
“Makasih ya,kamu udah perhatian sama saya,saya beruntung banget punya kamu,tapi kamu juga harus mikirin diri kamu ya,saya enggak suka perlakuin kamu,seperti pembantu,bagi saya kamu itu pasangan bukan pembantu,jadi jangan terlalu di pusingin ya.”
Regina yang mendengar itu sontak,tidak bisa berkata apa-apa,sedangkan bos bingung mengapa Regina memperhatikanya begitu dalam,sembari senyum.
“Kenapa? Saya ganteng ya.”
“Hmm,itu mah enggak usah di tanya,semua orang juga udah tau bos.”
“Saya enggak perlu pendapat orang,saya maunnya kamu bukan oranglain.”
Regina yang di perlakukan hangat dengan bos,membuatnya tersipu malu,sembari ingin melanjutkan pembicaraan handphone Regina berdering dari mantan suaminya,di saat bos ingin menjauh Regina menahan bos dan mengangkat telepon tersebut.
“Hmm,apa?”
“Kamu kemana sayang?”
Regina menghidupkan pengeras suara,agar bos juga mendengar kalau dirinya dan mantan suaminya sudah tidak ada hubungan,jadi tidak perlu ada yang ditutupi.
“Kenapa emangnya? Emang penting sampai mau tau?”
“Kok kamu gitu sih jawabnya sayang,aku ini masih suami sah kamu tau.”
“Kita udah cerai Her,emang orangtua kamu enggak ada kasih tau kamu,soal hubungan kita.”
Heri yang mendengar itu sontak diam dan tidak bisa berkata apa-apa,sembari menahan rasa sakit kepada perkataan Regina.
“Kamu pasti bohong kan? Kamu,pasti ngelakuin ini sengaja,biar aku menjauh dari kamu kan sayang? Maafin aku kalau aku salah sama kamu sayang,tapi kamu jangan pernah tinggalin aku,aku enggak bisa tanpa kamu sayang.”
“Maaf,keputusan aku udah bulat,aku lebih memilih berakhir sama kamu,daripada aku lebih sakit lagi.”
Regina sontak mematikan telepon tersebut,sembari menahan nangis di depan bos,bos tersenyum kepada Regina.
“Nangis aja sayang,emang ada yang larang kamu nangis,di depan aku,kamu enggak perlu sok kuat,aku enggak bakal nuntut kamu kuat kok,lagian kamu itu orang sayang,bukan wanita super jadi enggak perlu di tahan.”
Regina menanggis dengan kencang dan di dekap oleh bos,sembari bos menghelus punggung belakang Regina dengan pelukan eratnya.
“Udah nangis,sepuas kamu,tenang aku enggak bakal liat kamu nangis kok.”
Regina menanggis dengan tersedu-sedu,berbeda saat dirinya bersama Heri,Heri selalu mengajarkan dirinya untuk kuat dan tidak lemah di depan dirinya.
“Sayang.”
“Hmm.”
“Aku sayang kamu.”
Bos yang mendengar itu semangkin erat dekapanya,kepada Regina,sembari itu mereka lupa untuk ke kantor,sedangkan bos mengatur jadwal ulang rapat dan menemani Regina jalan-jalan ke mall,layaknya pasangan biasa dengan baju biasa tanpa harus pakai baju kantor.
__ADS_1
“Sayang ayo.”
“Aku malu Re,harus banget ya aku pakai baju kayak gini.”
“Loh? Kenapa ganteng kok,emang ada yang salah sama baju itu.”
Saat Regina berkata bos ganteng,bos tersipu malu dan menutup mulutnya dengan tanganya sembari menahan malu.
“Udah ayo,lagian enggak ada yang kenal kamu sayang,tenang aja kamu itu punya aku,kalau ada yang berani sama kamu,aku telan orangnya.”
Bos yang mendengar itu tersenyum,sembari mendekap tangan Regina yang munggil dengan erat.
“Hmm,mau kemana ya tadi kan kita baru makan,enggak mungkin makan lagi gimana? Kalau kita pergi nonton.”
“Hmm,terserah kamu aja sayang,aku ikut aja Re.”
Regina akhirnya memutuskan untuk nonton,semua ini Regina yang mengatur sampai Regina merasa lelah dan kesal.
“Kenapa? Kok kamu marah?” bos menanyai hal yang enggak seharusnya dia nanya.
“Aku lagi mikir,sebenarnya kamu senang enggak sih pergi sama aku?”
Bos berpikir kenapa Regina berkata demikian,sembari melihat ke arah Regina dengan senyum tulusnya.
“Kalau aku enggak senang,mana mau aku pergi sama kamu.”
“Kalau senang,kenapa enggak mau milih.”
Regina yang mendengar itu bingung dirinya harus marah,atau menahan ketawa setelah di pikir-pikir lagi,emang Sam selalu sibuk kerja sih.
“Hmm,yaudah lain kali kamu pilih ya,aku juga mau tau kamu suka film genre apa?”
“Aku suka semua yang kamu suka,kalau kamu senang aku senang,kamu sedih aku sedih.”
“Ih! Bukan gitu.”
Regina merasa lelah dengan pria yang satu ini,selalu pintar aja membuat dirinya terasa lemah dan tak berdaya di depan pria ini.
“Terus,apa sayang?” bos menanyai hal yang ingin ia tau,dengan jarak muka yang dekat.
Bunyi suara bioskop yang seharusnya,mereka masuk sebelum jam yang di tentukan,keduanya mendegar sembari saling bertatapan.
“Gimana,kalau kita masuk dulu ke dalam ruangan,buat cari tempat nanti kalau udah gelap susah.”
“Hmm,ayo.”
Regina jalan duluan,lalu di pegang oleh bos,bos tersenyum sembari Regina tidak melihat dirinya,karena Regina sudah tersenyum dalam hatinya,sembari mencari tempat duduk Regina hampir jatuh.
__ADS_1
“Kamu enggak apa-apa sayang.”
Regina hanya mengeleng kepala dan bos tersenyum,sembari mencari duduk untuk mereka duduk,setelah duduk akhirnya Regina merasa jantungnya berdegub kencang.
“Re,kamu kenapa?”
“Enggak bos,saya senang aja bisa jalan sama bos.”
“Hmm,bos lagi.”
“Sayang,duh maaf aku lupa,kebiasaan panggil kamu bos soalnya.”
Bos hanya menghelus kepala Regina,sembari nonton Regina terus memandangi bos,tapi bos tidak melihat dirinya sangking fokusnya nonton. Regina sontak mengambil tangan bos untuk merangkul dirinya.
“Kamu kenapa?”
“Kamu cuekin aku terus daritadi.”
“Bukan cuek,aku lagi nonton.”
Regina sontak menarik muka bos,ke arahnya sembari bos senyum kepadnya dan menghelus wajah Regina.
“Kenapa sih? Kadang aku suka bingung deh sama kamu.”
“Kamu enggak liat,semua orang perhatiin kamu.”
“Aku enggak perduli,karena tatapan mereka ke aku,enggak ada arti apa-apa jadi buat,apa aku perduli?”
“Dih,kok gitu.”
Bos tetap lanjut nonton,sampai filmnya selesai,selesai film Regina jalan sendirian,tanpa bersama bos,bos bingung langsung mengejar Regina.
“Re,kamu kenapa?”
“Enggak.”
“Hmm,bohong,kenapa?”
Semua wanita melihat ke arah bos,Regina yang melihat itu merasa kesal,bos bingung ada apa dan mengejar Regina. Menarik tangan Regina dalam dekapanya.
“Re,kamu kenapa sih? Kalau aku ada salah bicara dong Re,jangan diam aja,kalau kamu diam aja kan aku enggak ngerti.”
“Buat apa kamu ngerti tentang aku? Aku kan enggak sepenting itu?”
“Hah? Kamu bicara apa sih?”
Regina menujuk ke arah sembarangan,sembari bos melihat itu setelah itu bos pegang kedua pundak Regina,sembari melihat Regina.
__ADS_1
“Kamu cemburu aku di liat cewe lain?”
Regina hanya diam dan tidak mau jujur,sedangkan bos yang melihat itu merasa lucu dan mendekap Regina lagi dengan erat.