
“Kamu kapan pulang sayang? Masih lama di luar sama Heri?”
Regina tersenyum dan merasa senang,saat bos menanyai hal yang ingin ia dengar sedari tadi.
“Maunya sekarang,tapi dia susah banget di ajak pulang?”
“Hah? Kenapa? Kamu mau aku jemput sayang? Aku jalan sekarang ya.”
“E-eh enggak usah sayang,bentar lagi pulang kok,aku cuman bercanda aja tadi,maaf ya udah buat kamu khawatir.”
Bos tersenyum,sembari menghelus dada bidangnya,sembari itu melanjutkan perkataanya bersama Regina.
“Hmm,kamu jangan bercanda gitu dong sayang,kan aku jadi panik benaran,kamu ini ya benar-benar.”
“Iya sayang,maaf ya.. yaudah kalau gitu aku ke Heri dulu,bye sayang I love you.”
“Love you more sayang.”
Telepon mereka berakhir sampai situ,setelah berakhir akhirnya,mereka hanya diam saja tanpa ada perkataan apa-apun.
“Her,mau kemana lagi?”
“Hmm,terserah lu mau kemana?”
“Pulang ayo,udah malam enggak enak gua takut di tunggu suami gua,kasian dia sendirian.”
“Iyaudah ayo,kalau gitu.”
Akhirnya mereka pulang kerumah,dengan muka sedih Heri,Heri sontak melihat ke arah Regina.
“Re,boleh gua kasih lu hadiah terakhir enggak?”
“Hadiah apa?”
Heri mengecup pipi Regina,Regina bingung ada apa dengan Heri,sembari dengan mata melotot dan pegang pipi yang habis di kecup oleh Heri.
“Lu kenapa sih Her! Nekat banget,gua udah bilang loh,kalau gua enggak mau menghianati suami gua! Kenapa lu nekat banget.”
“Kan terakhir,gua enggak bakal minta lagi kok,walau gua mau tapi gua tau,lu enggak bakal kasih,gua paham lu wanita mahal yang enggak mungkin begitu,ke sembarang orangkan.”
Regina yang mendengar itu hanya diam dan bingung ingin berkata apa,enggak lama Regina turun dari mobil Heri,sembari masuk ke dalam rumah,bos yang tau Regina pulang pura-pura tidur.
“Sa-”
Regina menghampiri bos,sembari menghelus kepala bos dan mengecup kepala bos yang tertidur pulas,
“Kasihan sayangnya aku,pasti capek ya sayang tungguin aku,maaf ya sayang,aku enggak bermaksud kamu itu rajin banget sih sayang.”
Regina mengambil selimut untuk bos,setelah itu Regina tersenyum dan keluar dari ruangan bos,sembari membersihkan dirinya,selesai bersih-bersih Regina ke kamar dan di kirim pesan oleh Heri.
“Makasih ya Re,untuk hari ini gua bahagia banget,kalau ada lu begitu,pengen nya si selamanya.”
“Hmm ya santai aja,mau gimana lagi,adanya kan begitu,mau harap apa?”
“Gua berharap masih bisa putar ulang waktu,tapi gua rasa,lu juga enggak mau kali ya kalau gua putar ulang waktu.”
Regina yang membaca itu,merasa dirinya agak ilfil melihat Heri,yang dikasih hati minta jantung.
__ADS_1
.
.
“Pagi Regina sayang.”
“Iya sayang,ada apa?”
“Ayo sarapan.”
“Eh,maaf ya jadi kamu yang nyiapin,kan harusnya aku yang nyiapin,jadi kamu yang nyiapin sekarang.”
Bos tersenyum,dengan perkataan Regina,setelah tersenyum,akhirnya bos diam saja dan tidak berkata apa-apa.
“Iyaudah enggak apa-apa sayang,aku ngerti kok dan enggak perlu kamu,paksain juga ya,kalau kamu emang enggak bisa sayang.”
Regina duduk sembari menyanggul rambutnya,di tengah mengantuk bos mengecup pipi Regina.
“Bangun,mau sarapan enggak? Kalau enggak mau enggak apa-apa,tidur lagi,gimana?”
“Iya sayang,hoam masih ngantuk tau,emang aku enggak boleh apa tidur lagi,bentar.”
“Boleh aja,tapi kalau aku berangkat duluan,kamu jangan nyari dan marah ya.”
Regina sontak mencuci muka dan bos melihat itu hanya tersenyum,sembari menyiapkan makanan untuk dirinya dan juga Regina.
“Udah sayang,udah.”
“Bagus,ayo sarapan.”
“Udah,kamu duduk aja,aku bisa sendiri sayang,jangan ngecapein diri sendiri ok.”
“Iya sayang aku,makasih ya.”
Akhirnya regina makan dan merasa enak makananya,bos melihat ke arah Regina sembari tersenyum.
“Kenapa sayang?”
“Enak banget,aa mau makan terus.”
“Iyaudah makan aja,kan aku enggak pernah ngelarang kamu makan sayang.”
Regina melanjutkan makannya,setelah selesai makan,akhirnya bos pegang tangan Regina.
“Sayang,aku pergi kerja dulu ya,kalau ada apa-apa kirim pesan aja ke aku oke sayang.”
“Hmm,ok sayang.”
Akhrnya bos mengecup kening Regina,Regina hanya senyum,sembari itu bos pergi dan Regina melambai ke arah bos,handphone berdering.
“Halo,ada apa adik?”
“Kakak lagi apa? Hari ini kakak bisa kerumah enggak?”
“Bisa kok,ada apa emangnya.”
“Datang aja dulu kak,biar tau.”
__ADS_1
Regina hanya tersenyum,sembari siap-siap pergi kerumahnya,di antar supir dari bos,sampai dirumah.
“Kak.”
“Iya sayang,ada apa?”
“Ini kak,kita ada kejutan kecil untuk kakak.”
“Ini apa sih sayang,kakak jadi bingung.”
Adik-adiknya hanya tersenyum,Regina masih bingung ada apa dan kenapa,hanya dirinya yang tidak tau apa-apa.
“Kakak lupa ya,hari ini kan kakak ulangtahun.”
Kakaknya hanya diam dan melihat hari di kalender,dan benar aja hari ini ulangtahunnya.
“Oh yaya kok kamu ingat sih ulangtahun kakak,hebat kamu adik.”
“Ingat dong kak,semua tentang kakak kita ingat kok,enggak ada yang kita lupain kok kak,aman kak.”
“Hmm,kalian romantis banget si kakak sampai terharu sama kalian.”
Mereka merayakan ulangtahun Regina bersama,setelah itu Regina hanya diam dan merasa senang kepada semuanya.
“Makasih ya ma,pa. Adik-adik kakak. Senang banget,punya kalian.”
“Iya sayang sama-sama,hmm suami kamu mana Heri? Kok dia enggak ke sini?”
Regina hanya terdiam dan papa yang mendengar itu,sontak mengalih topik agar Regina tidak merasa sedih,sedangakn bos sedang menyiapkan acara ulangtahun yang bagus untuk istrinya Regina.
“Iyaudah ayo makan.”
Regina dan semua keluarganya makan bersama,setelah selesai,Regina melihat ke arah jam. Mengirim pesan kepada bos.
“Sayang,aku lagi dirumah orangtua aku,maaf ya kalau pulang telat.”
“Iya enggak apa-apa sayang,selamat bersenang-senang ya,kalau kamu mau di jemput kasih tau aja sayang.”
“Ok sayang.”
Regina tersenyum melihat ke arah handphonenya,papa menghampirinya Regina hanya diam.
“Ada apa pa?”
“Maafin mama kamu ya sayang,dia belum tau.”
“Iya pa,enggak apa-apa lagian salah aku juga,harusnya aku bicara aja kemama dan jangan diam aja.”
Papa hanya diam,sembari merangkul anaknya,Regina yang tidak tahan ingin menanggis hanya bisa di tahan.
“Enggak boleh menanggis sayang,ini kan hari indah kamu,jangan nangis ya.”
“Iya pa,makasih ya pa.”
“Iya sayang.”
Akhirnya mereka hanya diam,tetap menikmati acara tersebut,selesai acara jam 8 malam,Regina merasa tidak enak pulang malam-malam dan pasti,bos sudah tidur,saat Regina sampai rumah mati lampu seperti padam,begitu Regina menyalakan Regina sontak kaget.
__ADS_1