Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
68.Apa ini sebuah tanda


__ADS_3

“Harusnya,gua sekarang di sebelah lu Re,bukan dia (Sam).”


Heri menghela nafas,merasa dirinya sudah kalah dengan bos,bos mengirim pesan kepada Regina.


“Sayang,kamu lagi apa?”


“Lagi sama adik-adik aku emang kenapa?”


Saat Heri mau masuk ke mobil,enggak sengaja Regina melihat ke arah jendela seperti Heri,adik-adik Regina bingung ada apa dengan kakaknya.


“Kak,kenapa?”


“Kakak kenapa?”


“Enggak kok,udah ayo pulang kakak juga mau pulang.”


“Iya kak.”


Akhirnya mereka pulang kerumah mereka masing-masing,setelah pulang sampailah Regina dirumah.


“Halo ma,pa.”


“Eh anak kesayangan mama sini-sini.”


Regina bingung ada apa,Regina sontak menghampiri mama dan papanya,sembari melihat-lihat yang ada di ponsel.


“Re.”


“Iya ma,ada apa?”


“Mama mau ini Re,beliin dong Re.”


“Iya ma,nanti Regina beliin ya.”


Regina hanya tersenyum kepada mamanya,enggak lama mamanya juga tersenyum,setelah tersenyum papa melihat ke arah Regina.


“Makasih ya sayang mama beruntung,punya anak sebaik kamu.”


Papa hanya mengeleng kepala kepada sikap mama yang sering menekankan anak tanpa bertanya sih anak lagi susah atau tidak.


“Oh ya Re,bukannya kamu sudah mau pulang?”


“Hah,belum kok pa,ada apa pa?”


“Udah,ini udah sore nanti kamu di cari suami kamu.”


Mama bingung ada apa dengan papa sampai akhirnya Regina pulang,papa tersenyum dalam hati.


“Pa,kamu kenapa? Kok buru-buru suruh anak kita pulang?”


“Enggak apa-apa kok Regina memang sudah mau pulang,cuman dia enggak enak bicara ke kita,takut kamu marah makannya dia kasih tau aku.”


“Masa? Kamu enggak lagi bohong kan pa?”


“Enggaklah ma,mana bisa aku bohong sama kamu.”

__ADS_1


Mama hanya memicingkan mata kepada papa,enggak lama balik ke Regina yang sampai kerumah.


“Sayang,aku pulang.”


Bos sontak mendekap Regina dengan erat,Regina bingung ada apa sembari itu melihat ke arah bos.


“Bos kenapa? Salah makan,kok tiba-tiba peluk saya? Saya ada salah ya,sampai bos peluk? Saya minta maaf ya bos.”


Bos tersenyum,sembari tertawa terkekeh dan menghelus kepala Regina,Regina masih bingung ada apa.


“Hmm,enggak sayang,aku rindu sama kamu,kamu lama banget di rumah orangtua kamu,orangtua kamu bicara apa sayang?”


“Enggak bicara apa-apa kok,emang kenapa sayang?”


“Oh,aku kira kamu udah kenalin aku ke orangtua aku.”


Regina terdiam saat bos berkata demikian,karena susah baginya untuk jujur kepada kedua orangtuanya.


“Maaf ya sayang,butuh waktu dan keberanian untuk bicara soal kamu,sampai sekarang mama aku belum tau kalau aku udah cerai dengan Heri,yang tau hanya papa aku.”


Bos sontak tersenyum dan menghelus kepala Regina,sembari mendekap Regina dengan erat.


“Iyaudah sayang,enggak apa-apa aku cuman bercanda kok,kamu jangan terlalu serius gitu dong,kalau kamu enggak bisa lakuinnya enggak apa-apa,aku juga enggak masalah kok yang penting kan kamu sama aku.”


Regina tersenyum mendengar perkataan bos dan menambah erat mendekap bos,setelah itu perut bos bunyi dan Regina tersenyum.


“Sayang,kamu lapar?”


“I-iya aku belum makan apapun,maaf ya.”


“Iya sayang,makasih.”


Regina melepas dekapannya kepada bos,setelah itu pergi ke dapur enggak lama,handphone Regina berdering dari Heri.


“Sayang,handphone kamu berdering itu.”


“Iyaudah sayang,biarin aja.”


Bos bingung siapa yang telepon selarut ini,kepada istrinya mungkin saja telepon penting yang harus di angkat,saat liat.


“Heri? Mereka masih berhubungan?”


Bos ke arah dapur dan mendekap Regina dengan erat,sembari itu Regina merasa pelukan bos agar berbeda dari sebelumnya.


“Sayang,kamu kenapa?”


“Enggak,aku cuman mau peluk kamu aja,enggak boleh?”


“Boleh kok,emang aku pernah larang kamu untuk peluk aku?”


Bos hanya diam dan merasa sepertinya dia terlalu berlebihan aja,menumpukan pipi di tanganya.


“Sayangku yang ganteng,kamu kenapa? Lagi cemburu? Tapi cemburu sama siapa? Kamu ada wanita lain ya.”


Regina terlihat kesal saat bertanya seperti itu sontak,bos langsung mendekap Regina yang menanggis.

__ADS_1


“Kamu kenapa jadi nangis? Kan aku enggak apa-apain kamu sayang.”


“Kamu ada cewe lain,pantas aja kamu jarang dekat sama aku.”


“Lah? Cewe lain darimana? Kalau ada pun,enggak mungkin lebih cantik dari kamu kan.”


Regina mendorong bos,sontak bos kaget melihat ke arah Regina,Regina tidak mau melihat ke arah bos.


“Iyaudah sama cewe itu aja dan itu makananya,ambil sendiri.”


Saat Regina ingin pergi bos menahan tangan Regina dan ditepis oleh Regina,bos bingung ada apa dengan dirinya.


“Kasar banget ya? Heran ada apa sih sama dia,kenapa jadi cemburu enggak jelas,padahal gua enggak apa-apain loh.”


Bos makan dengan rasa hambar di makananya,karena berantam sama Regina membuat semua berubah.


Bos mencoba mengetuk pintu kamar Regina,Regina hanya diam tidak mau menjawab perkataan Regina.


.


.


Di meja makan ada catatan kecil,yang membuat Regina tengah minum duduk di meja makan sembari itu Regina hanya diam.


“Sayang,aku sarapan di luar aja kalau kamu mau sarapan,atau pergi di luar juga enggak apa-apa aku enggak ada wanita lain selain kamu,kamu kenapa sih? Harusnya yang nanya itu aku,kamu masih berhubungan sama Heri? Aku cemburu kamu masih berhubungan sama Heri.”


Regina sontak kaget melihat ke arah handphone dan beberapa panggilan dari Heri sebanyak 100 kali,pesan dan juga telepon ada apa dengan Heri.


“Halo Her,ada apa?”


“Lu kemana aja deh gua telepon sibuk ya,sama cowo posesif lu.”


“Eh,kenapa? Kan dia suami gua,emang gua harus kasih tau lu,gua ngapain aja sama dia.”


“Iya benar juga sih,maaf deh kalau gitu.”


Regina merasa aneh dan mematikan telepon tersebut,enggak lama Regina hanya diam dan menunggu bos pulang.


Hari sudah malam akhirnya bos pulang,Regina hanya duduk di sofa bos merasa sepertinya Regina masih marah kepadanya,jalan lurus ke depan tanpa mendekati ke arah Regina.


“Tunggu! Mau kemana kamu! Kok enggak ke sini dulu.”


Bos terkejut mendengar suara Regina,sontak bingung harus bagaimana ke kanan salah ke kiri salah,ke semua arah juga salah Regina jalan ke arah bos.


“Iya Re,aku minta maaf lain kali aku enggak bakal,cemburu lagi sama kamu.”


Regina mendekap bos dengan erat,bos melihat ke arah Regina,sembari bingung harus berbuat apa.


“Aku salah lagi ya?”


“Enggak.”


“Hmm bagus deh,terus kenapa?”


“Aku kangen smaa kamu dan kangen aroma kamu,emang enggak boleh?”

__ADS_1


Bos menganggukan kepalanya,Regina pegang kedua wajah bos setelah itu mengecup bos tanpa bertanya dulu dengan bos,muka bos memerah melihat ke arah Regina.


__ADS_2