
“Kenapa lagi sayang?”
“Hmm,aku masih merasa cemas sama kamu,kamu benaran enggak mau aku temanin sayang?”
“Enggak usah sayang,sekali lagi makasih ya udah perduli,kan udah ada pengawal kamu tenang aja,aku bisa kok jaga diri aku,kamu percaya kan sama aku sayang.”
Bos tersenyum kepada Regina,begitu juga dengan Regina,sembari menemani bos keluar dan masuk ke mobilnya.
“Sayang.”
Regina menghampiri bos dan bos melihat ke arah Regina,sembari menarik Regina ke dirinya. Mengecup keningnya.
“Hati-hati ya sayang,ketemu Ella. Ella itu orang jahat kamu harus waspada sama dia.”
“Iya sayang,kamu tenang aja.”
“Hmm,aku jadi enggak tenang ke kantor,aku enggak ke kantor deh,aku temanin kamu aja.”
“Ih,kamu itu apa sih,udah tenang aja nanti aku shareloc aja,gimana jadi kalau dia bawa aku ke tempat aneh-aneh kamu bisa nyusul.”
Bos hanya senyum,dan kembali mendekap Regina dengan erat,Regina hanya tersenyum dan tau betul kalau bos sayang akan dirinya.
“Bye sayang,aku jalan ya kalau ada apa-apa kasih tau aku dan jangan diam aja,kalau kamu diam aja gimana,aku mau tau sayang.”
“Iya sayang,khawatir banget sih gemes.”
Akhirnya mobil bos jalan,Regina bersiap-siap ketemu sih Ella,wanita ular,yang tidak pernah senang melihat oranglain senang.
.
.
“Maaf ya gua lama,Ella. Ada apa?”
“Pesan minum dulu.”
“Enggak usah,gua mau pergi lagi ada urusan gua.”
Ella menghela nafas,sembari mendekap kedua tangan Regina dengan,pandangan yang jarang Regina liat.
“Re.”
“Hmm.”
“Gua udah berusaha buat Heri sayang sama gua,tapi enggak tau kenapa dia enggak pernah sayang gua dan selalu tanyain lu,ke orangtuanya gimana cara dia sayang gua,kayak dia sayang lu Re?”
Regina sontak diam serta tidak bisa menjawab perkataan Ella,karena itu timbul dari rasa sayang dan cinta bukan,melainkan keterpaksaan.
“Apaan sih? Gua enggak ngerti maksud lu apa? Gua sama dia,enggak tau berjalan begitu aja,enggak ada yang gua lakuin ke dia.”
“Lu mau enggak ketemu dia,untuk terakhir kalinya,siapa tau dengan ketemu,kalian bisa membuka lembaran baru?”
“Lu yakin? Gua enggak mau,kalau lu harus ngamuk-ngamuk gua enggak suka,liat orang berantam.”
“Gua janji,enggak akan begitu dan gua mau kita,jadi sahabat Re. Karena gua sadar lu wanita yang baik,pantas aja kalau Heri sayang banget sama lu.”
Regina yang mendengar itu bingung serta tidak bisa menjawab apa-apa,lalu menyetujui apa maunya Ella.
“Bentar ya.”
Satu jam Regina menunggu Ella,tiba-tiba ada dua orang penjahat yang mau culik Regina,pengawal dari bos keluar dan udah menyelamatkan Regina lebih awal,Regina di bawa ke kantor bos. Sampai dirumah bos,Regina pucat.
__ADS_1
“Loh? Ibu kenapa?”
“Ibu hampir di culik sama wanita itu bos,untung kita cepat jadinya ibu enggak di culik.”
Akhirnya pengawalnya pergi meninggalkan,Regina dan juga bos. Bos melihat ke arah muka Regina.
“Sayang.”
Regina mendekap bos dengan erat,bos merasa kesal dengan dirinya,untung saja ada pengawalnya.
“Sayang,kamu kenapa?”
“Gara-gara aku,kamu sampai takut kayak gini sayang,maafin aku ya.”
“Ini semua bukan salah kamu kok,kenapa kamu minta maaf,lagian dimana letak kesalahan kamu coba?”
Regina melihat ke arah bos dan pegang kedua wajah bos,sembari mengecup bibir bos.
“Udah ya,aku enggak apa-apa,sekarang yang aku butuhin itu kamu,enggak ada oranglain lagi.” dengan suara yang penuh takut dan terbatah-batah.
Bos yang melihat Regina seperti itu,membuat dirinya sakit hati. Mengapa dirinya tidak lebih menjaga Regina lagi.
“Kamu tenang aja ya,enggak akan aku biarin orang yang berusaha menyakiti kamu sayang.”
“Makasih ya sayang.”
Selesai dalam pelukan berdua,akhirnya mereka hanya diam dan kembali ke aktivitas kembali.
“Sayang,kamu mau makan apa? Aku masakin.”
“Enggak usah,aku udah suruh mba masak,kamu makan aja nanti sama aku ok.”
“Ok sayang.”
“Halo adik,ada apa?”
“Kakak lagi apa? Kok suara kakak kayak lagi takut,kakak kenapa ka?”
“Enggak kok,kakak lagi capek aja adik,hehe.”
“Oh,maaf ya kita kayakanya salah jam buat telepon kakak deh.”
Regina hanya tersenyum kepada,perkataan adik-adiknya akhirnya telepon mereka berakhir sampai situ.
“Sayang.”
“Iya sayang,ada apa?”
Bos jalan menghampiri Regina,Regina hanya senyum,sembari bos duduk bersama denganya.
“Makan ayo,mau aku suapin enggak?”
“Kamu repot banget,sampai bawa makananya ke sini,padahal aku kan bisa ke sana,kenapa kamu bawa sayang?”
“Hmm,enggak mau kamu capek aja,jadi aku inisiatif sendiri sayang.”
Regina tersenyum,mengambil makanan yang ada di tangan bos,sembari melihat ke arah handphonya berdering kembali.
“Udah,enggak usah di perduliin,kamu perduli ini aja makan ok.”
Regina menurut kepada bos,setelah menurut akhirnya,selesai makan bos melihat ke arah Regina.
__ADS_1
“Sayang.”
“Hmm,kamu mau nonton enggak? Aku temanin.”
“Mau.”
Regina masih merasa takut,kalau di tinggal sendiri oleh bos,tapi Regina juga enggak bisa egois kepada bos. Sedangkan Ella merasa kesal.”
“Mana,Regina?”
“Enggak ada,gua enggak berhasil bawa dia,pengawal dia lebih unggul dari pengawal gua.”
“Iyaudah kalau gitu,kesepakatan kita berakhir,gua yakin lu enggak akan bisa lakuin ini.”
Heri pergi dari hadapan Ella,Ella yang mendengar itu hanya bisa menanggis dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Her,mau sampai kapan sih? Lu hukum gua,kayak gini?"
Ella yang berbicara dalam hatinya seperti itu tidak bisa berbuat apa-ap,walau sebenarnya dirinya sendiri juga rindu akan kebersamaanya dengan Heri,balik ke Regina dan bos.
"Bos."
"Iya sayang."
"Hari ini bos ada acara?"
"Enggak,kenapa sayang."
Regina tersenyum,sembari membawa masakanya kepada bos.
"Bos,coba makan,enak enggak?"
"Hmm boleh? Kan kamu belum selesai?"
"Enggak apa-apa kan emang,saya masak untuk bos bukan buat siapa-siapa selain bos."
Bos yang dengar itu tersenyum,sembari mencoba makanan dari Regina.
"Enak sayang,tapi kamu enggak maksa diri kamu tau,kan kamu lagi lelah."
"Enggak kok,sayang aku mau masak aja,bete kalau diam aja."
"Hmm emang susah di kasih diam,malah mau kerja kebiasaan."
"Emang gaboleh sayang."
"Boleh,asal kamu senang aja."
Regina senyum,sembari membawa makanan yang sudah di masak dirinya ke meja makan.
“Ayo sayang makan.”
“Iya.”
Akhirnya mereka berdua makan di meja makan,setelah selesai makan di meja makan,Regina berkata.
“Sayang,kamu hati-hati ya berangkatnya.”
“Iya sayang pasti kok,kalau enggak hati-hati gimana?”
“Hmm,ada-ada aja kamu sayang.”
__ADS_1
“Iyaudah deh sayang,aku bercanda doang kok,pasti aku hati-hati tenang aja sayang.”
Regina tersenyum,sembari mendekap bos dan bos juga membalas dekapan Regina,setelah itu Regina menghela nafas.