Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
90.Akhirnya


__ADS_3

Sampai di kantor,Sam melihat ke arah Regina,enggak lama Regina sadar dan Sam hanya mengendong Regina ke kantor,Regina yang sadar sontak kaget.


"Sayang,kamu ngapain?"


"Kamu tidur,aku gak tega bangunin kamu jadi aku gendong aja."


"Eh? kan aku berat,emang enggak apa-apa."


Sam tetap diam dan cuek,tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Regina,sampai diruangan Sam.Sam menaruh Regina di sofa.


"Sam,maaf ya aku malah ngerepot-"


Sam sontak mengecup Regina,Regina hanya diam sembari membalas kecupan tersebut,sembari selesai mereka berdua saling melihat satu sama lain.


"Kamu sadar enggak sih kalau aku,gak bisa marah atau benci kamu."


"Terus,kenapa kamu diamin aku udah beberapa hari ini."


"Aku cuman mau kamu lebih peka dan perduli sama aku doang,bukan sama oranglain."


"Kamu cemburu? aku sama He-"


Sam mengecup Regina kembali,sehingga Regina bingung ada apa dengan Sam,enggak lama Sam melihat ke arah Regina.


"Aku gamau kamu sebut nama dia! bagi aku dia gak penting dan gak pantas di ingat!"


"Ok,aku minta maaf aku sama dia,emang pernah berhubungan baik dulu,kayak kamu sama Ella."


"Tapi kamu ngelarang aku sama Ella kan? apa salah kalau aku ngelarang kamu juga sama Heri?"


"Iya,aku minta maaf kalau aku kan tau batasan,kalau Ella enggak tau batasan maaf kalau aku terlalu gak adil sama kamu."


Sam hanya menghela nafas,Regina diam saja dan gak lama ada yang mengetuk pintu dari arah luar,keduanya menegok ke arah pintu.


"Masuk!"


Sekertaris Sam masuk ke dalam ruangan,enggak lama Regina diam dan melihat Sam bekerja,Regina jadi tau bagaimana Sam di kantor,selesai dengan sekertarisnya.


"Kenapa sayang? kok kamu melamun aja? aneh deh."


"Enggak,aku suka kalau liat kamu kerja,kamu serius banget beda sama kamu pas cemburu."


"Aku? cemburu? enggklah ngapain aku cemburu kurang kerjaan banget,aku cemburu lagian aku itu gak pantas cemburu sama sih Heri,enak di dia gak enak di aku."

__ADS_1


Regina merasa enggak percaya dengan Sam,sembari jalan ke arah Sam melihat ke arah Sam dengan dekat,Sam hanya diam merasa detak jantungnya akan copot.


"Masa sih? kamu enggak apa-apa,kok aku liatnya kamu kayak cemburu ya? tapi kalau kamu cemburu enggak apa-apa sih,aku senang kok cuman ya kalau kamu gak cemburu ya enggak apa-apa."


"Emang,kalau aku cemburu kenapa? kalau gak kenapa?"


"Kalau kamu cemburu aku bahagia,kamu sayang aku tapi kalau kamu enggak cemburu ya aku kecewa,berarti selama ini aku suka kamu cuman sepihak,kamu gak dan mungkin aku terlalu berharap sama kamu."


Sam menarik tangan Regina dan Regina duduk di pangkuan Sam,sembari Sam memandang wajah Regina dari dekat.Regina yang melihat itu hanya diam tidak bisa berkata apa-apa.


"Sam,kamu mau ngapain sih? ini di kantorloh jangan bercanda gitu ah,gak lucu tau nanti orang berpikir aneh-aneh gimana?"


"Mana mungkin ada yang berani begitu ke aku,aku itu bos di sini mereka bawahan aku,emang mereka gamau makan,kalau gamau makan pergi aja dari sini."


"Dasar sombong! eh,aku gak ajarin kamu sombong!"


"Aku emang udah sombong sebelum kenal kamu,aku hanya ngeluarin sisi lembut aku ke kamu doang,kalau ke oranglain gak akan pernah dan gamau juga."


Regina tersenyum mendengar perkataan Sam,sembari Regina mendekap Sam dengan erat,Sam bingung ada apa dengan Regina.


"Makasih ya sayang,aku senang banget punya kamu,udah dong cemburunya bisa gak,gak cemburu belajar,lebih percaya sama aku."


"Maunya gitu,tapi kadang kamu nakal jadi gak berani percaya sama kamu lagi,kalau percaya sama kamu mah,buat aku sakit hati,makanya aku gak berani percaya sama kamu."


Sam hanya mengeleng kepala,sembari bingung ingin membalas perkataan apa dengan Regina,enggak lama sekertaris Regina masuk lagi ke dalam ruangan Sam.


"Iya,ada apa?"


"Maaf pak saya ganggu kalau gitu saya keluar dulu."


"Enggak apa-apa sini,cepatan saya sibuk anggap aja gak ada orang di pangkuan saya,apa! bicara! cepat!"


Sam mendengar penjelasan sekertarisnya,begitu juga dengan Regina,Regina yang melihat Sam memeluknya dari belakang sembari menaruh dagunya di dekat lengan Regina.


"Udah?"


"Iya pak udah."


"Iyaudah,kalau gitu pergi! kalau ada apa-apa ke sini lagi."


"Baik pak,permisi pak."


Regina merasa enggak enak udah ganggu Sam dan juga orang kantornya,enggak lama handphone Regina berdering dari mamanya.

__ADS_1


"Halo ma,ada apa?"direbut oleh Sam,Regina hanya diam dan tidak bisa menjawab apa-apa.


"Eh,Sam apa kabar sayang?"


"Aku baik ma,mama apa kabar?"


"Regina lagi sama kamu."


Regina terus memandangi Sam,enggak lama Sam seperti teleponan sama mamanya sendiri,Regina yang melihat itu merasa kesal sampai akhinrya memutuskan untuk pergi dari situ,tapi di tahan oleh Sam.


"Bentar ya ma."


"Iya Sam."


Sam mematikan suara telepon dan mengecup Regina,Regina sontak diam melihat tingkah Sam,menghidupkan suara kembali.


"Ma,mau bicara sama Regina kan? Regina ada sama aku kok,bentar ya ma."


"Ini Regina."


Sam mengecup Regina kembali,di saat Regina ingin berkata malah tertahankan karena Sam,enggak lama Sam pergi karena ada rapat ditengah keisengan Sam,Regina terlihat tak berdaya dan diam di tempat.


"Iya ma,ada apa?"


"Kamu lengket banget sih sayang sama Sam."


"Iya begitulah ma,ada apa ma? mama kangen sama aku? apa gimana? atau mau aku kerumah? atau kondisi mama?"


"Enggak sayang,mama cuman mau kamu lebih fokus sama Sam,mama rasa anaknya baik kalau kamu tetap di sisi dia akan lebih aman,daripada kamu sama Heri."


Regina yang mendengar itu hanya bisa diam,tanpa menjawab apa-apa,enggak lama mama mengakhiri teleponya Regina tertidur di meja kerja Sam.Sam yang masuk sontak menutup pintu dengan pelan,jalan ke arah Regina.


"Sayang."


Sam,menghelus pipi Regina enggak lama handphone Sam,berdering dari Ella.Sam hanya diam dan tidak mau menjawab sembari mengendong Regina ke mobil,Regina merasa dirinya sedang di bawa orang tapi terlihat samar-samar sampai di mobil.


"Sam,kamu ngapain?"


"Hmm,kenapa kamu bangunya telat,aku udah gendong kamu,kamu baru sadar dasar kebiasaan."


"Maaf ya,aku berat ya sayang?"


"Enggak kok ringan."

__ADS_1


Mobil berjalan ke arah rumah,di sepanjang perjalanan Sam terus melihat ke arah tabletnya,Regina yang melihat Sam hanya diam dan enggak lama Sam tersenyum,melihat ke arah Regina.


__ADS_2