Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
92.rasa


__ADS_3

"Pagi sayang."


"Pagi,kenapa kamu liatin aku kayak gitu sayang."


"Enggak,aku baru sadar kalau kamu lagi tidur ganteng ya Sam."


"Eh? jadi kalau aku lagi sadar gak ganteng dong."


Regina hanya diam sembari menarik Sam ke arahnya dan mengecup Sam,Sam sontak kaget melihat ke arah Regina


"Re." Sam yang merasa gak nyangka melihat,perbuatan Regina kepadanya.


"Habis kamu marah terus,aku gak suka marahan sama kamu,aku mau kita selalu baikan."


Sam yang mendengar itu ada benarnya sih,tapi kenapa harus pakai cara,yang cepat untuk selalu bersama.


"Tuhkan,kamu masih marah sama aku,buktinya kamu bengong."


"Enggak,aku lagi mikir hari ini ada rapat apa. enggak,bukan karena aku masih marah sama kamu,sayang kenapa sih berasa banget kamu."


"Oh aku kira kamu masih marah,awas aja kalau masih marah."


Sam hanya tersenyum gak lama,sekertaris Sam kerumah sakit datang menghampiri bos.


"Kenapa?"


Regina sontak menepuk Sam dengan maksud,tidak boleh kasar kepada sekertarisnya. Sam hanya melihat dengan diam.


"Ada rapat pak,sebentar lagi,bapak udah siap kan?"


Sam melihat ke arah Regina,Regina hanya tersenyum kepada Sam,enggak lama Regina mendekap Sam,Sekertaris masih di situ.


"Harus banget ya,saya usir kamu peka sendiri dong,jangan mau di usir-usir emang kamu bukan orang apa,di usir-usir."


Sekertarisnya hanya diam dan keluar dari ruangan Regina,Regina melihat ke arah Sam.Regina mengecup Sam,sontak Sam kaget.


"Eh?"


"Biar kamu semangat kerja dan jangan marahin orang kantor kamu lagi ya,kasian mereka. emang kamu gak kasihan sama mereka?"


"Siapa suruh mereka lelet,kan aku enggak minta mereka untuk lelet,kalau lelet enyah aja dari kantor."

__ADS_1


"Eh,gak boleh bicara gitu mereka juga manusia bukan orang sempurna,kamu itu gimana sih."


Sam hanya diam melihat kebaikan calon istrinya,sembari mengecup kening milik Regina,Regina melihat ke arah Sam dengan senyum hangatnya.


"Istri aku emang baik ya,enggak ngerti lagi kenapa kamu bisa sebaik itu? heran aku sama kamu,dulu mama ngandung kamu,mikirin apa sampai kamu punya sifat yang kayak gini?"


"Aku enggak tau,dan gak pernah nanya jadi gimana mau tau?"


Sam mendekap Regina dengan erat,enggak lama Sam melihat ke arah Regina,dengan diam dan Regina bingung ada apa dengan Sam.


"Kamu kenapa lagi?"


"Aku enggak rela ke kantor,kenapa ya?"


"Kenapa? terus kamu maunnya kemana?"


"Aku sendiri juga bingung,yaudah aku ke kantor deh kamu cepat sembuh ya sayang,kalau ada apa-apa telepon aku,ok ingat jangan telepon Heri!"


Regina ketawa mendengar kecemburuan Sam tentang Heri,enggak lama Regina mengisengin Sam kembali,agar Sam marah kepadanya.


"Kenapa? kalau aku panggil Heri?"


Regina panik dan mencoba membujuk Sam,sekertaris yang mendengar itu bingung harus berbuat apa,saat masuk keruangan Regina,Regina meminta waktu dan sekertarisnya menurut.


"Sayang,aku cuman bercanda lagian mana mungkin aku panggil Heri,kan Heri udah ada Ella yang ada nanti aku berantam lagi,sama Ella? emang kamu enggak kasihan sama aku,kalau aku berantam sama Ella?"


Sam terdiam dan tetap fokus ke layar tabletnya.Regina merasa kesal akhirnya mengambil tabletnya dari hadapanya dan menaruh ke sebelahnya sembari pegang kedua wajah Sam dan mengecup Sam dengan erat.


"Kamu dengarin aku enggak sih!"


"Dengar,terus kenapa?"


"Hmm,aku itu cuman bercanda! kalau kamu terlalu serius dengan apapun,aku gamau nikah sama kamu,kita jadi sahabat aja."


Regina mengancam dengan ingin melepaskan cincin pernikahan mereka,Sam yang melihat itu hanya diam enggak lama Regina bingung.


"Kamu gak cegat aku,ngelapasin cicin nikah kita?"


"Enggak,kalau emang tujuan kamu begitu,aku harus gimana? itu semua hak kamu,maaf kalau kehadiran aku cuman ganggu kamu,permisi."


Regina mencoba untuk menahan Sam,rasa sakitnya kembali lagi,Sam yang melihat itu sontak cek keadaan Regina,Regina diam sembari pegang wajah Sam.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih? aku heran deh,aku cuman bercanda kenapa semuanya di jadiin serius,kamu kenapa cemburu sama orang yang benar-benar udah aku gak suka? aku tau kamu belum blok Ella,tapi aku gak pernah nanya dan marah soal Ella,kenapa sih Sam? kenapa? kamu gabisa percaya aku,orang yang mencintai itu saling percaya bukan,mau menang sendiri."


Sam yang mendengar itu hanya bisa diam,tanpa  berkata apa-apa,saat ingin menyentuh Regina,Sam merasa dirinya tidak pantas dan pergi dari hadapan Regina.


"Aku pergi ya,maaf."


Sam sontak keluar dari ruangan Regina,enggak lama Regina hanya diam dan menghela nafas,akhirnya Regina mengirim pesan kepada adik-adiknya.


"Hi Selly dan Tiara"


"Hi kak,ada apa kak?"


"Enggak apa-apa kangen aja sama kamu,nanti kalau kakak udah sembuh kita jalan ya."


"Iya kak,kakak fokus pada kesehatan kakak aja,ketemu kita gampang kok kakak gak pusing ok kak."


Regina tersenyum mendengar perkataan kakanya,enggak lama ada telepon masuk dari Sam,Regina terpaksa harus mematikan telepon dari adeknya.


"Halo,ada apa?"


"Kata dokter kamu udah boleh pulang? mau aku jemput? apa gak? kalau gak aku mau rapat,kalau mau tunggu aku rapat."


Bip


Sam bingung kenapa di matikan teleponya dengan Regina,Regina hanya menghela nafas merasa lelah dengan semua ini,gak lama ada yang masuk keruangan Regina.


"Hi Regina!"


Regina bingung siapa,seperti pernah mendengar suara ini sebelumnya,tapi di mana,enggak lama akhirnya terjawab orang itu.


"Heri! kok lu tau gua di sini?"


"Iya gua mau jemput lu,mau antar lu pulang,sebagai sahabat gua gamau kalau sahabat gua pergi sendiri,nanti di culik orang lagi,daripada di culik oranglain mending di culik gua."


"Bicara apa sih,yaudah bentar ya gua ganti baju dulu lu tunggu di luar aja,nanti gua susul sekali lagi makasih ya maaf gua udah repotin lu,gua sebenarnya gak enak tapi gimana ya gua juga bingung cara jelasinya gimana?"


Heri hanya diam sembari mengecup kepala Regina,Regina terdiam dan gak lama Heri mengecup pipi Regina,Regina masih diam di saat Heri ingin mengecup lebih Heri sontak menjauh dan di tarik Regina,Heri yang kaget.


"Maaf Her,gua cuman kebawa suasana aja,sekali lagi gua minta maaf."


Heri hanya diam serta menganggukan kepalanya,enggak lama Heri keluar dari ruangan dan Regina merasa ada yang aneh di antara dirinya dan  juga Heri.

__ADS_1


__ADS_2