Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
16.Menjalankan misi


__ADS_3

"Kak."


"Hai sayang."


"Kakak,habis darimana? kok baru keliatan kak."


"Ini sayang,kakak beliin kamu makan,pasti lapar kan,ini makan dulu."


"Wah makasih ya kak."


Selly bingung dengan pria berkemeja lengan panjang dan rapi itu,sedari tadi mengikuti kakaknya lalu Selly memberanikan diri melihat kakaknya.


"Kak?"


"Apa sayang."


"Pria itu siapa kak? kenapa dari tadi Selly perhatiin dia ikutin kakak terus."


"Hmm,itu bos kakak sayang."


"Hah? bos kakak ikutin kakak buat apa? emang dia enggak ada kerjaan."


Regina hanya tersenyum dengan terkekeh,setelah itu selesai acara Regina pergi ke kafe,bersama Selly dan juga di temani oleh Heri.


"Kak."


Heri bingung Selly panggil siapa,sembari Heri menunjuk dirinya,setelah itu Selly hanya diam dan melihat ke arah Heri sambil dengan tatapan santai.


"Kakak,pacar kakak saya apa bos kakak saya?"


"Adek,jangan nanya gitu dong."


"Aku penasaran kak,soalnya dari tadi kakak ini ganggu kita."


Heri merasa di usir anak kecil hanya diam dan pergi dari hadapan anak kecil itu,dengan muka sedih Regina yang merasa tidak tega,langsung melihat ke arah Selly.


"Sayang gaboleh gitu,kakak gak pernah loh ajarin kamu sakitin hati orang,jadi jangan gitu oke sayang."


"Hmm,emang aku sakitin hati kakaknya ya ka,maaf aku emang gak suka aja."


Heri menjauh dari Regina maupun Selly,Regina yang merasa tidak tega langsung mendekati Heri,sambil menepuk pundak Heri.


"Maafin adik saya ya pak,dia enggak pernah gitu tapi,enggak tau kenapa tiba-tiba dia gitu."


"Iya enggak apa-apa,dia cemburu mungkin dan takut saya akan ambil kakaknya,belum menikah aja udah gak di sukain,gimana udah nikah ya?"


"A-apa pak?"


"Enggak,iyaudah saya pulang aja,nanti bahas di apartemen saya aja bye,kamu selamat senang-senang ya buat adik kamu,kamu pesan apa aja deh nanti saya bayar,ini uangnya cukup kan."


"Eh,enggak usah pak saya ada uang."


"Enggak apa-apa,latihan jadi suami istri dan nanti kalau udah jadi suami istri,terbiasa,bye."


Regina yang mendengar itu hanya melongo,terkesan sesuatu tidak ada yang terjadi,dengan mudahnya Heri berkata seperti itu di depanya.

__ADS_1


Heri pergi dari hadapan Regina yang masih melongo,karena perkataanya,handphone Heri bunyi dari Ella,Heri hanya menghela nafas.


"Hmm,apa?"


"Sayang,kita benaran selesai?"


"Iya,emang kenapa lagi?"


"Loh? kenapa."


"Kan kamu yang ngadu ke papa kamu dan kamu juga yang minta papa kamu,cabut saham papa kamu di perusahaan aku kan?"


"Enggak,aku enggak ada bicara apa-apa."


"Udah enggak usah bohong,kita selesai bye."


Heri mematikan teleponya dan Ella merasa kesal langsung membuang handphonenya,semua pembantu di rumah Ella,merasa takut kepada Ella karena jarang,melihat Ella seperti itu.


Tok Tok Tok


Pintu kamar Ella di gedor dari luar,Ella yang jalan layaknya monster dengan tatapan tajam yang ingin menyantap oranglain,dengan pandanganya.


"Sayang." ucap mama yang lagi menahan takut kepada anaknya sendiri.


"Apa ma." jawab Ella dengan datar dan ingin mengeluarkan air mata.


"Kamu kenapa sayang?"


"Ma."


"Iya sayang."


Mama hanya diam dan tidak bisa menjawab apa-apa,karena itu urusan suaminya bukan urusanya,setelah itu mama senyum dengan terkekeh.


"Sayang,kalau soal itu mama enggak tau,nanti mama tanya papa kamu ya."


"Enggak usah,biar Ella sendiri yang tanya,makasih mama udah mau bantu tanya ya ma,maaf Ella ngerepotin mama."


"Iya sayang,enggak apa-apa kok,mama juga senang bisa bantu kamu."


Mama pergi dari hadapan Ella,tanpa basa-basi,Ella duduk di belakang pintu sambil menanggis meraung-raung,karena kesal dengan sikap Heri yang cuek.


.


.


"Ka."


"Iya sayang."


"Itu bos kakak,belum pergi-pergi loh,dia kenapa si kak? takut banget asli kayak orang jahat tau gak!"


"Sayang,kamu kenapa sih?"


"Kakak yang kenapa? orang kayak gitu masih bertahan aja kerja sama dia."

__ADS_1


Regina menghela nafas dan bingung ingin memulai bagaimana dengan adiknya,agar adiknya tidak salah paham kepada Regina maupun Heri.


"Sayang gini ya,mungkin kamu terlalu kecil untuk mendengar hal ini,tapi kakak mau kamu tau."


"Apa kak?"


"Sebenarnya,bos kakak itu,calon suami kakak."


"Hah?"


Selly kaget mendengar ucapan kakaknya,sontak berhenti makan dan berdiri melihat kakaknya,sambil merasa tidak nyangka lalu kecewa kepada kakak sendiri.


"Hai Selly."


Selly membuang muka saat Heri menyapanya,Regina mengejar Selly tapi di tahan oleh Heri dan Heri mendekap kedua pundak Regina.


"Hei,ada apa? kenapa kamu sama Selly?"


"Kita berantam,gara-gara aku bilang kamu itu calon suami aku,dia marah dan gak terima,terus aku harus gimana dong?"


"Hmm,serius? dia marah itu kan aku ketolak lagi deh dua kali,jadi gimana?"


"Aku enggak tau,aku lagi gabisa mikir dan aku akan gila kalau sampai,Selly marah dan berantam sama aku."


Heri langsung peluk Regina dan orang suruhan papanya dari jauh,foto kemesraan Regina besama Heri,untuk mengirim ke papanya Heri.


"Kamu tenang ya,aku akan coba bicara sama Selly."


"Susah,aku aja dia gamau dengar,apalagi kamu."


"Enggak ada kata susah untuk Heri,semua tenang dan aman sekarang kamu,ke apartemen aku oke."


Regina hanya diam dan bingung harus melakukan apa,pikirannya kacau sedangkan Heri tetap egois memikirkan masalahnya sendiri,tanpa memperdulikan masalah Regina.


.


.


"Reg."


Regina langsung duduk di sofa apartemen Heri,sedangkan Heri sedang menerangkan peraturan di mana,mereka harus lakukan di mana enggak dan sepanjang penjelasan tidak ada satupun yang Regina dengar.


"Reg,kamu dengar gak aku bicara sama kamu."


"Maaf,boleh ulang."


"Oke,aku ulang tapi kamu fokus ke aku."


Regina mencoba untuk profesional tapi tidak bisa,karena hubungnya dengan adik-adiknya sedekat itu,sampai Regina enggan mau ngapa-ngapain.


"Reg,aku tau kamu sayang banget sama adik kamu,aku juga sayang sama kamu tapi,aku harus gimana? biar kamu fokus sekali aja."


"Maaf ya,kalau aku ada masalah aku emang lebih milih diam sebentar 10 menit,setelah itu aku baru bisa menyaring semuanya."


"Iyaudah kalau emang itu mau kamu,aku akan coba dan aku kasih kamu waktu oke."

__ADS_1


Heri sambil melihat ke arah dapur karena lapar,Regina hanya melihat ke arah Heri,di saat mau bikin mie instan,Heri bingung gimana cara masaknya sampai melihat cara buatnya di video lalu Regina tertawa lepas sambil menghampiri Heri.


__ADS_2