Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
103.Sayang kalian


__ADS_3

"Akhirnya kenyang juga perut aku."


"Kamu makanya banyak sih,itu bayi di perut kamu gapapa?"


Regina tersenyum sembari menghelus perutnya yang ada anaknya,Sam yang melihat itu merasa gemas dengan keduanya.


"Kenapa sih kalian gemes banget,kadang susah banget ngatur rasa geemes ini di antara kalian."


Regina pegang perutnya,sembari mencoba komunikasi dengan anaknya,sembari menghelus perutnya sendiri dengan tersenyum.


"Nak liat deh kelakuan papa kamu,suka gak jelas yah dia,ini dia yang kadang alasan mama sayang sama papa kamu nak,walau dia gak jelas dia selalu sabar sama mama serta kamu juga sayang,jadi anak yang baik ya biar mama dan papa bangga sama kamu."


Sam yang mendengar itu sontak mengecup Regina,serta mengeleng kepala sembari menghelus perut milik Regina,ga lama balik ke Heri dan juga Ella.


"Hm,mau kemana lagi El?"


"Gua malas pulang,enakan kemana ya?"


"Terserah lu aja sih,lu mau kemana?"


"Loh? kenapa terserah gua?"


Heri hanya terkekeh melihat tingkah Ella yang kebingungan gitu,gak lama Heri menghelus kepala Ella.Ella terdiam saat Heri melakukan demikian.


"Eh?"


"Kenapa? maaf lu gak suka ya,gua minta maaf ya."


"Gak,gua senang lu lakuin itu ke gua,lebih sering lagi ya biar gua berasa di sayang sama lu."


"Iya pasti kok tenang aja,gua emang sayang kok sama lu."


Ella terdiam dan keasikan sendiri,tanpa mendengar perkataan Heri,gak lama sampai dirumah Ella.Ella terlihat kesal dengan berada di rumahnya.


"Ella,udah sampai."


"Hmm,udah tau kok,tapi gua malah malas masuk,kenapa gitu ya?"


"Loh? kenapa gitu,jangan malas dong,emang lu mau kedua orangtua lu cemas sama lu? gamau kan?"


Ella terdiam serta terkekeh dengan perkataan Heri yang terdengar tua,kadang menenagkan hatinya,sontak Ella mendekap Heri dengan erat.


"Makasih ya Heri,lu selalu baik dan sayang sama gua."

__ADS_1


"Gua juga sayang kok sama lu,gua harap lu bisa buka hati lu untuk gua Ella."


"Semoga ya,doain aja gua lebih harap lu sama orang yang lebih baik dari gua,lu tau kan kalau gua itu wanita jahat,kalau lu sama gua,lu hanya buang-buang waktu lu untuk perempuan gak jelas kayak gua."


Heri terkekeh sembari pegang dagunya Ella,Ella terdiam tidak bisa berkata apa-apa,Heri mengecup Ella tanpa meminta izin kepada Ella.


"Malam Ella,sampai jumpa besok ya."


"Hmm,ok."


Ella keluar dari mobil Heri,gak lama Heri tersenyum kepada Ella sembari melambai kepada Ella.Ella merasa bahagia bisa dekat dengan Heri,saat masuk ke dalam rumah.


"Ella! mama mau bicara!"


Ella melihat ke arah mamanya dengan tatapan yang penuh rasa malas seolah,tidak mood dengan mamanya sendiri,Ella menghampiri mamanya.


"Sayang,kamu kemana aja? kenapa jam segini baru pulang? kamu gak mikirin perasaan mama ya sayang."


"Hmm,aku pergi sama Heri,kan mama tau untuk apa juga aku kasih tau."


"Sayang,kamu kenapa sih? mama ada salah apa sama kamu,kenapa kamu kayak benci banget sama mama."


"Ma,aku gak pernah benci mama,tapi mama yang selalu buat aku benci sama mama."


"Ma,papa udah bilang kalau ada masalah baru kita maju,kenapa mama maju duluan kan jadinya mama yang sakit hati."


Mama terdiam tidak berkata apa-apa,gak lama akhirnya mereka diam aja dan setelah diam kebesokan paginya di rumah Sam serta Regina.


"Pagi ibu,pak."


Regina hanya diam tidak menjawab perkataan bibik,bibik bingung apa dirinya melakukan kesalahan sehingga Regina,tidak menjawab perkataanya.


"Bik,pergi aja ke dapur,biarin aja makananya di sini ya."


"Baik pak,ibu permisi."


Regina makan serta gak lama minum,Sam terus melihat ke arah Regina.Regina sadar sontak melihat ke arah Sam,dengan bingung.


"Kenapa sayang?"


"Kamu masih marah sama bibik? niat dia baik loh,kenapa kamu masih marah sama dia?"


"Aku gak marah,cuman lagi asik aja sama anak aku dalam perut,aku lagi berkomunikasi sama dia lewat makan."

__ADS_1


"Masa? yaudah kalau gitu tapi aku harap kamu jangan lama-lama marah sama bibik,bibik udah aku anggap kayak mama aku sendiri dan kamu juga,harus tau dia  yang besarin aku."


Regina hanya diam,sembari menganggukan kepalanya,selesai makan Regina ke dapur melihat bibik yang lagi sedih,akan sikap Regina.


"Bik."


"Iya ibu,ada apa?"


"Saya minta maaf ya,kemarin saya kesal sama bibik,gara-gara bibik gak izinin saya pergi jalan dan juga Sam sibuk kerja,maaf ya bik saya tau maksud bibik baik,tapi ini bawaan anak saya yang ada di perut,dia mau jalan-jalan aja,jadi saya gak bisa ngebantah kemauan anak saya bik."


"Iya ibu,bibik ngerti maafin bibik ya harusnya bibik lebih paham ibu mau apa."


Regina tersenyum,sembari mendekap bibik dengan erat,Sam yang melihat itu ikut bahagia,gak lama Sam pergi ke kantor sembari mengecup kening Regina.


"Sayang,aku pergi ya kamu jaga diri baik-baik ya,kalau ada apa-apa kabarin aku,aku akan langsung pulang."


"Iya sayang,bye."


Regina mengantar suaminya sampai depan rumah dan masuk ke dalam mobil,setelah melakukan semuanya demikian,akhirnya Regina masuk ke dalam rumah.


"Ibu,mau saya buatin apa?"


"Enggak usah bik,aku mau istirahat aja makasih bik,bibik istirahat aja aku gamau bibik capek."


Bibik hanya senyum,gak lama Regina masuk ke dalam kamar,handphone Regina berdering dari kedua orangtuanya,sembari itu Regina tersenyum mengangkat telepon tersebut.


"Halo ma,apa ada apa?"


"Regina,gimana kabar bayi kamu,sekarang udah masuk 5 bulan ya?"


"Iya ma,mama tau aja."


Regina terdiam dan banyak bercerita dengan kedua orangtuanya,entah kenapa perasaan seperti ini seperti rasa anak kecil,setelah selesaai telepon akhirnya Regina berisitrahat.


Enggak lama handphone Regina berdering kembali dari suaminya Sam,sembari itu Regina mengangkat teleponya,setelah itu Regina tersenyum.


"Sayang,ada apa?"


"Enggak,kangen aja sama istri aku yang cantik,kamu lagi apa? udah makan siang belum?"


"Belum,nanti aja aku lagi istirahat capek dan tadi juga aku habis telepon sama orangtua aku."


Sam yang mendengar itu hanya diam,gak lama balik ke Heri dengan Ella.setelah itu Ella terus menunggu kabar dari Heri,gak lama Heri datang tapi di cegat oleh kedua pengawal rumah Ella.

__ADS_1


__ADS_2