
“Maafin aku ya sayang,kamu lebih tersiksa daripada aku.”Sam menanggis mengucapkan kalimat itu.
“Tersiksa di awal bahagia di akhir.”Regina menanggis penuh bahagia,karena dirinya sudah menang dari Ella.
Sam dan Regina di dalam kamar Regina,hanya dia dan duduk terpisah,Regina melihat ke arah Sam.
“Sam sini duduk,di sebelah aku.”
Sam menurut kepada Regina,setelah duduk di sebelah Regina,Regina melihat ke arah Sam.
“Kenapa sayang?”
Regina menunjuk ke arah pangkuanya untuk sam tidur,di pangkuanya sembari itu Sam tidur.
“Udah jangan banyak pikir Sam,kamu tenang aja aku enggak bakal biarin Ella ngerebut kamu,bahkan kalau aku emang akan di lenyapkan oleh Ella di dunia berikutnya aku akan milih kamu sayang.”
“Kenapa? Re? Kenapa aku?”
“Karena aku sayang kamu,walau kamu sempat jahat sama aku.”
Regina menjentik dahi Sam,memerah setelah di jentik akhirnya Regina mengecup dahi Sam,agar cepat sembuh.
“Kulit kamu sensitif ya,padahal pelan loh gimana kalau aku kencang?”
“Bocor udah,enggak ada dahi.”
“Dih! Apaan sih kamu berlebihan banget.”
Sam mendekap Regina dengan erat,Regina mengecup pipi Sam begitu juga dengan kepala Sam.
“Aku sayang kamu Sam,banget rasa sayang aku enggak bisa di tukar apapun.”
“Regina.”
Sam mengecup Regina,kebesokan harinya mereka berdua di meja makan untuk makan.
“Ini siapa yang masak Re?”
“Bibi,maaf ya aku telat bangun.”
“Iya aku tau kamu pasti capek masak banyak-banyak.”
“Hari ini kamu ke kantor Sam?”
Sam menganggukan kepalanya,Regina hanya diam terlihat kecewa saat Sam berkata,demikian.
__ADS_1
“Kamu mau ikut? Ke kantor?”
“Hah? Emang boleh Sam.”
“Boleh sayang,kenapa enggak boleh.”
Regina selesai sarapan bersama Sam,sampai di kantor Regina membeli minuman dan juga makanan penutup takut Sam lapar.
“Udah selesai sayang?”
“Udah Sam.”
Sam dan Regina sontak naik ke atas ruangan mereka,sampai di lantai ruangan mereka ada Ella yang berdiri bagaikan pantung pajangan ynag,menghalangi mereka.
“Ngapain sih Sam? Kamu masih sama dia,Regina maaf ya ini calon suami gua! Gua udah relain lu sama Heri? Apa itu kurang buat lu! Jadi cewe jangan banyak maunnya dong!”
Saat Ella ingin mendaratkan tanganya di pipi Regina,sudah lebih di tangkap dulu oleh Regina,Ella merasa kesal dengan Ella.
“Lu emang pernah ambil Heri dari gua! Gua juga tau Heri mantan lu! Tapi gua enggak akan biarin lu ambil Sam dari gua! Mau dia suami lu kek,calon suami lu. Gua enggak perduli apa yang udah jadi milik gua! Yah milik gua jadi tolong jangan ngerasa semua harus berpihak ke lu!”
Regina menarik tangan Sam,Sam hanya tersenyum mendengar perkataan Regina,sampai di ruangan Sam.
“Enggak habis pikir ya sama cewe kayak Ella! Semuanya aja mau,lagian sejak kapan sih kamu kenal dia? Dan kenapa dia bisa bilang kamu calon suami dia! Dasar orang gila,kayaknya dia patas di rumah aja enggak sih,enggak cocok berkeliaran ewh!”
“Makasih sayang,kamu udah bilang kayak gitu ke dia,aku senang banget dan aku harap,aku bisa seberani kamu tapi kayaknya susah aku itu bukan apa-apa di banding kamu sayang.”
“Kamu bicara apa sih! Jelas-jelas kamu lebih hebat,tapi kenapa kamu bicara kayak gitu? Kamu sengaja ya biar aku marah sama kamu? Emangnya bikin orang marah itu enak ya Sam?”
“Bukan enak sih lebih ke arah apa ya,menantang aja kadang yang aku suka dari kamu itu adalah sifat berani kamu,kamu bisa begitu ke orang yang enggak kamu suka,kalau aku enggak bisa kadang aku pengen punya sikap itu.”
Regina melepas pelukanya setelah itu mengajak Sam duduk,di sofa ruangan kerjanya.
“Kamu belum jawab,kenapa dia ajak ka-”
“Oke-oke aku jawab,aku sama dia emang dari awal di suruh nikah,papa dan mama aku juga udah siapin,terus dia enggak mau karena dia suka sama Heri,jadi ditunda sampai dia sama Heri udah enggak jadi pasangan,sekarang begitu dia ada kesempatan papa dan mama suruh dia hubungin aku.”
“Kok! Dia enggak tau malu sih! Dia enggak ada kaca apa? Apa perlu di beliin kaca biar sadar!”
“Haha kayaknya enggak sadar,kalau wanita aku lebih cantik walau dia emosi nya suka meledak,tapi aku tetap sayang dia Regina.”
Disaat Sam ingin mengecup Regina,Regina mendorong Sam dan merasa Sam itu enggak bisa menolak Ella.
“Kamu kenapa? Marah sama aku Re?”
“Hmph iya,aku marah sama kamu,jangan dekat aku lagi. Enggak suka sama cowo yang enggak bisa nolak cewe.”
__ADS_1
“Yah,bukan gitu sayang kalau bisa dua kenapa harus satu.”
Regina yang mendengar itu merasa kesal sontak meninggalkan Sam,Sam mengejar Regina dan mendekap Regina dari belakang.
“Bercanda sayang,kalau di dunia ini cuman ada kamu,aku akan selalu pilih kamu dan setia sama kamu,walau kamu enggak suka sama aku?”
“Kenapa Sam,kamu kan ganteng kenapa? Kamu berpikir begitu demi nyenangin hati aku doang ya?”
“Enggaklah sayang aku benaran,kalau udah ada kamu yang ngerti kenapa harus ada oranglain lagi,benar enggak?”
“Kenapa?”
Sam tersenyum sembari mengambil kedua tangan Regina,yang merasa dirinya sedang tidak percaya diri.
“Kamu tau enggak,kalau aku enggak mau sama kamu,di luar sanah masih banyak yang lebih baik dari aku,tapi aku enggak mau mereka mengambil apa yang udah jadi milik aku.”
Regina yang mendengar itu sontak bahagia,merasa dirinya dan juga Sam,ada harapan walau tidak tau kedepanya.
Brak!
Mereka menoleh ke arah bunyi pintu,enggak nyangka itu Heri sontak menyerang Sam.
“Heri,lu kenapa sih? Lu mau apain Sam?”
“Lu tau enggak! Dia sekongkol sama Ella,untuk merusak hubungan kita.”
“Gua udah tau Her.”
Heri yang mendengar itu diam tertegun sembari melihat ke arah Regina,pegang kedua pundak Regina.
“Maksud lu apa Re? Gua enggak ngerti dan tolong jelasin ke gua! Sekarang!”
“Her! Jangan kasar sama Regina bisa enggak sih! Kalau lu kesal dan benci ke gua aja jangan Regina.”
“Berhenti! Gua akan jelasin semuanya tapi gua minta kalian semua duduk,diam dan jangan ada yang bicara sampai gua selesai bicara,paham!”
Semua menurut kepada Regina,setelah duduk akhirnya Regina menghela nafas dan saling melihat ke arah mereka semua.
“Awal mula baliknya Ella dalam hubungan kita,ketika kita dulu nikah kontrak gua udah tau kalau dia hubungan Sam,beberapa kali dia tinggalin handphone dia di rumah kita selalu ada nama Sam.”
“Terus.”lanjut Heri.
“Gua udah di tolak di perusahaan yang gua lamar,enggak lama kebesokanya saat Ella pulang perusahaan itu panggil gua dan bilang gua keterima,saat gua tau bos itu namanya Sam awalnya gua cari tau,apa dia ada hubungan sama Ella beberap kali,gua dengar Sam bicara sama Ella dan gua tau kalau mereka ngejalanin permainan sampah ini,sampai gua suka beneran sama Sam.”
Sam yang mendengar itu hanya diam menundukan kepalanya kebawah,sedangkan Heri merasa kesal dengan Sam spontak menghajar Sam.
__ADS_1