Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
95.cinta adilkan?


__ADS_3

"Makasih sayang,tapi kamu gak perlu begitu."


"Untuk kamu gak,untuk aku perlu."


"Kenapa?"


"Gapapa,aku sayang aja sama kamu,jadi aku gamau kamu kenapa-kenapa."


Regina hanya diam dan tidak mau menanya tentang wanita itu,sebelum Sam bercerita sendiri,gak lama Sam pegang kedua tangan Sam.


"Sayang."


"Iya."


"Ada yang mau aku ceritain ke kamu."


"Soal apa?"


Sam menghela nafas dan dirinya merasa udah jahat dengan istri sahnya sendiri,gak lama Sam melihat ke arah Regina dengan pegang kedua wajah Regina.


"Aku ada hubungan sama Ella."


"Aku tau."


Sam sontak melihat ke arah Regina,dengan bingung tidak bisa berkata apa-apa. Regina menghela nafas sembari melihat ke arah Sam.


"Kamu tau darimana?"


"Perubahan sikap kamu,sayangnya mama udah kepergok kamu."


"Kamu gak marah?"


"Marah,tapi apa kata? kalau kamu gak sayang aku,aku bisa apa dan aku yakin kamu tau dimana rumah kamu tanpa,harus aku arahin."


Sam mundur dengan perlahan,sembari malu dengan Regina,Regina tersenyum sembari menahan sakit beranjak dari tempat tidurnya,mendekap Sam dengan erat.


"Gak usah takut sayang,aku sayang kamu banget,jadi kamu jangan merasa bersalah,aku juga gak bakal salahin kamu kok,aku udah tau semuanya tapi makasih ya udah jujur,sekarang aku mau tanya kamu. kamu mau sama aku atau sama Ella."


Sam hanya diam tidak bisa berkata apa-apa,bagi Sam keduanya orang yang ia sayang,begitu juga Regina,ia juga sangat sayang Sam dan juga Heri.


"Iyaudah kalau kamu gabisa milih,aku gak bisa berkata apa-apa. karena aku pribadi tau kamu akan memilih Ella,maaf sayang kalau aku gak sesempurna Ella dan aku harap kamu bahagia sama dia."


Sam menarik pelan tangan Regina,sembari Regina menahan nangis di air matanya,saat Sam ingin melihatnya Regina terus membuang muka,sampai akhirnya Sam menarik kedua muka Regina dengan pelan.


"Kamu nangis?"


"G-gak mata aku kemasukan de-"


Sam sontak mengecup Regina dan Regina mendorong Sam. menampar Sam hingga Sam terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


"Aku gamau cinta yang palsu,maaf aku terlalu sayang sama kamu,sampai aku tau kalau hati kamu gak pernah ada untuk aku."


"Sayang kamu bicara apa sih? aku gak bakal kasih kamu cinta palsulah."


"Udahlah semua pria. sama aja,dan menurut aku emang kita gak jodoh tapi lucunya kita tetap maksa nikah gak tau bodoh,apa gimana?"


Sam yang mendengar itu sontak mengecup paksa Regina,agar Regina tidak bicara sembarangan lain kali,Regina menanggis usai Sam melakukan itu.


"Sayang,aku minta maaf aku gak bermaksud kayak gitu,sekali lagi aku minta maaf ya sayang."


"Kamu gak perlu maksa aku,juga aku mau kok cuman emang badan aku lagi lemah aja dan percuma sebanyaknya kecupan gak akan berarti kan?"


Sam yang mendengar itu hanya bisa diam,tanpa berkata apa-apa sontak ia mengambil handphone dan blok Ella,sembari Regina tidur.


Sam naik ke kasur Regina sembari mendekap Regina dari belakang,Regina hanya diam tidur dengan tenang,kebesokan paginya Sam merasa badanya kaku Regina hanya tersenyum.


"Sayang,kamu kenapa?"


"Badan aku keram maaf aku gabisa gerak."


"Dih! sini aku bantu."


Sam tidak bisa berkata apa-apa karena badanya sakit,Regina tersenyum sembari mengecup pipi Sam,Sam melihat ke arah Regina.


"Udah sembuh belum kakunya?"


Sam mencoba mengerakan semua angota tubuhnya,gak lama akhirnya bsia di gerakan dan setelah udah digerakan,Sam duduk sambil pegang kepalanya.


"Kenapa?"


"Hah? kamu kenapa? sini coba aku pegang."


Regina sontak beranjak dari kasur panggil dokter,gak lama dokter datang periksa keadaan Sam,Regina tunggu di luar Sam di dalam sedang di periksa dokter. gak lama dokter keluar dari ruangan.


"Dok,gimana keadaan suami saya?"


"Dia baik-baik aja kok ibu,tenang aja suami ibu gapapa hanya kecapean sama kedinginan aja dia,stress cinta di jaga ya ibu,kalau gitu saya permisi."


Regina yang mendengar itu hanya mengeleng kepala,sembari masuk keruangan dan berjalan ke arah Sam,Sam melihat Regina.


"Sayang,kamu kenapa?"


"Gapapa kok emang aku kenapa?"


"Kata dokter kamu stress cinta? emang kamu cinta sama siapa?"


"Haha,sama kamulah masa sama oranglain kamu tenang aja,aku udah blok Ella."


Regina hanya diam sembari duduk di sofa,gak lama di samperin dengan Sam,sembari merangkul Regina dari belakang. mengecup pucuk kepala Regina.

__ADS_1


"Kamu,kalau lagi marah lucu ya,sadar enggak sih?"


"Enggak,emang kenapa?"


"Dih,tambah lucu udah jangan marah-marah,nanti aku mangkin sayang kamu gimana?"


"Emang,aku perduli?  kalau kamu sayang aku?"


Sam hanya tersenyum terkekeh,gak lama handphonenya berdering dari kantor,sontak meninggalkan ruangan,Regina hanya bisa menghela nafas dengan hubungan mereka.


.


.


"Sayang,aku mau per-"


Regina tertidur di sofa,Sam merasa tidak tega dengan Regina gak lama,Regina menggingau sembari lari.Teriak nama Sam berkali-kali sontak Sam mendekap Regina dengan erat.


"Sayang,kamu kenapa? kalau ada apa-apa kasih tau aku sayang."


"Enggak taulah sayang,basi capek aku mau pulang aja,bisa pulang gak sih muak lama-lama di sini."


"Hmm,aku juga maunya gitu kamu tenang ya aku akan mencari tau caranya,biar kamu bisa pulang."


Regina lebih tenang dari tadi,gak lama Sam pergi ruangan dokter,setelah masuk keruangan dokter.Sam duduk di depan dokter.


"Dok,gimana keadaan istri saya? udah bisa pulang?"


"Keadaan ibu udah baik pak,hanya saja belum terlalu stabil kita tunggu sampai besok ya,kalau udah stabil akan saya pulangkan kok pak,tenang aja."


"Baik dok,kalau begitu makasih ya dok."


Sam keluar dari ruangan dokter,setelah itu masuk keruangan Regina,Regina yang masih tidur dan merasa perutnya sedikit keram.


"Sayang,kamu kenapa?"


"Aw perut aku keram,aku kenapa ya? aduh."


Sam sontak panggil dokter,gak lama dokter datang setelah memeriksa keadaan Regina,gak lama dokter keluar dari ruangan Regina.


"Dok,gimana keadaan istri saya?"


"Baik-baik aja pak gak perlu khwatir,kayaknya bapak sama ibu sakitnya sama,sama-sama stress cinta mungkin kalian butuh waktu berdua,kalau gitu saya tinggal ya."


Sam hanya diam sembari menahan malu dengan perkataan dokter,walau apa yang di bicarakan dokter mungkin,mereka memang harus diskusi agar semua  masalah selesai begitu saja.


"Sayang."


"Apa!"

__ADS_1


"Kamu kenapa lagi?"


Regina mendekap Sam dengan erat,gk lama Regina melihat ke arah Sam.Sam bingung apa yang terjadi kenapa tiba-tiba Regina mendadak manja.


__ADS_2