ya sayang,aku juga senang kalau kamu senang."


Akhirnya makanan sudah siap dan bos membantu Regina untuk, meletakkan makanan yang baru dihangatkan barusan.


"Sebenarnya kamu nggak usah bantu aku juga nggak apa-apa tahu, Aku ngerti kok kalau kamu lagi bahagia."


"Emangnya kenapa sih sayang, susah banget mau bantu kamu doang."


"Aku bukan enggak mau di bantu,enggak mau kamu sibuk."


"Haha aku bercanda sayang,aku ngerti kok maksud kamu apa sayang."


Regina hanya tersenyum melihat arah bos begitu juga dengan bos ke arah Regina.


"Kamu tuh kenapa sih sayang suka banget isengin aku, lucu ya isengin aku makanya kamu suka."


"Ia suka soalnya istri aku cantik makanya aku suka."


"Kalau istrinya jelek nggak suka dong, dasar kamu mandang fisik."


"Kalau aku mana fisik aku kayaknya nggak mungkin sama kamu deh hehehe bercanda aku sayang."


Regina terdiam mendengar bercandaan bos,seketika bos pegang tangan Regina.


"Aku cuman bercanda sayang,mau kamu jelek atau cantik,aku tetap sayang kamu."

__ADS_1


"Masa? Kok lucu mangkin sayang,aku dengarnya haha udah ah makan,aku bercanda juga kok emang enak di kerjain."


Akhirnya sontak bos hanya diam dan Regina tersenyum kemenangan karena udah menang,dari bos.


__ADS_2