Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
33.Lelah


__ADS_3

“Dari kapan emangnya?” Regina merasa penasaran dari kapan Heri,menyayanginya.


“Emang kamu lupa sama si kacamata kuda yang culun,selalu di pojokin semua orang dan cuman kamu yang bertahan sama si culun itu.”


Regina mencoba mengingat masa lalu di zaman ia sekolah,SMA adalah masa-masa indah Regina tapi tidak untuk Heri. Melainkan Heri selalu di buli oleh teman sekelas,karena sangking culunnya Heri.


“Eh culun,mana uang sini! Lu gaboleh lewat kalau gak kasih kita uang.”


Regina dari jauh melihat itu,langsung menampar mereka semua. Mereka semua hanya diam sembari melihat Regina. Lalu Regina menarik tangan Heri. Heri terdiam saat dia ajak lari bersama Regina.


“Kamu enggak apa-apa.”


“Iya,ma-makasih ya.”


“Lain kali,kalau kamu ketemu orang kayak gitu,panggil aku aja kalau enggak minta tolong oranglain ya.”


Regina tersenyum kepada Heri,lalu Regia mengulurkan tanganya untuk berkenalan dengan Heri. Heri tersenyum semeringai sembari membalas uluran tanganya kepada Regina.


“Regina,nama kamu siapa?”


“He-”


Bunyi bel yang berbunyi membuat Regina tidak mengetahui,nama asli Heri. Regina sontak pergi dari hadapan Heri merasa tidak enak kepada Heri. Karena harus masuk kelas dikarenaka gurunya terlalu disiplin banget.


“Lu habis dari mana si Re,doyan banget hilang-hilangan ketemu guru yang galak,abis lu!” seorang teman Regina yang sangat dekat denganya,Regina hanya membalas senyuman manis kepada temanya.


Temannya hanya mengeleng kepala kecil kepada Regina,yang selalu mengangap semuanya enteng dan kecil tanpa memikirkan konseskuensinya terlebih dahulu.


“Anak-anak.”


“Iya ibu.” semua mengucap salam kecuali Regina,Regina tertidur di kelas dikareakan dia harus mengerjakan tugas-tugas adiknya,yang tak kunjung selesai sehingga membuatnya kurang tidur.


“Regina!”


Regina sontak bangun dari tempat duduknya dan berdiri ke hadapan guru,guru yang ada di depanya Regina bingung harus bersikap bagaimana pada gurunya.

__ADS_1


“Iya ibu,ada apa?” Regina bertanya seolah-olah dirinya tidak ada salah padahal dirinya sudah  melanggar peraturan sekolah.


“Kamu pakai nanya? Kamu sadar enggak sama apa yang kamu lakuin? Kenapa kamu tidur di jam pelajaan saya? Emang jam pelajaran saya enggak penting! Sampai kamu tidur,Ha?!” guru terlihat kesal kepada Regina,Regina yang di bentak hanya diam tidak dapat membalas walau bagaimanapun,ini juga salah dirinya yang tidak tau peraturan sekolah dengan baik.


“Sekali lagi saya minta maaf ibu,saya tidak akan ngulangin lagi. Saya janji.”


Guru yang tidak ada rasa toleransinya,langsung menghukum Regina di depan murid baru,Heri yang melihat itu merasa kasian kepada Regina.Heri mencoba untuk menolong Regina tapi Regina hanya tersenyum kepada Heri.


“Baik semuanya,ini murid baru yang baik ya,jangan sampai murid barunya kabur gara-gara sikap kalian yang beringas dan tidak beradaptasi tolong!”


Semuanya tertawa ketika ibunya lagi bercanda,padahal sih ibu lagi serius di anggap bercanda,ibu melihat ke arah Heri. Heri bingung ada apa dengan guru tersebut.


“B-baik semuanya perkenalkan nama saya Heri,saya murid pindahan semoga semuanya bisa berteman baik dengan saya makasih.”


Guru melihat ke arah Heri dengan tatapan sinis dan gak nyangka perkenalanya gitu aja,enggak ada yang lain lagi gitu. Heri juga membalas melihat gurunya.


“Udah? Perkenalan kamu begitu aja?”


“Iya ibu,s-sudah.”


Guru memulai pelajaran sedangkan Heri,terus melihat ke arah Regina.Regina juga tidak peduli dan melihat sekeliling sembari pegang kedua kuping dan angkat satu kaki, selesai kelas teman Regina menghampiri Regina.


“Regina,lu itu ada-ada aja sih udah gua bangunin juga.”


“Iya m-maaf gua habis bantuin pr adik gua,maaf ya.”


“Kebiasaan deh lu,pintar-pintar bagi waktu dong,kalau lu begini lagi di alpain gimana? Kan sayang absen lu.”


Regina yang merasa temanya baik hanya diam dan tidak enak,tak lama guru keluar dari kelas memicingkan mata ke arah Regina. Menatap mata Regina dengan dalam.


“Kamu jangan ulangin lagi ya! Awas kamu berani tidur lagi,jangan sampai saya kasih tau ke orangtua kamu,tentang perbuatan kamu di sekolah! Mengerti kamu.”


Regina hanya menganggukan kepala,enggak lama teman Regina mengajak Regina ke kantin,tapi Regina enggak mau dan memilih di kelas bersama Heri di kelas.


“Hi.”

__ADS_1


Regina melihat ke arah orang yang menyapa,sembari senyum Regina jalan ke arah yang memanggilnya. Dan duduk di depan orang tersebut.


“Iya,kenapa?”


“Kamu masih ingat aku enggak?”


“Masih,kamu yang tadi pagi di palakin kan? Kamu sekelas sama aku? Kenapa gak bicara? Kan bisa aku ajak bareng?”


Heri yang merasa tidak enak kepada Regina,hanya diam dan bingung ingin menjawab apa di salah satu sisi,Regina sudah membantunya pagi ini tidak mungkinkan,kalau Heri harus meminta bantuan lagi di sisilain kepada Regina.


“Hei,kok bengong? Kenapa sih? Aku enggak bakal makan kamu kali? Kamu takut banget aku makan,lagian aku mana berani makan kamu,aku itu kan juga tau kamu manusia.”


Heri yang mendengar itu hanya diam dan merasa sepertinya,Regina wanita yang berani yang bukan selera Heri,walau awalnya Heri sempat kagum dengan Regina. Melihat Regina berani membuatnya takut.


“Tenang aja,gua cuman bercanda kok,Regina nama lu siapa?”


“Heri.”


“Hah? Siapa kecil banget suaranya?”


Regina mendekatkan kupingnya di bibir Heri yang hampir,mengenai kuping Regina. Regina yang terkesan biasa aja malah mangkin dekat dengan Heri. Heri merasa jantungnya tidak aman dan mau copot pada tempatnya.


“Lu udah bilang belum sih nama lu siapa?” Regina mendekatkan mukanya kepada Heri,seraya ingin melakukan hal-hal yang jahat kepada Heri,Regina yang tau hanya senyum dan mundur.


“Kenapa sih? Takut banget sama gua? Gua tersingung deh lu takut sama gua? Padahal gua enggak apa-apain,kenapa takut sama gua? Padahal gua niat mau sahabatan loh sama lu. Soalnya lu beda gua suka aja sama orang beda.”


Heri yang mendengar itu merasa dirinya aneh dan tidak jelas,tidak menghargai orang yang sudah baik kepadanya.


“Maaf,gua emang takut sama lu,gua permisi ya.”


Heri sontak pergi dari hapadan Regina,Regina tidak memusingkan Heri malah tidur di kelas. Sedangkan Heri merasa jantungnya berdebar dengan sangat cepat,seraya ia ingin pindah sekolah dan tidak mau sekolah di sini lagi.


Semua balik ke kelas,kecuali Heri. Regina bangun dan mencari Heri tapi Heri tidak ada,setelah pelajaran selesai Regina bertemu Heri, tetapi Heri membuang muka.


“Tunggu!”

__ADS_1


Regina mengenggam kedua tangan Heri,Heri sontak kaget dan melepaskan tangan Regina,Regina bingung ada apa dengan Heri apa bercandanya kelewatan ya. Sampai Heri merasa takut.


__ADS_2