
“Lu kenapa El?”Heri yang bingung dengan muka Ella.
“Hmm,kenapa lagi itu mantan istri kau,ngeselin banget! Rasanya pengen aku hancurin dengan tangan aku sendiri!”
“Jangan gegabah,ingat rencana kita,sabar dulu ya pasti ada jalan dan cara kok,jadi kamu tenang dulu oke.”
Ella menghela nafas,sembari makan di temanin Heri,Heri menghelus kepala Ella,biar Ella lebih tenang sampai di rumah Regina,hanya menghela nafas.
“Asli ya capek banget,ketemu orang-orang kayak gitu,bikin emosi tau enggak!”
Sam ketawa dengan terkekeh enggak lama,Regina yang awalnya tiduran menjadi tidur,sontak melihat ke arah Sam.
“Kenapa kamu ketawa? Ada yang lucu,emang aku ngelucu apa tadi?”
“Enggak,kamu kalau lagi cemburu ternyata lebih ngegemesin aja.”
Regina memicingkan matanya ke arah Sam,merasa lelah dengan Sam sampai akhirya,handphone Regina berdering.
“Halo adik,ada apa?”
“Kakak lagi dimana?”
“Lagi dirumah sayang,kenapa?”
“Ma-mama kak.”
Regina sontak yang tadinya lelah mengakhiri telepon dan pergi mengunakan mobil Sam,Sam menaha Regina bingung apa yang terjadi.
“Kenapa sayang,kok kamu buru-buru.”
“Aku ada urusan,mama aku sayang!”
Sam sontak juga pergi mengantar Regina,Regina terlihat gelisah tetapi di pegang tanganya dengan Sam,agar Regina merasa tenang,ketika ada Sam di sebelahnya.
“Tenang aja ya mama kamu enggak apa-apa kok,aku yakin.”
Regina hanya diam dan terus melihat ke arah jendela,enggak lama sampai dirumah orangtuanya begitu sampai,kedua orangtuanya baik-baik aja Regina bingung ada apa,mama sontak menampar Regina.
“Re! Kenapa kamu enggak bilang kalau kamu udah cerai sama Heri?”
Regina menanggis mendengar kalimat itu,sontak air matanya keluar dari mata indahnya,Sam yang melihat itu merasa tidak tega sembari membantu Regina,Regina menepis tangan Sam.
“Ma,mama tau darimana?”
“Lalu,siapa pria ini? Kamu ini wanita apa sih,mama udah didik kamu sampai sebesar ini kamu malah jadi wanita yang enggak tau apa-apa,mama kecewa sama kamu,Re.”
Air mata Regina semangkin deras dan mengalir ke matanya,Sam yang tidak tega sontak mendekap Regina dengan erat,sembari mengecup pucuk kepala Regina.
__ADS_1
“Tenang ya,ada aku biar aku yang bicara sama mama kamu.”
Regina pergi ke arah mobil Sam,Sam di sidang oleh kedua orangtua Regina,Sam tersenyum sembari melihat kedua orangtua Regina.
“Halo ma,pa aku suami Regina,kemarin Regina sama Heri bukan suami istri sah,mereka hanya pura-pura aja biar Heri bisa membuat usaha sendiri,tapi kenyataan enggak ada hasil,jadi Heri harus menikah dengan pilihan orangtuanya,pernikahan kami sah walau belum di lakukan tapi,Sam harap papa dan mama mau datang ke pernikahan kami.”
Kedua orangtua hanya diam,sedangkan papa hanya melihat ke arah mama tersenyum dalam hati,mama hanya menghela nafas sontak pergi dari situ.
“Ma..”
Sam tau keadaan ini enggak pas,mungkin enggak seharusnya dirinya merebut Regina dari Heri,mungkin kedua orangtua Regina sangat berharap Heri bisa menjadi suami yang baik untuk Regina,kenyataanya bukan apa-apa.
“Pa,ak-”
“Tunggu Sam,ada yang mau papa bicarain sama kamu.”
Sam terdiam sembari kembali duduk di dekat papa Regina,sampai di samping papa Regina,Papa Regina merangkul Sam.
“Maafin sikap mama Regina ya,sikapnya emang begitu dia hanya kaget dan enggak nyangka aja,kalau misalnya suaminya Regina sekarang kamu.Bukan Heri.”
“Iya wajar kok pa,mau bagaimanapun mungkin Heri lebih membekas,daripada aku orang baru.”
“Hmm,enggak gitu Sam,kamu jangan salah paham,makasud mama Regina enggak gitu,kamu juga baik,hanya dia enggak nyangka kalau Regina bohongin dia seperti itu.”
Sam menghela nafas mendengar perkataan papa Regina,sontak Sam mendekap papa Regina dengan erat. Papa Regina hanya tersenyum.
“Makasih ya pa,udah kasih aku kesempatan kalau enggak ada papa,mungkin aku enggak tau harus gimana pa.”
Seketika Sam seperti anak kecil yang manja dengan papa Regina,Regina saat melihat di jendela luar rumhanya tersenyum,sampai di mobil mereka hanya diam,Regina menaruh kepalanya di lengan Sam.
“Sayang.”
“Iya Re,ada apa?”
“Maafin keluarga aku ya,pasti mereka udah tekanin kamu makannya kamu jadi kayak stress, gitu harusnya kamu enggak usah ikut sayang,aku enggak mau kamu kenapa-kenapa kalau aku di marah dan di pukul,emang udah biasa tapi kalau kamu yang di perlakukan seperti itu,aku enggak rela.”
“Emang kamu kira,aku rela kalau kamu pulang-pulang babak belur,lebih baik aku yang di pukul kamu jangan.”
Regina tersenyum mendengar perkataan Sam,enggak lama mereka pulang kerumah mereka,sampai dirumah.
“Aku mau tidurlah.”
“Bareng Sam.”
Sam bingung ada apa dengan Regina,sementara itu Sam hanya menurut kepada Regina,sampai di kamar mereka hanya diam.
“Sam,kenapa enggak tidur?”
__ADS_1
“Aku cuman temanin kamu tidur kan sayang?”
“Lah,kamu tidur jugalah,ngapain kamu temanin aku tidur doang,tidurlah.”
“Eh? Enggak apa-apa kok,kenapa?”
Regina bingung dengan Sam,sontak tidur sembari mendekap Sam.Sam hanya tersenyum dan tidur melihat Regina tidur.
.
.
“Pagi sayang.”
“Pagi,aku kaget kamu enggak ada di sebelah aku,Re.”
“Iya terus,kalau aku di sebelah kamu terus,yang masak buat kamu siapa? Kamu mau masak sendiri?”
Sam terdiam mendengar perkataan Regina,setelah itu duduk di meja makan,Sam merasa ada yang aneh kepada Regina.
“Kenapa!”Regina yang membentak Sam dengan kencang.
“Enggak sayang.”Sam yang mencoba mengalihkan topik.
Regina segera membawa makanan untuk makan,setelah makan akhirnya Sam terus memandangi Regina,enggak lama handphone Sam berdering.
“Iya,halo.”
Regina mendengar Sam berbicara di telepon,enggak lama terdengar suara bangku,Sam minum sembari Regina melihat ke arahnya dengan handphone yang di genggamnya,Regina melihat ke arah cuci piring.
Sam menghampiri Regina dan mengecup pucuk kepala Regina,enggak lama Sam berbisik di kuping Regina.
“Aku pergi dulu ya sayang,aku sayang kamu.” mengecup pipi Regina,sembari Sam senyum.
Sam sontak pergi dari hadapan Regina,Regina melihat itu sontak memberhentikan Sam,Sam bingung ada apa dan Regina mendekap Sam dengan erat,Sam mengakhiri teleponya.
“Sayang,kamu kenapa?”
“Enggak apa-apa,emang aku kenapa?”
“Masa? Kalau enggak kenapa-kenapa kok kamu kejar aku sampai sini.”
“Hanya kangen aja,maaf dengan ketidak jelasan aku ya.”
Sam tersenyum mendengar perkataan Regina,enggak lama Regina hanya diam dan melepaskan dekapan kepada Sam.
“Kok di lepas,padahal aku masih mau di peluk dengan erat.”
__ADS_1
“Hmm,ada-ada aja kamu,udah ah sanah kerja aku juga mau masuk.”
Sam mendekap Regina,enggak lama Regina tersenyum enggak lama handphone Regina dan juga Sam berdering,saat mereka melihat siapa yang telepon.