Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
55.Bos cuek banget


__ADS_3

"Sayang."


"Iya pa,kenapa pa?"


"Kamu kenapa?"


"Enggak pa,cuman lagi mau bengong aja,ada apa pa?"


"Enggak kok,papa cuman nanya aja sayang."


Papa duduk sembari membawa,kopi susu kesukaan mereka,Regina yang melihat ini tersenyum dan melihat ke arah papa.


"Papa buatin aku kopi,yang biasa aku buatin untuk papa yam"


"Iya sayang,kamu suka kopi susu kan."


"Papa tau aja apa yang aku suka,makasih ya pa."


"Iya sayang,sama-sama kamu kenapa? Enggak mau cerita sama papa."


Regina mendekap papa dengan erat,sembari papa melihat ke arah Regina.


"Jadi pa,aku itu ada cowo yang aku suka."


"Terus."


"Iya kemarin dia melamar aku pa,aku tolak karena mau ngurus surat cerai bersama Heri."


Papa melihat ke arah Regina dan mengusap air mata anak kecilnya,yang ia sayang.


"Sayang,dengan siapapun kamu,kamu harus ikutin kata hati kamu,karena yang jalanin itu kamu bukan oranglain paham."


Regina diam tidak bisa berkata apa-apa,sedangkan papa hanya tersenyum sembari melihat ke arah anaknya.


“Makasih ya pa,udah selalu beri aku kesempatan.”


“Iya dong sayang,kalau papa enggak kasih kamu,kamu mangkin tertekan dong nanti.”


“Benaran deh,papa beda banget sama mama,kok bisa sih pa.”


“Bedalah,kalau sama,nanti anaknya stress susah juga kan.”


Papa hanya ketawa,sedangkan mama ikut keluar,sembari melihat ke arah mereka dan merangkul.


“Hayo,bicara apa? Mama ya?”


“Dih,siapa juga yang bicarain mama,dasar mama gr.”


“Ih! Kok papa bicaranya gitu sih pa,kesal deh mama sama papa.”


Semuanya ketawa,seketika Regina lupa akan bos dan juga Heri,kadang memikirkan Heri bisa membuat boomerang untuk dirinya serta hubungan bersama bos.


“Ma,pa mau makan apa?”


“Terserah,kamu mau makan apa sayang?”


Regina masak sontak,adik-adiknya membantunya masak,setelah selesai masak akhirnya mereka makan lesehan seperti biasa,setelah itu ketawa bersama dan Regina terkadang rindu akan hal ini yang membuat dirinya ingin terus bersama keluarganya.


“Sayang,kenapa? Kok nangis.”


“Enggak ma,ini mata aku perih,kenapa ya?”


“Perih,apa nangis hayo? Cerita sama mama sayang.”


Akhirnya mereka hanya diam dan sembari diam,mereka melihat ke arah masing-masing Selly serta tiara,mendekati kakaknya.”


“Kak.”

__ADS_1


“Iya Tiara sayang,ada apa?”


“Aku senang,punya kakak kayak kakak.”


Regina yang mendengar itu sontak bahagia,hampir saja dirinya loncat dari bangkunya sendiri,karena pujian Tiara.


Selesai makan,kedua adiknya sontak membantu kakanya,Regina bingung ada apa dengan adik-adiknya.


“Kalian kenapa? Kok bantu kakak,enggak usah tau,kalian istirahat aja kakak enggak apa-apa kok.”


“Kak.”


“Iya sayang.”


“Nanti ke kafe depan ayo,aku udah lama enggak kesana.”


“Boleh.”


Kedua adiknya tersenyum,begitu juga dengan Regina yang merasa senang dan puas bisa membuat adiknya bahagia.


“Tapi kakak cuci piring dulu ya,kalau udah baru kakak kabarin kalian oke.”


“Oke ka.”


Akhirnya di bantu kedua adiknya,biar cepat selesai,setelah selesai mereka pergi ke kafe tersebut.


“Kalian mau makan apa sih? Kayaknya buru-buru banget,ajak kakak ke sini.”


“Hmm,kita cuman mau makan eskrim kok.”


“Oh kakak,kira ada apa?”


Setelah pesan eskrim dan juga roti,kakaknya hanya diam,merasa rindu lagi kepada bos.


“Kak,kenapa?”


“Hmm,kakak kangen ya sama kak Heri.”


“Sayang,kakak itu enggak kangen sama siapa-siapa kok,tenang aja ya.”


Kedua adiknya tau kalau kakaknya sedang berbohong,setelah itu selesai makan mereka jalan ke arah rumah.


“Ka.”


“Iya,ada apa?”


“Mau jalan-jalan enggak kak?


“Mau kemana?”


Kedua adiknya main lari,tanpa memberi tahu kakanya,karena itu Regina panik sontak mencari adik-adiknya.


“Tiara..Selly..Tiara. Duh kemana sih kalian,jangan main lari-lari gini dong,bahaya tau.”


Akhirnya ketemu dan Regina mengejar mereka,semangkin di kejar semangkin jauh,akhirnya kedua adiknya membangunkan Regina sontak,Regina bangun.


“Ka,mimpi apa? Kok kakak sampai gelisah gitu.”


“Kakak mimpi kalian,kalian main lari aja pas kakak tanya,sampai kakak taut akan kehilangan kalian.”


“Kan kita,enggak kemana-mana kak,lagian kenapa kakak takut banget kalau kita kemana-mana sih kak.”


“Hmm,dasar kalian ini.”


Bos rindu akan Regina,begitu juga dengan Regina sayangnya,Regina tidak mampu dan tidak berani untuk mengabari bos lebih dulu,takut akan tersakiti lebih baik. Mencari aman.


“Iyaudah deh,kalau gitu kakak mandi ya,udah pagi juga.”

__ADS_1


“Iya kak.”


“Kalian juga ya,jangan lupa ke sekolah. Mau kakak antarin enggak?”


“Asyik maulah kak,udah lama enggak di antar sama kakak.”


Akhirnya mereka masing-masing bersiap-siap,sedangkan Regina masak sarapan untuk mereka,mama melihat ke arah Regina.


“Sayang.”


“Iya ma,ada apa?”


“Kamu masak apa?”


“Nasi goreng ma,mama suka kan.”


Mama hanya tersenyum,selesai masak handphone Regina berdering,tapi Regina belum sempat cek karena masih sibuk ini dan itu. Bos yang merasa rindu bingung harus berbuat apa.


“Nah,ini dia makananya udah jadi.”


“Asyik masakan kakak mah,enggak pernah gagal.”


“Ayo makan.”


Akhirnya mereka semua makan,setelah selesai makan,mereka hanya diam,begitu juga dengan Regina.


“Re.”papa melihat ke arah Regina yang melamun sedari tadi.


“Iya pa,ada apa?”


“Kamu kenapa sayang? Kok melamun.”


Regina hanya tersenyum,seakan tidak ingin memberi tahu oranglain,mengapa dirinya melamun tidak jelas.


Selesai makan,mereka semua siap-siap ke aktivitas masing-masing,sedangkan Regina yang cek handphonenya kaget,ada pesan dari bos.


“Re,kamu kemana?” bos seperti khawatir kepada Regina,disisi lain Regina juga rindu akan bos tapi bingung gimana bicaranya ke bos,takutnya bos menjauh dari dirinya,hal yang paling Regina takuti ialah,bos menjauh darinya.


“Kerumah orangtua saya bos,ada apa?”


Bos yang melihat balasan pesan dari Regina membuatnya tersenyum,semengeringai ibaratkan,rindunya sudah terobatkan walau dari jarak jauh.


“Hmm,iyudah kalau gitu,selamat bersenang-senang ya. Saya senang kalau kamu senang.”


“Iya,bos juga ya.”


Kedua adiknya,mengangeti dirinya sembari Regina hampir saja melempar handphone yang ada di tanganya.


“Duh,adik-adik kakak ini ya bikin kaget aja,hampir aja handphone kakak,kakak buang kalian ini gimana sih?”


“Habis,kakak cuek sih sama kita,kita udah panggil,kakak asik sendiri sama handphone kakak,ada apa sih di handphone.”adik yang penasaran ingin melihat,membuat Regina mengalihkan pandangan mereka.


Regina sontak berdiri,merapikan bajunya,begitu juga adik-adiknya yang ia rasa,masih kurang rapi.


“Ayo pergi.”


“Ayo.”


Akhirnya mereka pergi lebih pagi,agar bisa mengantar Tiara dan terakhir Selly,selesai antar Tiara. Regina melihat ke arah Selly.


“Sayang.”


“Iya kak.”


“Kamu enggak mau pindah ke sekolah kak Tiara?”


“Enggak ah! Kak,jauh aku juga enggak suka jauh-jauh.”

__ADS_1


Regina hanya diam dan tersenyum,kepada Selly. Sampai di sekolah Selly,Regina melambai kepada Selly. Selly tersenyum kepada kakaknya.


__ADS_2