
“Enggak apa-apa,kamu bicara aja,siapa tau,aku bisa bantu.”Heri keliatan serius dengan Regina,walau Regina lebih memilih membungkam mulutnya di banding hubungan Heri dengan mamanya tidak baik.
“Enggak tau ya,udah lupa dan udah lama juga jadi aku enggak ingat sayang.”Regina mencoba mengalihkan pembicaraan kepada suaminya,walau dirinya tidak senang demikian.
“Iyaudah kalau emang kamu lupa,mau gimana lagi kan? Enggak bisa di paksa juga.”
“Iya sayang,maaf ya.”
Heri hanya diam,setelah diam akhirnya Heri duduk di meja makan,sembari menunggu Regina selesai masak,Regina yang terus di liatin Heri merasa salah tingkah.
“Sayang,kenapa liatin aku kayak gitu?”
“Emang kenapa? Enggak boleh?”
“Boleh,tapi aku enggak suka loh di liat kayak gitu.”
“Kenapa enggak suka.”
Regina memicingkan matanya dan Heri tersenyum semeringai,sembari jalan ke arah Regina. Mendekap Regina dari belakang dan mengecup pipi Regina.
“Makanya jadi istri jangan lucu-lucu kan aku jadi sayang sama kamu,kalau udah gini,kamu juga kan yang repot bukan aku.”
“Aku sih enggak repot ya,cuman mau gimana?”
“Gimana apanya?”
Regina diam saja,ketika di tanya Heri,Heri merasa dirinya sedang di permainkan oleh wanitanya sendiri.
“Ih,apa Re? Kok enggak di jawab aku tunggu tau,dari tadi?”
“Iyaudah nanti aku jawabnya,rese banget deh bentar lagi masak,kamu ke sana dulu deh,aku takut lupa mau masukin bumbu apa,sanah duduk ngapain kek tapi jangan kerja! Awas aja kalau kerja!”
“Emang kenapa? Kalau kerja?”
Regina hanya diam tidak menjawab lagi,Heri hanya memanyunkan bibirnya melihat Regina lebih banyak diam ketika masak,padahal dirinya selalu senang melihat istrinya masak.
“Nah,udah jadi.”Regina menaruh makanan di depan Heri,dan Herinya tertidur Regina hanya mengeleng kepala terhadap sikap Heri.
Regina langsung mencoba membangunkan Heri,walau dirinya tidak memahami apa maunya Heri kepadanya.
“Her,bangun Her aku udah masak loh.”
“Hmm,mau makan apa?”
“Ini di depan kamu,emang mau makan apa?”
Heri sontak melihat makanan yang ada di depanya,kaget serta bingung kok bisa pas makanan yang ada di mimpi bisa jadi kenyataan.
__ADS_1
“Kenapa sih kaget terus,kesal liatnya deh,ada apa kamu sama hari ini,kamu kayak aneh banget tau,kalau ada apa-apa bilang dong,biar aku enggak bingung sendiri.”
“Enggak,tadi aku mimpi makan ini terus di asli makan ini,ini mimpi apa benaran sih?”
Regina sontak menampar Heri,Heri merasa kesakitan setelah itu melihat ke arah Regina dan tidak bisa berkata apa-apa.
“Hei? Ini benaran kok rasanya kayak beda ya?”
“Kenapa lagi? Mau di tampar?”
“E-enggak sakit jangan dong,maksudnya udah ah! Ayo makan.”
Akhirnya mereka makan tanpa ada berkata apa-apa,bagi mereka terlalu lama untuk berbicara tidak baik untuk makanan yang ada makananya nanti malah dingin,dan meras tidak enak.
“Enak enggak makananya tadi?”
“Enak kok,aku suka makasih ya sayang,selalu memberi aku makanan yang enak.”
Regina tersenyum kepada Heri,handphone Regina berdering dari bos,Regina hanya diamin dan tidak perduli dengan handphone berdering.
“Kenapa enggak di jawab sayang? Siapa tau penting,kalau nanti bos kamu cari gimana?”
“Enggak apa-apa biarin aja,lagian ini udah bukan jam kerja,kenapa dia harus telepon.”
“Mungkin kamu ada salah,angkata aja daripada kamu nanti ribet sendiri.’
Regina terus melihat ke arah Heri,Heri hanya tersenyum sembari tidak bisa berkata apa-apa kepada Regina.
“Iya benaran,mana ada aku cemburu ngaco,emang kamu tau kapan aku cemburu sama kamu.”
“Iya enggak tau,karena kamu enggak pernah bicara juga,jadi sebelum itu terjadi lebih baik aku menghindar daripada udah kejadian,enggak guna lagi benar enggak?”
Regina tetap enggak mau angkat,Heri bingung mengapa enggak mau angkat,sampai akhirnya handphone Heri berdering dari Ella.
“Ini lagi,sih perusak suasana capek banget,setiap jawab telepon dia.”
“Siapa sayang? Ella ya?”
“Iya emang siapa lagi,kamu angkat aja telepon dari bos kamu,aku enggak apa-apa kok selama kamu profesional aku ngerti sayang.”
Mau enggak mau Regina angkat dengan terpaksa,daripada dirinya harus berantam dengan Heri akan hal kecil,yang mungkin bisa menyakiti dua belah pihak.
“Halo bos,ada apa?”
“Kamu lagi apa Re?”
“Lagi mau tidur bos,ada apa bos?”
__ADS_1
“Hmm,saya ganggu kamu tidur ya?”
Regina hanya diam dan tidak bisa menjawab perkataan bos,setelah itu bos hanya diam,akhirnya bos sadar kalau dirinya menganggu.
“Iyaudah Re,maaf kalau gitu kita akhiri aja sampai jumpa besok ya.”
“Baik bos,malam sampai jumpa.”
Regina mengakhiri telepon mereka,sedangkan Heri masih berbicara dengan Ella.Regina duduk di sebelah Heri,selagi ia tidur di lengan suaminya yang sedang berbicara dengan wanita lain. Heri yang melihat itu hanya diam tanpa berkata apa-apa.
“Iyaudah El,gua ngantuk bye.”
“Tapi sayang,masih ad-”
Heri melihat ke arah Regina yang sedang tidur di lenganya,membuatnya tersenyum dan mengecup kepala Regina sembari mengendong Regina ke kamarnya.
“Kamu mau tidur aja,sampai liat aku dulu,kebiasaan banget si sayang.”
Heri sontak meletakan Regina di kasur,tanpa sadar tangan Heri di tarik Regina dan tidak sengaja mengecup bibir manis Regina.Heri spontan langsung lari dari hadapan Regina dengan jantung berdebar-debar.
“Re,untuk kamu kayak gitu ke aku,kalau aku bos kamu gimana?”gumam Heri yang masih merasa malu atas sikap istrinya.
.
.
“Pagi sayang.”Regina yang merasa tidurnya nyenyak semalam tanpa,ada halangan apapun.
“P-pagi.”
“Kamu kenapa? Enggak sehat,kayaknya kemarin kamu baik-baik aja sayang?”
“Iya,aku lagi kecapean aja nanti kalau udah tidur juga enakan kok,kamu kerja aja sayang aku enggak apa-apa kok.”
“Iyaudah ini sarapan dulu,kalau ada apa-apa telepon aku ya.”
Heri mengangukan kepalanya,sembari makan. Makanan yang udah di siapin Regina,handphone Regina berdering tapi Regina terkesan tidak peduli dengan deringan telpon yang ada.
“Sayang,itu handphone kamu berdering,enggak kamu jawab?”
“Enggak! Enggak penting yang penting kamu?”
Heri hanya diam dan tidak menjawab perkataan Regina,Regina sontak menunggu Heri hingga selesai makan,saat selesai makan akhirnya Heri tersenyum ke arah Regina.
“Sayang,kamu enggak kerja?”
“Iya,nanti pas kamu udah selesai.”
__ADS_1
“Aku udah selesai.”
Regina sontak pegang dahi Heri,dan tidak ada yang merasa aneh akhirnya Regina hanya diam membawa peralatan makan Heri,Heri mendekap Regina dengan erat. Di tambah senyuman manisnya.