
“Kamu kenapa Re?” bos bingung dengan sikapnya yang kadang dingin dan hangat,di dalam waktu bersamaan.
“Saya enggak suka,kalau liat bos marah sama saya,saya enggak mau bos marah,saya mau kalau bos kasih tau saya kalau bos marah,belajar lebih terbuka bos sama saya.”
Bos yang mendengar itu hanya diam dan merasa tidak tahan dengan sikap Regina,sembari menghela nafas seerta melepaspan pelukan tersebut.
“Kamu pulang aja,sebelum saya melakukan hal yang lebih berbahaya dari ini.”
Regina yang mendengar itu hanya diam dan malah tetap di situ,sedangkan bos merasa bingung kepada wanita satu ini bukannya takut,malah natangin.
“Kamu benaran enggak takut sama saya Re?”bos mencoba mengingatkan Regina akan dirinya juga pria.
“Enggak,alasan saya takut sama bos apa? Bos kan baik,untuk apa saya takut sama bos? Kalau saya takut sama bos,sama aja dong saya enggak bisa menjaga kepercayaan bos.”
Bos yang mendengar itu merasa aneh kepada wanita yang satu ini,sampai akhirnya bos menyerah langsung membantu Regina untuk keluar dari mobilnya.
“Re,kamu masuk ya ke apartemen kamu dan kamu jangan ganggu saya,paham kan?”
“Enggak mau,saya mau tau bapak kenapa dan alasan bapak marah sama saya apa?”
“Kenapa sih kamu keras kepala banget jadi wanita,heran saya sama kamu.”
Regina hanya tersenyum,sembari mendekap bos,bos yang di dekap oleh Regina semangkin tidak bisa menahan sampai akhirnya. Bos mengecup bibir manis Regina.Regina terdia dan bos sontak pergi dari hadapan Regina.
“Re,sayang kamu kenapa?”Heri langsung menghampiri Regina yang diam,termenung tanpa berkata apa-apa.
“Enggak apa-apa kok sayang,emang aku kenapa?”
“Benaran? Kok kamu pucat? Kamu udah makan belum? Kalau belum makan,ayo makan.”
“Kamu aja ya,aku lagi malas makan. Kamu mau makan apa? Nanti aku masakin.”
Akhirnya Heri menunggu di meja makan,Regina yang di kecup oleh bos,terasa sampai seraya mimpi. Walau Regina tau dirinya sudah memiliki Heri. Mengapa rasanya berbeda.
“Sayang.”
“Hmm,apa sayang?”
“Kamu kenapa melamun aja sih,ada kejadian yang tidak enak ya? Di kantor,kalau ada kasih tau aja,biar aku selesain sayang.”
Regina hanya tersenyum,seolah-olah Heri tidak boleh tau,apa yang terjadi kepada Regina.Heri semankgin penasaran melihat tingkah Regina sepert itu.
“Udah selesai sayang makananya,ayo makan.”Regina mengalihkan topik agar Heri tidak banyak menanyai tentang hari ini.
Heri jalan ke arah meja makan,sembari duduk menaruh bokongnya dan melihat makanan yang enak serta mewah.
“Hmm,gimana makananya enak enggak sayang?”Regina sembari tersenyum kepada Heri,Heri hanya menganggukan kepalanya kepada Regina.
“Baguslah,kalau enak senang aku dengarnya,aku bersih-bersih dulu ya sayang. Bentar.”
__ADS_1
Regina pergi dari hadapan Heri,Heri masih penasaran apa yang di sembunyikan Regina pada dirinya,selesai bersih-bersih Regina menghampiri Heri.
“Sayang,kamu udah selesai makan?”
“Udah sayang,ada apa?”
“Hmm,yaudah kalau gitu biarin aja di situ,nanti aku bisa cuci piring kok.”
“Enggak,usah enggak apa-apa aku bisa kok,tenang aja.”
Regina bingung ada apa dengan Heri,sepertinya Heri penasaran apa yang membuat Regina diam termenung hari ini.
“Sayang,kamu penasaran ada apa sama aku ya?”
“Enggak,emang dari muka aku kayak gitu.”
Regina mengangukan kepalanya,sedangkan Heri terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa memang kenyataan seperti itu. Mau gimana lagi.
“Hm,iya maaf ya Re.”
“Kenapa minta maaf? Emang aku kenapa? Aku enggak marah kok,aku malah senang kalau kamu mau tau.”
Heri sontak melihat ke arah Regina.Regina tersenyum seketika melihat ke arah Heri.
“Iyaudah,kamu kenapa? Mau nanya apa? Aku jawab semua sayang.”
“Oh jadi kalau aku enggak cerita,kamu enggak bakal terbuka sama aku sayang? Kayak gitu maksudnya?”
Heri merasa tidak enak kepada Regina,karena sudah salah bicara kepada Regina,akhirnya Regina yang menjadi marah kepada Heri.Heri hanya bisa diam.
“Udahlah sayang,enggak usah cerita. Tidur aja capek juga aku,kalau aku harus berantam sama aku.”
Heri ingin pergi di tahan oleh Regina. Heri hanya diam tanpa berkata apa-apa,sedangkan Regina juga diam saja tidak berbicara apa-apa.
“Kenapa Re? Aku ngantuk,kamu mau ngapain tahan tangan aku?”
“Aku mau bicara sama kamu,soal hari ini.”
“Kan aku udah bilang,enggak usah sayang kalau emang berat untuk kamu,kan aku enggak maksa kamu.”
Regina melepas tangan Heri dengan lembut,sedangkan Heri hanya diam. Regina merasa menyesal karena tidak memberi tahu Heri tentang kejadian hari ini.
“Maafin aku Heri,aku terlalu pengecut untuk kasih tau kamu,tentang hal ini,maaf ya sayang.”gumam Regina kepada Heri.
.
.
Regina bingung begitu bangun tidak melihat Heri di ruang tamu,biasa Heri sudah ada di ruang tamu,tapi entah kemana Heri hari ini.
__ADS_1
Regina mencoba telepon Heri tetapi tidak dijawab oleh Heri,karena Heri sibuk jadi tidak mau di ganggu oleh Regina.
.
.
“Pagi bos.”
“Maaf kejadian semalam ya Re.”
Semua orang melihat ke arah mereka. Mereka hanay diam,Regina menarik tangan bos. Bos ikut ketarik oleh tangan munggil Regina.
“Bapak cerita apa sih? Heran saya sama bapak?”
“Emang kenapa? Dari perkataan saya ada yang salah,sampai kamu marah sama saya?”
“Enggak pak,saya enggak marah. Cuman yang lain liat kita enggak santai gitu,saya enggak suka penglihatan mereka ke saya pak,maaf ya pak.”
Bos hanya menganggukan kepala,selain sifat Regina yang tertutup bos juga tau kalau Regina baik dan kadang suka menyendiri,memang bawaan sikapnya kayak gitu. Mau gimana lagi.
“Bos.”
“Hmm,apa Re?”
“Bos dengar saya bicarakan.”
“Iya bawel,yaudah ayo.”
“Ayo kemana?”
Bos pergi meninggalkan Regina,Regina sontak lari hampir jatuh,di tangkap oleh bos. Semua melihat mereka di saat Regina ingin buru-buru malah tambah jatuh.
“Duh,kenapa sih ini heels,aneh banget biasa enggak gini.”
“Bukan heels kamu,tapi emang lantainya lagi licin kan habis di pel,kamu gimana sih Re,sensi banget.”
Regina hanya diam dan merasa ada benar kata bosnya,kenapa mendadak dirinya jadi sensi ya,ada apa ya padahal dirinya tidak kenapa-kenapa bulanan juga udah lewat,aneh tapi ada.
.
.
“Re.”
“Iya bos.”
“Ke ruangan saya sekarang.”
Bos menjelaskan presentasi nanti rapat bersama klien,Regina merasa ngantuk entah mengapa hari ini rasanya bos,kesal banget sama Regina sembari menampar meja.
__ADS_1