Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
79.Hmm


__ADS_3

“Sayang,aku pergi kerja dulu ya,walau sebenarnya aku masih mau sama kamu,tapi kerjaan aku enggak bisa maaf sayang.” membisikan di kuping Regina.


Regina tersenyum sembari menarik dasi Sam,Sam terdiam saat Regina mengecup Sam.


“Hati-hati ya sayang,aku pasti bakal kangen yah mau gimana,kalau punya suami yang sibuk istri cuman bisa duduk diam menunggu suaminya pulang kan.”


“Kamu kesepian enggak ada aku?”


“Iyaa,banget tapi aku enggak boleh egois,lagian aku ada janji sama adik aku ini aku mau siap-siap pergi dan ganti baju.”


Sam mendekap Regina dengan erat,sembari itu Regina juga membalas dekapan Sam kepadanya.


“Sayang.”


“Hmm.”


“Aku sayang kamu,jaga diri kamu baik-baik ya,kalau ada apa-apa telepon aku.”


“Iya Sam,tenang aja.”


Sam pergi dari hadapan Regina,Regina melambai kepada Sam enggak lama Sam pergi ke kantor,Regina mengeluh.


“Ah! Kenapa sih semua pria enggak peka,enggak tau kalau cewenya lagi butuh mereka semua pria kayak gitu,ternyata pekerjaan lebih penting dari cewe,apa gua harus mengubah dirinya gua jadi kerjaan ya biar gua di anggap sama Sam?”gumam Regina.


.


.


“Hmm,Regina lagi apa ya seketika keingat dia,udah mau sore sih bentar lagi pulang,apa dia lagi bahagia dirumah orangtuanya? Udahlah biarin aja nanti kalau udah pulang juga ada dia.”gumam Sam.


Selesai dari bertemu adik-adiknya Regina diam dan enggak lama,akhirnya Regina pulang dan memasak selagi tunggu Sam pulang.


“Sam,akhirnya kamu udah pulang.”


“Aku udah pulang daritadi kok,aku kira kamu udah duluan enggak taunya aku duluan.”


“Eh,kamu marah.”


Sam mengeleng kepala dan tersenyum sembari menghelus kepala Regina,Regina tersipu malu kepada Sam,cepat-cepat menyiapkan makanan untuk Sam.


“Kamu udah makan Sam?”


“Udah,kenapa?”


“Yah,tadinya aku mau masak tapi kalau kamu udah makan,aku harus gimana ya kan?”


“Hmm kalau kamu mau masak,masak aja kebetulan aku lapar lagi kok.”


Regina tersenyum mendengar perkataan Sam,enggak lama Regina kembali masak untuk Sam,Sam juga senang kalau melihat Regina senang.


“Okay,aku masak ya.”


“Hmm,mau aku bantu enggak?”


“Enggak usah,makasih ya sayang.”

__ADS_1


Akhirnya Sam hanya diam,sembari main handphonenya enggak lama handphone bunyi,ada rapat dadakan dan menyalahkan kamera untuk semuanya,kecuali Sam.


“Iya baik,rapat kita mulai ya.”salah satu yang bekerja dengan Sam.


Sam makan dan semua karyawanya bingung siapa yang makan,enggak lama Sam berkata kepada semuanya.


“Udah mulai,kenapa diam,ngantuk ini banyak yang mau dibahas.”


“Maaf bos.”


Regina terus suapin Sam,enggak lama Sam menghelus kepala Regina dan mendudukan Regina di pangkuanya.


“Sayang makanan kamu enak.”


Semuanya hanya diam dan yang jomblo merasa sakit hati,melihat bos bermesraan di tengah rapat.


“Lah kok diam? Mau di pecat semuanya udah pada bosan kerja.”


Regina enggak tahu kalau di kantor,Sam seperti ini kenapa pada dirinya Sam sosok yang paling sabar dan tahan dengan emosi Regina ya.”


“Ini untuk struktur.”


Sam menguap karena merasa rapat hari ini enggak penting dan terlalu buang-buang waktu.


“Ini siapa yang buat presentasinya,jelek banget hancur,bikin yang baru terus siapa yang presentasinya udah siap!”


Selesai minum,Regina hanya menghelus kepala Sam,sembari membisik kepada Sam yang tengah rapat.


“Kamu jangan galak-galak,nanti karyawan kamu takut sama kamu.”


“Hah? Bicara apa sayang?”


“Udah bagus presentasinya kalau gitu,kalian tidur besok persiapkan yang baik,malam.”


Selesai itu Sam mengendong Regina ke kamarnya,sampai di kamar akhirnya mereka tidur setelah tidur.


.


.


“Pagi Sam sayang.”


“P-pagi,ngantuk banget hoam.”


“Kemarin selesai jam berapa?”


“Aku lupa,enggak liat jam.”


Regina mengambil jepit rambut untuk siap-siap masak,di tahan tanganya dengan Sam,Regina melihat ke arah Sam serta di tarik ke dalam dekapan Sam.


“Kamu kenapa Sam? Ada yang salah ya? Sampai agresif gitu,masih pagi loh Sam.”


“Hmm,enggak cuman lagi malas rapat hari ini,ke kantor juga malas apa aku rapat di rumah aja ya pake aplikasi kayak kemarin.”


Regina hanya diam dan tersenyum kepada Sam,sembari mengeleng kepala kepada suaminya.

__ADS_1


“Kamu,selalu mau di manjain ya?”


Sam terdiam saat tau niat busuknya ketawan oleh istri pintarnya,enggak lama Regina menghelus kepala Sam.


“Kamu kalau mau sampai di manja gitu,enggak perlu sampai cuti kerja sayang.”


“Siapa yang cuti kerja?”


“Hmm,habis kamu kayak gitu sikapnya seolah-olah takut aku akan menghilang aja,kalau kamu pergi ke kantor.”


Sam menganggukan kepala,Regina tidak menyangka apa yang di pikirkanya,terpikirkan juga oleh Sam.


“Enggaklah sayang,kamu kenapa sih lucu banget mikirnya,kenapa bisa berpikir kayak gitu hah?”


“Habis kamu suka kadang baik dan jahat,kan jadi takut kalau di buang benaran,kalau sampai benar,aku harus gimana?”


“Terlalu jauh mikirnya,kadang suka bingung kenapa semua pria begitu.”


“Hmm,semua pria siapa aja? Heri juga gitu,enggak mau di samain sama dia,enak aja.”


Regina ketawa mendengar perkataan Sam,enggak lama akhirnya Sam pergi ke kantor,karena malas berdebat dengan Regina.


“Sayang,kamu enggak mau sarapan?”


“Enggak,aku malas kalau harus debat sama kamu,mending aku ngalah aja sama kamu,kamu kalau aku ngalah pasti akan begitu terus kan,jadi aku milih untuk kamu menang aja aku kalah.”


Regina tidak perduli dengan perkataan Sam,memaksa Sam duduk enggak lama di suapin oleh Regina.


“Aaa makan.”


“Engg-”


“Enak kan?”


“Hmm,dasar tukang paksa.”


Regina yang mendengar itu terdiam mengingat,waktu dulu dirinya belum menikah,Regina sering sekali memaksa adiknya untuk makan,makanan yang enggak enak. Regina menaruh mangkung di meja dan menundukan kepala.


“Maaf,lain kali enggak bakal maksa kamu lagi,hati-hati di jalan.”


Sam terdiam saat berkata demikian,ada apa dengan Regina mengapa Regina terdiam,apa ada yang salah dari perkataanya sepertinya Regina terpukul sekali dengan perkataan Sam barusan.


Mencoba mengetuk kamar Regina,enggak lama Regina hanya diam dan tidak berkata apa-apa kepada Sam,Sam merasa ada yang tidak beres namun sudah waktunya bekerja dirinya harus pergi,Regina melihat ke arah jendela.


“Ternyata dia enggak sada udah sakitin hati gua,dan tetap milih kerja daripada mikirin gua,mungkin emang gua enggak penting buat dia.


Sampai di kantor rapat di mulai,sedari awal belum rapat sampai udah rapat,Sam hanya diam tidak berkata apa-apa beda dengan biasanya yang bawel dan selalu mengritik orang lain.


“Baik sekian dari presentasi,bos ada pertanyaan?”


Sam hanya diam dan tidak berkata apa-apa,semua bingung melihat ke arah Sam,Sam sadar melihat ke depan.


“Ada apa?”


“Ada yang mau di tanyain bos?”

__ADS_1


“Enggak! Udah selesai kan,ayo bubar.”


Sam sontak pergi ke rumah untuk mencari Regina,Regina sedang di kamar tiduran,Regina tidak sadar akan kehadiran Sam yang masuk mengendap-endap di dekap dari belakang dan di sikut oleh Regina.


__ADS_2