Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
72.Haruskah


__ADS_3

“Lu enggak apa-apakan? Ada yang sakit enggak Re? gua harap enggak ada ya.”


“Enggak kok makasih ya Heri,enggak kok tenang aja,gua aman kok berkat lu,makasih banget ya Heri.”


Heri sontak mendekap Regina dengan erat,Regina yang paham akan hal itu,membalas dekapan tersebut.


“Lain kali hati-hati ya Re.”


“Iya Her,sekali lagi makasih ya.”


Sampai di kafe akhirnya mereka duduk di bangku yang kosong,semua membicarakan betapa gantengnya Heri.


“Eh pria itu ganteng ya,sayang udah ada cewe kalau enggak ada,harusnya aku maju si.”


Regina sengaja pegang tangan Heri,Heri hanya diam Regina tersenyum kepada Heri begitu juga dengan Heri.


“Kenapa Re?”


“Itu! Cewe-cewe itu! Suka sama lu!”


Heri hanya tersenyum dengan terkekeh enggak lama,makanan mereka datang akhirnya Regina makan dengan lahap.


“Kenapa Her,kok liatin gua.”


“Hmm,hobi gua liat lu makan.”


“Hah? Kenapa?”


“Gua suka liat lu makan.”


Regina tersnyum kepada Heri,walau bagi Regina aneh,tapi tetap saja bagi Heri itu tidak aneh.


“Makan Her,nanti gua makan ini makanan lu.”


“Iya ini makan.”


Handphone Heri terus berdering dari Ella,sampai-sampai Heri menaruh handphone di tengah minuman es,Regina sontak kaget.


“Heri! Kenapa handphone lu taruh di minuman lu?”


“Kesal gua sama Ella,telepon terus pft. Bikin kepala sakit makanan juga jadi enggak enak,karena cewe kayak gitu.”


Regina merasa kasihan dengan Ella dan juga Heri,akhirnya Regina selesai makan dan menyuapin Heri,Heri bingung melihat ke arah Regina.


“Ini,makan.”


“Hmm gua bisa kok makan sendiri.”


“Buruan pegal tangan gua.”


“Eh..”


Heri terpaksa harus menurut kepada Regina,kalau enggak Regina akan semangkin marah kepadanya,enggak lama selesai makan Heri hanya tersenyum kepada Regina.


“Lu kenapa si dari tadi senyum terus ke gua.”


“Enggak tau hari ini kenapa,lu lucu aja menurut gua Re,terus lu juga sama gua kayak pasangan tapi gua enggak mau ganggu hubungan lu sama Sam,gua cukup bahagia kok liat kalian.”

__ADS_1


“Serius?!”


Heri sontak diam dan bingung mengapa Regina berbicara demikian,setelah itu Heri senyum.


“Iya,gua yakin.”


Heri sembari mengecup kening Regina,Regina hanya diam enggak lama Heri melihat ke arah Regina menanggis.


“Loh? Lu kenapa nangis Re.”


“Lu sayana gua enggak Her?”


“Iya sayanglah karena sayang,gua relain lu sama Sam kan,kadang melihat lu bahagia lebih baik daripada lu tertekan sama mama gua,Re jadi gua harap jangan pernah air mata lu jatuh sedikitpun,boleh jatuh tapi bahagia ya jangan kesedihan janji sama gua.”


“Iya makasih ya Heri.”


Heri mengantar Regina pulang,sampai dirumah Regina akhirnya,Heri hanya diam melihat ke arah Regina.


“Bye Her,hati-hati.”


“Iya gua jalan ya.”


Heri hanya diam,Regina masuk ke dalam. Enggak lama bos pulang,setelah melihat mobil Heri yang berpapasan dengan bos.


“Regina!”


“Iya sayang,ada apa?”


Regina sontak bergegas pergi ke bawah mengunakan baju untuk mau mandi,bos menghadap belakang.


“Duh sayang,bajunya tolong dong.”


“Enggak ada sih,yaudah deh kalau gitu mandi dulu.”


Regina balik pergi ke kamar mandi,bos hanya menghela nafas melihat tingkah polos Regina,selesai itu bos minum kopi diruang tamu.


“Sayang.”


Bos sontak kaget menghirup wanginya aroma dari Regina,yang membuat diirnya tidak bisa menahan diri.


“Kamu pakai apa?”


“Hmm,enggak pakai apa-apa cuman pakai sabun mandi,ada apa sayang?”


“Eh? Kok bisa wangi gitu.”


“Udah ah ayo makan,aku udah siapin kamu makanan,tinggal kamu makan sayang.”


Bos yang di tarik tanganya oleh Regina hanya menurut kepada Regina,enggak lama Regina mengambil lauk untuk bos.


“Re.”


“Iya sayang.”


“Kamu hari ini pergi sama Heri.”


“Iya.”

__ADS_1


Bos sontak membelokan matanya dan menepuk meja sembari itu Regina,mencoba menenangkan bos tahan bos,dengan sekuat tenaganya.


“Kamu dengar aku dulu bisa enggak,SAM?!”


Bos yang mendengar itu sontak diam tidak bisa berkata apa-apa,sembari melonggarkan dasinya.


“Aku terpaksa ketemu dia,karen mama selalu tanya dimana Heri,kalau kamu jadi aku harus gimana?”


“Jujur ke mama kamu! Apa kamu juga senang punya kesempatan ketemu sama Heri?”


“Kok kamu bicara gitu.”


“Emang ya semua cewe itu sama aj-”


Regina sontak menampar bos dan bos hanya diam,sedangkan Regina pergi tidak  makan,dikarenakan sifat bos.


Bos mengetuk pintu kamar Regina,Regina membanting barang-barang dan menjerit karena dirinya kena serpihan kaca.


“Re,kamu kenapa!”


Regina tidak mau menjawab,setelah itu bos sontak mendobrak pintu dengan kencang,saat Regina ingin loncat dari jendela di tangkap oleh bos,di bawa ke kamar bos.


“Kamu itu kenapa sih? Kalau marah itu selesain bukan lari.”


Regina menampar bos untuk kedua kalinya,sedangkan bos hanya menahan kedua tangan bos melihat ke arah Regina yang menanggis,mengeluarkan air mata yang sontak mendekap bos dengan erat.


“Aku benci sama kamu! Karena kamu enggak percaya sama aku.”


“Bukan gitu sayang,aku cuman mau dengar dari penjelasan kamu.”


“Kalau kamu enggak percaya,kenapa kamu harus nanya.”


Bos melihat ke arah Regina mendekap dua pundak Regina dengan pelan,setelah itu Regina menangis dengan terisak-isak.


“Maaf ya sayang,aku mau tau ada apa? Kenapa kamu sama dia.”


“Iya orangtua aku nanya kenapa aku enggak sama dia.”


“Terus.”


“Akhirnya aku di bikin pertemuan sama dia,aku sendiri juga enggak tau tiba-tiba ada dia,aku juga bingung sekaligus kaget harus bilang apa?”


Bos menghelus kepala Regina dan mencoba menenangkan Regina,enggak lama bos diam melihat ke arah Regina.


“Iyaudah kalau emang susah untuk di jelaskan,enggak usah di jelaskan sayang pft,aku mau mandi dulu terus tidur.”


Regina mendekap bos dari belakang,sembari air matanya membasahi baju bos yang di kenakanya.


“Udah enggak apa-apa,aku enggak marah aku cuman butuh waktu,hari ini kamu tidur di sini,aku tidur di ruang tamu.”


Bos melepas dekapan Regina,enggak lama bos hanya diam,sembari diam melihat ke arah Regina.


“Jangan tinggalin aku sayang!”


Regina menahan tangan bos tetapi bos tidak mau,menyakiti Regina lagi sampai akhirnya bos terpaksa pergi dan mengunci dirinya agar tidak bertemu dengan Regina.


“Sayang! Aku mau bicara sama kamu,itu enggak seperti yang kamu pikirkan.”

__ADS_1


Bos berharap kalau dirinya salah selama ini,mungkin dirinya salah sudah merebut pasangan orang yang sudah memiliki oranglain,berarti dirinya harus lebih luas lagi lingkupnya.


__ADS_2