Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
32.Kita harus bertahan


__ADS_3

“Maaf ya bos,saya pinjam pelukan bos 10 menit aja.”Regina merasa dirinya tidak tau harus ke arah mana,baginya semua sudah hilang begitu saja,walau dia tau memang semua akan terjadi,dia tetap ingin mempertahankan Heri.


“Iya,pakai aja sampai kamu merasa bosan sama saya.”


Regina tersenyum mendengar perkataan bos,sembari melihat muka bos dan pegang kedua wajah bos yang tampak khwatir kepadanya.


“Bos,khawatir sama saya?”Regina tersenyum meledek kepada bos,bos yang emang khawatir kepadanya hanya bisa diam.


Bos langsung melihat ke arah lain,di ambil oleh Regina kedua wajah bos sembari menatap bos dengan dalam di tambah muka polos Regina,yang membuat jantung bos berdebar-debar.


“Enggak kok,ngapain saya khawatir sama kamu,yah kalau kamu enggak masuk nanti kerjaan kamu di timpa ke saya,saya juga yang repot.”


Regina langsung memanyunkan bibirnya mendengar bos berkata seperti itu,bos ketawa dan Regina bingung kenapa bos tertawa sembari menatap dengan tatapan kesal.


“Kenapa bos ketawa?” Regina bertanya kepada bos yang masih ketawa,padahal mau menutup rasa salah tingkah dan jantung berdebar-debar tidak jelas.


“Kamu udah baikan kan? Ayo kerja lagi,jangan sedih-sedih kalau sedih,gajinya saya potong.”


Regina yang takut gaji akan di potong,langsung bergegas kerja dan sembari kerja Bos ketawa melihat sikap Regina yang tidak mau rugi.


.


.


Regina melihat tas-tas besar di bawa keluar dari apartemen Heri,Regina bingung sembari mencari Heri,Heri kemana.


“Heri!”


“Hmm,apa Re?”


Regina melihat semua baju sudah rapi,tinggal di bawa aja ke keluar,Regina menahan kedua tangan Heri dengan erat. Heri hanya diam dan mencoba untuk melepaskan tangan Regina.


“Re,jangan gitu,nanti tangan lu sakit,gua enggak mau lu terluka.”


Regina tetap tidak mendengarkan kata Heri,Heri yang melihat itu merasa tidak tega dan langsung mendekap Regina dengan erat. Regina terdiam saat di dekap erat oleh Heri,membalas lebih erat. Heri hanya tersenyum.


.


.

__ADS_1


“Kamu kenapa Re?”


“Aku enggak mau pisah sama kamu Her.”


“Alasanya apa?”


Regina sambil memplitir jari-jarinya dengan perasaan gugup ingin jujur kepada Heri,Heri hanya tersenyum sembari mendekap kedua tangan Regina dan mencium pungung tangan Regina.


“Kenapa? Aku enggak bakal marah kok,jujur aja aku terbuka kok,kalau kamu mau jujur.”


Regina yang mendengar suara lembut Heri,malah membuatnya semangkin di sayang oleh Heri dan tidak mampu berbuat apa-apa. Sampai akhrinya Regina melepas tangan Heri,serta buang muka.


“Kamu marah sama aku? Aku terlalu banyak maksa kamu ya? Maaf ya,aku janji enggak bakal maksa kamu,yaudah kalau gitu aku pergi dulu ya,apartemen ini buat kamu dan terserah kamu,mau di apain aku pergi dulu,jaga diri baik-baik ya sayang.”


Heri menghelus kepala Regina,Regina mendekap Heri dari belakang dengan erat,Heri merasa kesakitan walau sebenarnya dirinya tidak mengerti ada apa dengan Regina.


“Kenapa si Re? Aku udah rela kok kamu sama cowo lain,walau sebenarnya aku juga sayang kamu. Tapi aku tau selama kita nikah pura-pura,enggak pernah ada perasaan kamu untuk aku sedikitpun. Jadi daripada aku ngelarang kamu,lebih baik aku relain kamu,benar enggak?”


“Emang kamu pernah nanya perasaan aku gimana ke kamu,kenapa sih kamu itu egois banget,apa-apa mutusin sepihak,kenapa enggak tanya aku dulu? Perasaan aku enggak penting ya? Sampai enggak di tanya.”


Heri yang mendengar itu hanya bisa diam tidak bisa membalas apa-apa,Regina langsung memukul kecil ke bidang laki-laki yang menjadi,suami pura-puranya itu Heri langsung menangkap kedua tangan munggil Regina dengan melihat Regina.


Heri sontak terpikir apa Regina melakukan ini,karena dirinya juga tidak mau kehilangan Heri atau sebaliknya,setahu Heri. Regina bukan orang yang seperti Heri pikirkan.


“A-aku sayang kamu Her.”


Heri yang mendengar itu dari Regina sontak bingung dan tidak habis pikir sembari pegang kedua pundak Regina,dengan tatapan yang sendu.


“Maksud kamu bicara gitu apa? Bukannya kamu udah ada cowo yang kamu cintai?”


Regina yang mendengar itu sontak berpikir dan tersenyum,sembari pegang kedua wajah Heri dengan tatapan yang masih sendu begitu juga Heri,yang membuat Regina tidak rela untuk melepaskannya.


“Siapa bilang sayang? Selama ini yang kamu liat itu,bos aku. Maaf kalau aku emang sedekat itu sama bos aku,tapi aku enggak ada perasaan apa-apa sama dia,walau dia ada perasaan sama aku,aku udah mencoba untuk melupakan kamu,tapi enggak bisa.”


Heri yang mendengar itu langsung merasa,kalau dirinya selama ini udah salah menilai Regina,tanpa sengaja Heri mengecup kening Regina.Regina sontak melihat ke arah Heri.


“Aku juga sayang kok sama kamu,tapi emang aku takut aja,kamu semangkin jauh jadi aku enggak berani jujur,maaf ya kalau aku emang pengecut dan gak bisa kamu andalin,aku harap kamu enggak tinggalin aku sayang.”


Regina yang mendengar itu merasa bahagia,walau bagaimanapun selama ini perasaanya tidak hanya bertepuk sebelah tangan melainkan terblas.

__ADS_1


“Iya,aku janji enggak bakal tinggalin kamu,mulai sekarang kalau ada apa-apa,kita harus jujur ya jangan ada yang ditutupi,aku enggak mau dengar alasan apapun paham kan?”


“Iya sayang.”


.


.


“Kamu mau makan apa?”


“Aku udah makan.”


Regina hanya memanyunkan bibirnya,sembari memikirkan mau masak apa,Heri langsung mengecup bibir manyun milik Regina.Regina spontan tediam dan Heri tersenyum.


“Makanya jadi wanita jangan lucu.”


“H-he? Lucu gimana? Orang aku lagi mikir mau masak apa? Ih kamu mah! Main nya nyosor sekarang seram.”


“Kamu enggak suka ya?”


Regina yang ditanya seperti itu malah enggak bisa jawab dan merasa bersalah kepada Heri,Heri langsung menghelus kepala Regina sembari Regina memikirkan mau ngapain.


“Enggak kok,aku su-suka tapi kaget aja gitu Her,jangan salah paham.”


Heri langsung jalan ke arah Regina,sembari mendekap Regina dari belakang dan mengecup kepala Regina. Menaruh dagu di atas pundak Regina.


“Ih geli.”


“Hmm,kok bisa? Sakit ya dagu aku. Maaf ya.”


“Dasar ya kamu,dasar orang yang suka dadakan.”


“Tapi cinta aku ke kamu enggak dadakan kok,udah dari lama banget.”


Regina terdiam mendengar perkataa dari suami kesayanganya Heri,selesai masak Regina mematikan kompor sembari mengalungkan leher suaminya dengan lenganya.


“Kenapa sayang.”


Heri merasa situasi serasa cangung dan bingung,mengapa jadi begini apa dari perkataan Heri ada yang salah,apa Heri membuat Regina merasa malas bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2