
"Bos mau kemana?"
"Saya ada urusan sama istri saya, emangnya ada apa?"
"Kan bos sebentar lagi ada meeting, terus meetingnya gimana dong kalau nggak ada bos."
"Kalau begitu nanti saya meeting lewat aplikasi aja, Nanti kalian kasih tahu saya jam berapa, karena saya masih sibuk dan ada urusan juga dan urusan dadakan."
"Baiklah bos kalau seperti itu hati-hati ya bos di jalan."
Anak buahnya merasa senang ketika, mendapat bos yang sebaik ini karena tidak ada sifat proses sebaik bo sam.
Sampai di rumah tidak ada tanda-tanda dari istrinya, membuat bos bingung ke mana istrinya berada.
"Ke mana lagi itu wanita pasti hilang gara-gara marah sama aku, maafin aku ya sayang kalau tiba-tiba aku suka marah sama kamu padahal aku nggak berniat seperti itu sebenarnya, cuman kadang-kadang kamu itu suka rese jadinya aku nggak bawa emosi gara-gara sifat rese kamu itu."
Regina menghampiri bos dan bos kaget dengan pakaian yang dipakai oleh Regina.
"Kamu pakai baju apa coba kayak gitu ganti-ganti, Aku nggak mau kalau pakai baju kayak gitu, malah tipis banget lagi itu baju apaan sih."
"Kamu norak banget sih ini namanya fashion masa kamu nggak tau fashion."
"Nggak ada fashion kayak gitu, baju tipis banget udah kayak kain lap nggak mau ah ganti-ganti."
Regina hanya tertawa mendengar perkataan suaminya itu, sampai akhirnya suaminya hanya menggeleng kepala dari Regina pergi untuk ganti baju.
"Udah tuh udah aku ganti."
"Nah baju kayak gini kan lebih layak daripada baju yang tadi, baju apaan coba itu gimana sih yang buat bajunya aneh banget bisa-bisanya baju kayak begitu laku."
"Iya kan namanya baju fashion ya kayak gitu."
"Jangan pernah pakai baju kayak gitu lagi aku nggak suka, kalau emang pengen baju yang kayak gitu minimal aku yang pilih jangan kamu milih."
Regina hanya tersenyum mendengar perkataan bos dan setelah itu Regina berkata lagi.
"Kenapa kok kamu jam segini udah pulang kamu kangen sama aku ya."
"Ya Aku kangen sama kamu emang kenapa, nggak boleh aku kangen sama kamu dan aku harusnya gimana kalau aku kangen sama kamu."
__ADS_1
"Kalau kangen kenapa marah-marah tadi nggak jelas banget aku aja bingung kamu aku salah apa sama kamu."
"Kamu nggak salah, cuman aku lagi emosi aja jadi terkesannya kamu kayak salah maaf ya."
"Emangnya kamu Ada masalah apa? Ceritanya sama aku siapa tahu aku bisa bantu kamu kan daripada kamu mendem semuanya sendirian, kan kamu punya aku jadi kamu nggak usah ngerasa kalau diri kamu nggak punya siapa-siapa deh."
Bos pegang kedua tangan Regina dan melihat ke arah Regina sembari mengelus kepala Regina.
"Aku bukan kamu kasih tahu masalah aku apa, hanya aku nggak mau kamu ikut campur dan masuk ke dalam masalah aku dan aku maunya kamu itu anteng-anteng aja dan gak masalah apa-apa."
"Mana bisa Kalau calon suami aku punya masalah Masa aku diam aja, sama aja aku nggak sayang kamu dong dan aku menikah dengan kamu hanya ingin harta kamu dan bukan diri kamu."
"Jadi kamu mau ikut campur dalam masalah aku nih? Emangnya nggak apa-apa Emang kamu nggak takut gitu kalau misalkan dia apa-apa nanti."
"Kalau misalnya ada apa-apa kan, ada kamu jadi aku nggak perlu takut buat apa aku takut, kalau semuanya ada kamu pasti semuanya bakal aman kok dan aku percaya sama kamu."
Bosnya mendengar itu hanya diam dan mendekap Regina dengan erat.
"Makasih ya kalau kamu udah selalu percaya sama aku."
"Iya itu gunanya lah sepasang suami istri walaupun aku sebenarnya boleh jadi istri kamu sih."
"Ya bagi aku kamu udah jadi istri aku kok kan kamu nggak mau nikah cepet-cepet karena kata kamu takut sama Heri."
"Berantem dalam masalah pria itu udah biasa tahu, nggak mungkinkah sama pria main Boneka."
"Aku lagi serius sayang, Kenapa sih kadang keseriusan Aku suka kamu bercandain kadang-kadang Aku kesel sama kamu itu, sifat kamu yang kayak suka bercanda itu tolong diubahlah kalau aku lagi serius nggak lucu banget tau seriusan."
"Lagian kamu itu nggak terlalu takut tau gak sih padahal mah kamu, nggak usah takut-takut banget sama dia buat apa juga kan ada aku, lagian aku juga nggak bakal kali ngasih kamu ke dia dengan gampang."
Regina penasaran dengan perkataanmu sampai akhirnya Regina menatap bos dengan dalam dan berkata.
"Emangnya kamu sesayang itu ya sama aku, sampai-sampai kamu takut banget kalau aku seandainya sama Heri."
"Pertanyaan kamu kadang lucu ya Dan aku rasa nggak perlu dijawab juga sih, di mana kamu saya juga udah tahu jawabannya apa Jadi buat apa juga aku jawab."
"Loh Sayang aku kan mau tahu dari kamu, aku nggak mau tahu dari orang lain dan aku cuma maunya tahu dari kamu."
"Ya aku sayang sama kamu, Kalau aku nggak sayang kamu mah ngapain Aku pulang ke rumah kayak orang gila sekarang."
__ADS_1
Regina yang mendengar itu sangat senang dan mendekap bos dengan erat.
"Aku juga sayang kok sama kamu, sangkinng sayanya kadang suka bingung,aku harus berbuat apa biar kamu nggak pernah jauh dari aku."
"Kok kamu bisa sih, sayang sama orang kayak aku, Kan aku orangnya temperamen Kok kamu bisa cinta sama aku?"
"Sebenarnya kamu bukan temperamen, kamu lebih ke cemburu aja cuman kamu nggak mau ngasih tau aku, cemburu dan sebenarnya aku nggak masalah sih Kalau kamu cemburu, karena itu sifat alaminya manusia."
Bos hanya menundukan kepalanya dan merasa malu kepada istrinya sendiri.
"Udah nggak usah malu nggak apa-apa Aku ngerti kok perasaan kayak gimana, lagian kalau kamu sama wanita lain juga pasti aku cemburu nggak mungkin karena aku nggak cemburu."
"Masalahnya aku jarang liat kamu cemburu,makanya mau buat kamu cemburu itu susah banget."
"Buat apa kamu usaha? Buat aku cemburu emangnya ada dapat apa?"
"Nggak dapat apa-apa sih, hanya kayak ada kebahagiaan sendiri aja Kalau kamu cemburu, seraya di sayang aja sama kamu makanya aku pengen buat kamu cemburu."
Regina mengecup bibir bos dan bos terdiam melihat ke arah Regina.
"Udah ya,jangan suka bertindak aneh,kalau kamu aneh-aneh lagi,aku hukum lagi,mau kamu?"
"Hmm aku cuman mencoba jujur aja kok sama kamu,makanya aku gabisa menutupi apa-apa sama kamu."
Perut keduanya bunyi dan akhirnya mereka tersenyum,sembari jalan dan mendekap tangan.
"Makan ayo."
"Ayo."
Sampai di meja makan,akhirnya mereka makan setengah jalan makan.
"Sayang."
"Iya ada apa?"
"Kamu besok ada acara?"
"Enggak tau sayang,emang kenapa?"
__ADS_1
"Enggak,kalau kamu enggak ada acara,pengen ajak kamu jalan."
Bos yang mendengar itu tersenyum semeringai dan tidak bisa berhenti untuk tersenyum.