
“Re,kamu sadar enggak sih sama sikap kamu ini,bahaya dan buat aku enggak kuat untuk nahan.”
“Hah? Yang suruh kamu nahan siapa?”
“Enggak perlu di tahan sayang,luapin aja aku senang kalau kamu bisa luapin semuanya sama aku.”
Sam terdiam dan sontak mengecup Regina,Regina juga membalas kecupan tersebut.
.
.
“Pagi sayang.”
“Pagi.”
“Aku buatin kamu sarapan dulu ya Sam.”
Sam hanya menganggukan kepalanya dan merasa ini semua adalah mimpi,setelah ia sudah berlaku jahat kepada Regina bukan kejahatan yang ia dapat malah hatinya.
“Hmm masak apa ya buat Sam.”
“Ibu mau bibik bantu?”
“Enggak usah bik,aku bisa sendiri,makasih ya bik.”
Bibik hanya tersenyum merasa kalau bapak,dapat istri yang baik seperti Regina,enggak lama tercium wangi gulai ayam kesukaan Sam yang tidak di ketahui oleh Regina.
Sam mendekap Regina dari belakang,Regina melihat ke arah Sam,setelah itu Regina meniup makanan di sendok.
“Coba sayang,kurang apa?”
Sam mencoba makanan yang ada di sendok tangan Regina,dengan di suapin oleh Regina,Regina tersenyum.
“Enggak ada kurang,emang mau kurang apa?”
Regina mengecup Sam,Sam diam dan tidak bisa berkata apa-apa,Regina tersenyum semeringai.
“Kurang kecupan pagi sayang,kenapa kamu enggak kasih aku itu,malah coba makanan emang aku pembantu kamu.”
“E-eh maaf ya sayang,enggak maksud gitu.”
Handphone Sam berdering lagi dari Ella,Sam hanya menghela nafas enggak lama Regina merebut handphone Sam dan mematikan handphone Sam.
“Mulai sekarang,kamu jangan pernah angkat telepon dia lagi,kalau dia cuman buat masalah tinggalin aja dan hei ingat kamu ada aku,aku enggak akan ngelepasin kamu.”
“Aku tau,makasih ya dan maaf aku cuman bisa berlindung di kamu tanpa harus melawan.”
“Terus,kamu merasa itu salah.”
“Enggak.”
__ADS_1
“Iyaudah,seengaknya kamu udah lakuin apa yang udah kamu lakuin,aku bangga dengan semua itu sayang.”
Selesai berbicara Sam pergi ke arah meja makan,enggak lama bibik duduk di sebelah Sam dan Sam kaget.
“Astaga bibik! Bikin kaget aja,bibik dari kapan di sini?”
“Udah dari tadi,dari bapak pelukan sama ibu sampai ibu ngecup bapak,semua bibik liat.”
Sam merasa malu dan menutup mukanya dengan kedua tangan besar nan kekarnya,enggak lama Regina selesai masak.
“Udah jadi makananya,ayo sarapan..loh Sam kenapa diam,Sam kamu kenapa sayang? Ada yang salah ya apa gimana?”
“E-enggak.”
“Terus kenapa?”
Bibik tersenyum licik,serta meninggalkan mereka berdua,setelah itu Regina duduk di sebelah Sam dan merangkul Sam.
“Sayang,kamu kenapa?”
Sam yang mendengar suara lembut dan manja Regina,membuatnya terhenti sembari melihat ke arah Regina yang menampung air mata,di matanya.
“E-eh kenapa kamu nangis?”
“Abis kamu kayak ada sesuatu apa? Aku bantu sini sayang.”
“Eh,aku enggak ada apa-apa kok emang aku kenapa?”
Regina merasa kalau Sam,sedang berbohong kepadanya enggak lama handphone Regina berdering dari adik-adiknya,sembari mengusap air mata.
Sam merasa Regina wanita yang cepat berubah,enggak lama Regina merapikan rambutnya sembari pegang tangan Sam dan mencium pungung tangan Sam,Sam sontak kaget melihat Regina sembari makan.
“Ok,sampai jumpa nanti ya adik kakak.”
Selesai teleponan Sam sudah selesai makan dan merasa kenyang dengan satu tangan yang di pegang oleh Regina,tanpa sadar ada nasi di dekat tepi pipi Sam,di ambil Regina dengan bibir lembutnya.
“Kamu n-ngapain Re.”
“Hmm,ambil nasi di dekat tepi pipi kamu,kenapa? Enggak boleh,ada larangan.”
“Hah,kenapa enggak bilang aja kan aku bisa lap sendiri.”
Regina tersenyum sembari mengelus kepala Sam,Sam benar-benar di perlakukan baik tapi dirinya merasa ada yang Regina sembunyiin,pegang kedua tangan Regina dengan kasar.
“Re,sebenarnya ada apa sih! Kamu baik sama aku,kamu manjain aku dan kamu ngelakuin semua yang melanggar peraturan ada apa sama kamu.”
Regina menundukan kepalanya dan Sam merasa dirinya sudah berlebihan dan kasar kepada Regina.
“R-re aku minta maaf.”
“Kenapa sih kalau aku melanggar peraturan,aneh ya kalau aku keluarin sisi aku sendiri,selama ini kan aku emang ngeluarin bukan sisi aku biar kamu enggak ilfil sama aku,aku udah suka sama kamu dai awal kita memulai permainan ini,tanpa sadar ternyata cuman aku aja yang cinta kamu,kamu enggak.”
__ADS_1
Regina menanggis dengan tersenyum,Sam yang melihat itu ingin menyeka air mata Regina,di tepis oleh Regina dan pergi dari hadapan Sam.
“Argh Sam! Bikin kesalahan lagi dan lagi.”
Sam mencoba untuk mengetuk pintu kamar Regina,tidak ada jawaban sama sekali,sampai akhirnya Sam masuk melihat Regina tergeletak di atas kasur.
Sam mendekap Regina dari belakang,sembari mengecup kepala Regina,Regina terus menanggis dan Sam merasa sakit yang di rasakan oleh Regina.
“Maafin aku sayang,aku enggak bermaksud gitu,aku cuman takut kebaikan kamu sementara dan kamu tinggalin aku.”
“Kalau gitu,kamu lenyapin aku aja biar aku enggak ada di depan mata kamu.”
Sam mengambil tangan Regina dan Regina bingung ada apa,enggak lama Sam menghela nafas dan mereka duduk sembari berhadapan.
“Kamu boleh tampar aku,sekencang-kencangnya asal kamu jangan benci aku,Re.”
Regina yang mendengar itu tiba-tiba air matanya terhentikan dan juga isakan nya terdiam.
“Hah? Biar apa?”
“Biar kamu merasa puas dan enggak benci sama aku,aku enggak apa-apa di pukul,tapi jangan di benci ya sayang.”
“E-enggak! Aku enggak mau tampar kamu!”
Sam terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa,menundukan kepalanya ke bawah,Regina mendekap Sam.
“Sayang,jangan takut ya aku ada di dekat kamu kok,kamu jangan mikir enggak-enggak aku enggak akan tinggalin kamu,andai aku lahir kembali aku akan selalu cari kamu sayang.”
“Hah? Kenapa?”
“Karena aku sadar yang aku cari itu bukan uang,tapi kamu karena punya kamu udah kayak rumah yang berharga untuk aku sayang.”
Sam yang mendengar itu hanya diam dan mendekap Regina dengan erat,enggak lama Sam melihat ke arah Regina mengecup Regina.
“Aku sayang sama kamu,Re.”
“Iya sayang kamu juga sayang.”
Selesai itu mereka sontak diam-diaman dan bingung harus berbuat apalagi,enggak lama Regina melihat ke arah Sam sembari pegang kedua wajah Sam.
“Sayang,kamu masih sedih?”
“Enggak,kenapa emang?”
“Bagus deh aku ikut senang,kalau kamu enggak sedih sayang.”
Enggak lama ada yang mengetuk pintu kamar Sam dan juga Regina,Sam sontak pergi ke arah pintu dan membuka pintu.
“Iya,ada apa?”
“Maaf pak ganggu waktu bapak.”
__ADS_1
“Iya,ada apa?”
Sam menutup pintu sebentar dan jalan ke arah Regina,sembari mengecup pucuk kepala Regina.