
“Sam! Kamu mau sampai kapan mainin drama enggak jelas ini.”
“Maksud kamu apa Ella?”
“Udah deh ya,aku capek sama kamu,udah aku bilang berkali-kali kalau kita harus segera menikah Sam!”
Sam sedang pusing,enggak lama Regina dan Heri juga berbicara lewat telepon,sembari Heri marah-marah kepada Regina.
“Re! Udahlah kamu lepasin aja Sam,lagian orangtua kamu juga suka kita bersama kan?”
“Enggak,orangtua aku udah tau kalau aku sama Sam,kamu enggak perlu ganggu aku lagi.”
“Ella enggak suka aku,niat dia di awal adalah menghancurkan hubungan kita,aku mohon kita balik lagi sayang,kamu masih sayang aku.”
“Maaf,aku hanya cinta sama Sam,kalau kamu mau belajar mencintai Ella,semua akan bisa dan jangan ganggu aku lagi.”
Regina mengakhiri teleponya bersama Heri,Regina menghampiri Sam dan Ella masih marah-marah lewat telepon,Regina merebut handphonenya serta mematikan teleponya.
“Sam.”
“Apa sayang?”
“Kita kabur ayo.”
“Hah? Mau kemana?”
Regina sontak membeli tiket dan kabur ke luar kota dan tinggal di daerah,kota yang jarang mereka tau serta membeli rumah di sanah dan membawa bibik di rumah untuk kerumah baru.
“Sayang.”
“Apa Sam?”
“Maaf ya,kalau sementara hanya bisa tinggal kayak gini,aku yakin bakal ajak kamu ke tempat layak.”
“Kamu bercanda ya aku malah senang banget,ke tempat ini.”
Sam yang melihat reaksi Regina,membuatnya bahgia sontak mendekap Regina dengan erat,sembari di balas oleh Regina.
“Makasih ya sayang,selalu ada di samping aku,walau aku lagi susah atau enggaknya.”
“Iya sayang,sama-sama.”
Ella terus membanting-banting barang di kamarnya,enggak lama Heri datang serta masuk ke kamar Ella.
“Ella..aw sakit.”
Heri terluka karena pecahan vas bunga yang di pecahkan Ella,niat mau berhentiin Heri malah kena Heri,Ella sontak mendekap tangan Heri ke dalam pelukannya.
“Heri,maafin aku sayang.”
“Hmm,iya enggak apa-apa aku ngerti kalau kamu marah,tapi di kondisikan ya bisa,bahaya buat kamu loh emang kamu enggak takut kena kamu?”
“Iya,maafin aku Her ayo sekarang,kita kerumah sakit.”
Mereka berdua pergi kerumah sakit,mama dan papa Ella memicingkan matanya,kepada Heri.Heri hanya diam dan tidak mau berkata apa-apa,sampai dirumah sakit.
__ADS_1
“Tangan Heri enggak apa-apa kok,cuman luka ringan aja,kalau gitu saya permisi.”
“Makasih ya dok.”
Dokter pergi dari hadapan mereka,setelah itu Ella merasa cemas kepada Heri,enggak lama Heri hanya tersenyum melihat Ella cemas kepadanya.
“Aku enggak apa-apa El,kamu jangan terlalu pusingin aku ya.”
“Kamu selalu bilang enggak apa-apa,padahal kamu kenapa-kenapa sih,ngeselin banget jadi pria.”
“Aku cuman bicara yang sesungguhnya kok,emang aku salah?”
Ella hanya diam sembari ingin pergi tapi di tahan oleh Heri,Heri mendekap Ella dari belakang,Ella merasa senang saat melihat Heri seperti ini.
“Oh ya Her,gimana hubungan kamu sama Regina?”
Heri bingung dan sontak membalikan badan Ella,melihat Ella dengan seksama sembari pegang kedua pundak Ella.
“Kenapa? Kamu jadi bahas Regina?”
“Enggak,aku nanya aja bukannya dia selalu jadi pujaan hati kamu ya?”
“Eh,kamu bicara apa sih,aku itu lagi sama kamu yah berarti aku sayang sama kamu,kalau aku sama Regina harusnya aku sama Regina ngapain aku sama kamu.”
Ella hanya diam sembari senyum dalam hatinya,kadang bingung harus berbuat apa kepada Heri,kadang Heri selalu bisa mencairkan suasana perasaan Ella.
“Udah,jangan sedih-sedih ya.”
Ella tersenyum kepada Heri,enggak lama mereka pulang kerumah,kedua orangtua Heri bahagia melihat Heri akur dengan Ella.
Mereka hanya tersenyum seolah,Ella tidak tau apa yang di rencanakan Heri kedepanya,begitu juga Heri tidak tau rencana apa yang di rencanakan Ella. Balik ke Regina dan Sam.
“Sayang,akhirnya kamu pulang juga,aku kangen banget tau.”
“Kamu kenapa? Semenjak hubungan kita di tahui orangtua kamu,kamu jadi manja sama aku?”
“Kenapa? Enggak boleh? Kamu enggak suka,kamu risih sama sifat aku kayak gini ke kamu.”
“Haha apa sih sayang,enggaklah kamu itu marah terus lucu banget sih dasar bom,meledak terus udah ah aku mandi dulu baru makan ya.”
Regina hanya diam sembari memanyukan bibirnya yang terlihat bosan dengan tingkah laku Sam,Sam tetap berjalan selesai mandi ke meja makan. Tapi tidak ada Regina.
“Sayang.. kamu kemana? Regina? Regina sayang.”
Regina tertidur di kamar,Sam melihat Regina hanya tersenyum enggak lama,Sam pergi makan sendiri dan enggak lama ada telepon lagi dari klien.
Regina yang melihat Sam tidak perduli kepadanya,membuat dirinya kesal enggak lama Regina mendekap,Sam dari belakang Sam yang sadar hanya menghelus tangan Regina.
“Baik pak,makasih ya pak.”
Sam mengakhiri teleponya sembari melihat ke arah Regina,Regina terdiam saat Sam melihat ke arahnya dengan Sam pegang kedua wajahnya Regina.
“Kamu kenapa sayang?”
“Enggak apa-apa kok,emang aku kenapa?”
__ADS_1
“Setiap aku telepon kamu pasti peluk aku? Ada yang mau kamu bicarain sama aku?”
“Enggak,kamu udah makan.”
Sam hanya diam sembari menghelus kepala Regina,enggak lama Sam pegang kedua tangan Regina sembari melihat Regina.
“Udah,kamu tidur lagi aja,aku juga mau tidur kok.”
“Kamu mau tidur dimana?”
“Dikamarlah sayang,emang mau di mana? Di kantor yah enggak mungkin kan jauh ke kantor.”
.
.
“Pagi sayang.”
“Pagi,kamu hari ini mau ke kantor?”
“Iya,aku ada rapat ada apa?”
Regina terdiam,enggak lama handphone Regina berdering dari orangtuanya,enggak lama Regina mengangkat di depan Sam.
“Halo ma,pa ada apa?”
“Kamu lagi dimana sayang?”
“Lagi dirumah ma?”
Sam terus melihat ke arah Regina,seperti ada yang terjadi dirumah Regina,enggak lama Regina mengakhiri teleponya.
“Kalau kamu ada urusan enggak apa-apa Re,kamu pulang aja.”
“Hmm,yaudah maaf ya aku nginap dulu di sanah,kalau udah baik aku pulang kerumah sayang.”
“Iya,aku antar ya kamu siap-siap dulu aja.”
“Oke sayang,makasih ya.”
Regina bergegas pergi untuk siap-siap setelah selesai,akhirnya Regina menghampiri Sam mereka.naik mobil bersama sembari Sam pegang tangan Regina.
“Tenang aja,pasti enggak ada apa-apa kok.”
“Iya Sam,makasih ya.”
Sampai dirumah Regina,Sam mendekap Regina dengan erat,enggak lama Regina mengecup pipi Sam,sembari Sam melihat ke arah Regina.
“Aku pasti bakal kangen kamu Sam.”
“Iya sayang,aku juga kalau ada apa-apa kabarin aku aja ya.”
“Iya sayang pasti,kalau gitu kamu masuk gih,siapa tau mereka butuh kamu.”
“Iya,ini mau masuk ke dalam rumah kamu hati-hati ya.”
__ADS_1
Regina kembali mendekap Sam,Sam merasa dekapan Regina pada saat ini hangat,sampai ia tidak mau melepaskan dekapan tersebut.