
“Aku cinta kamu sayang.” Heri tersenyum,sembari berkata seperti itu kepada Regina.
Regina melihat ke arah Heri dengan senyuman yang penuh cinta “Aku juga lebih cinta kamu,sayang.”
Keduanya saling mendekap dengan erat,tanpa memikirkan orang di sekitar,bagi mereka orang sekitar tidak penting,melainkan hubungan mereka yang terpenting untuk sekarang.
.
.
“Malas ke kantor.”Regina merajuk kepada Heri sembari ingin bermanja dengan Heri.
“Kenapa malas ke kantor.”
“Enggak mau ke kantor,sama kamu aja.”
“Hmm,yaudah nanti pas pulang aja,kalau enggak aku jemput gimana?”
Regina melihat ke arah Heri dengan senyum,Regina langsung mencubit kedua wajah Heri,Heri hanya diam dan tersenyum kepada Regina.
“Benaran? Enggak mimpi kan.”
“Kapan,aku bercanda?”
“Aaa,senang.”
Ting dong ting dong
Pintu dari arah luar,Regina yang melihat dari lubang pintu,untuk tau siapa yang datang kaget ternyata itu Ella.
“Ella?”
Heri terdiam dan langsung menarik tangan Regina,Regina diam dengan tertegun sembari mangkin tidak semangat,Heri pegang kedua bahu Regina.
“Kamu tunggu sini ya,atau mau pergi kerja?”
“Ih! Kamu mau berduaan sama dia ya? Kok kamu ngusir sih!”
Heri tersenyum sembari pegang kedua wajah istri tercintanya itu,melihat dengan tatapan penuh cinta.
“Enggak gitu,ada yang mau aku bicarain sama dia.”
“Bicara apa? Depan aku aja kenapa?”
__ADS_1
Heri mencoba membuat alasan yang logis,agar Regina tidak curiga denganya,walau sebenarnya Regina juga curiga dengan Heri ada apa dengan Heri.
“Sayang! Jawab! Ih! Kamu mah.”
“Jawab apa? Aku cuman patner bisnis aja sama dia,enggak ada apa-apa.”
“Ih! Kan kamu tau kalau dia sayang kamu,kok bisa deh kamu jadi patner bisnis dia ada apa sih?”
Regina yang mendengar alasan tidak logis itu membuatnya marah dan langsung meninggalkan Heri begitu saja,Heri hanya diam. Tidak banyak bicara dengan Regina.
“Hi,Re.”
Regina dengan senyum malasnya,membuatnya terhindar dari padangan Ella,Ella masuk kerumah setelah itu Heri menahan Ella dan melihat ke arah Ella.
“Kita pergi keluar aja.”
Ella hanya tersenyum dan menurut kepada Heri,Heri pergi. Melihat Regina mengunkan motor. Regina yang sadar akan suaminya pergi bersama Ella membuatnya menguping pembicaraan mereka.
“Ella.”
“Iya sayang,ada apa?”
Regina yang di bilik belakang Heri,ingin mendengar semua yang mereka bicarakan,Heri yang tidak tahu menahu hanya diam dan berbicara yang ingin di bicarakan saja.
“Bisa enggak,enggak panggil sayang,risih gua. Maaf.”Heri hanya diam sembari melihat menu yang ada di buku menu,sedangkan Ella terus memperhatikan muka Heri dengan tatapan penuh cinta.
“Enggak peduli,selama gua enggak kenal mereka kenapa harus takut di bilang pelakor.”
“Gila lu! Lu itu cantik ngapain sih segitunya banget,sama gua. Lagian gua enggak pernah suka lu tau,masa lu enggak sadar.”
“Sadar kok! Cuman enggak mau sadar aja,selagi hal itu bisa buat gua bahagia,kenapa gua harus sadar yang ada gua cuman bisa buat diri,gua bahagia aja bersama lu itu sumber bahagia gua Her.”
Heri merasa bulu kudunya merinding mendengar perkataan itu dari mulut Ella,seraya ingin meminta tolong kepada istrinya sayangnya istrinya jauh entah dimana.
Regina yang mendengar itu hanya tertawa karena dari perkataanya lucu dan membuat Heri merasa takut akan Regina. Wajar saja kalau Heri tidak menyukai wanita seperti Ella. Bagi Heri wanita seperti Ella menyeramkan.
“Iyaudah mau makan apa?”
“Kamu apa?”
Heri merasa lelah di tanya malah tanya balik,padahal serius nanya tapi di anggap bercanda,Heri yang merasa Ella enggak serius akhirnya sembarang pesan aja.
“Kamu pesannya,sama kan sayang kayak pesanan kamu.”
__ADS_1
“Iya.”
Heri terpaksa berkerja sama dengan Ella,karena hanya Ella yang mampu membayarnya lebih tinggi di banding yang lain.
“Papa lu tau enggak? Kalau kita kerja sama?”
“Enggak sayang,emang kenapa?”
“Enggak,nanya aja.”
Heri merasa geli saat dirinya di panggil sayang,seraya ingin pulang agar tidak bertemu dengan wanita ini namun,keadaan berkata lain,mau pulang malah harus bertemu enggak ada wanita ini,enggak ada usaha berjalan.
“Ini makananya kak,permisi.”pelayan yang datang ke hadapan mereka,Heri terus melihat ke arah Ella dengan perasaan tidak nyaman dan terus memikirkan Regina.
“Wah enak,ini apa sih sayang? Aku enggak pernah coba.”Ella yang banyak nanya membuat Heri semangkin emosi,untuk meladeni dirinya walau sebenarnya Heri membutuhkannya,tapi tetap aja kesal.
“Iya makanya makan,kalau bicara terus gimana mau tau rasanya gimana?”
“Ok aku makan.”
Heri hanya diam sembari makan,setelah melihat ke arah kanan dan kiri hanya bisa menghela nafas,sedangkan Regina yang melihat dari arah bilik membuat Regina merasa lucu kepada muka Heri.
“Oh ya sayang.”
Heri tambah menghela nafas “Udah di bilang jangan panggil sayang,masih aja panggil sayang,nyerah.”
“Hmm kenapa?”
“Aku enggak nyangka loh,kamu tau tempat sebagus ini.”
“Iya,aku tau dari istri aku Regina.”
Regina yang mendengar namanya di sebut sontak,melotot dan memajukan kupingnya ke arah pilar di belakangnya.
“Aaaa Heri,romantis banget si enggak nyangka kalau di luar sama,wanita lain dia seperti itu,pantas aja aku selalu sayang sama dia walau,aku pernah belok dikit menyukai bosku.”gumaman Regina yang senang dalam hati sampai ingin terbang.
“Oh,istri kamu tau tempat ya,aku kira dia cuman tau masak dan dirumah.”
“Hmm iya,istri aku tau segalanya dan dia juga enggak pernah jelekin aku,apalagi sampai merendahkan aku,aku yakin dia orang yang tepat untuk aku. Aku harap kamu dapat pria yang baik Ella.”
Ella yang mendengar itu sontak,merasa dirinya sudah di tolak mentah-mentah oleh orang yang disukainya,hal itu membuat Ella marah langsung membanting sendok dan garpu.
“Kenapa lu! Gua salah bicara Ella.”Heri yang bingung dengan sikap Ella,membuatnya semangkin muak dengan Ella.
__ADS_1
“Lu sadar enggak sih sama perkataan lu barusan,itu menyakiti gua tau enggak! Gua minta maaf kalau pernah merendahkan lu,bukan itu maksud gua,gua itu mau lu cepat-cepat nikahin gua,tapi lu itu enggak peka! Capek gua!”
Heri yang mengetahui sikap asli Ella membuatnya semangkin yakin,memang tidak salah memilih Regina untuk menjadi istri dan bukan dirinya,semua orang memandang mereka dengan aneh Heri mencoba,menarik lengan Ella tapi di lepaskan Ella dengan kasar. Heri melihat ke arah Ella.