Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
77.Berat


__ADS_3

“Sam! Heri! Bisa enggak di saat gua bicara,kalian jangan berantam dengar gua sampai selesai.”


Setelah keduanya babak belur masih aja,mau dengar perkataan Regina sontak Regina melanjutkan perkataanya kembali.


“Setelah menjalankan permainan mereka,gua malah hanyut sama permainan mereka,awalnya gua juga mau mempermainkan perasaan Sam,tapi lama kelamaan gua yang enggak bisa lepas sama dia,bodoh ya gua.”


Kedua pria itu mendengar Regina berkata seperti itu,hati mereka merasa sakit begitu juga Heri yang ingin menghabiskan Sam pada saat itu juga.


“Tapi gua sadar,dari cinta emang kita merasa sakit sampai kita ketemu dengan,orang yang buat kita berhenti mencari cinta yang lain dan cinta gua berakhir di Sam,dan maaf Heri enggak ada tempat untuk lu lagi”


Heri yang mendengar itu merasa sepertinya Regina sudah di cuci otaknya oleh Sam dan juga Ella,pegang kedua bahu Regina.


“Re,sadar Re sama apa yang lu bicarain,lu jangan mau kemasuk dalam bicaraan mereka.”


“Apaansih Her! Gua sadar yang bilang gua enggak sadar siapa? Sebenarnya lu bisa menilai gua enggak sih?”


“Hmm kenapa lu bisa kecuci gitu otaknya si Re,jangan mau dia itu orang jahat jangan masuk,ke perengkap mereka.”


“Maaf gua udah masuk.”


Regina menarik tangan Sam,Sam diam melihat ke arah Regina,sembari di dalam mobil di saat Regina ingin berkata kepada Sam,Sam sudah mengecup Regina.


“Makasih ya Re,udah selalu milih gua.”


Regina hanya menganggukan kepala,setelah itu akhirnya mereka pergi makan,sampai di tempat makan.


“Re,mau makan apa?”


“Hmm,apa aja Sam gua gampang makan kok,enggak milih-milih.”


“Emang ya,kadang kesederhanaan lu yang enggak pernah di miliki oranglain,tau enggak sih.”


Regina hanya tersenyum,sembari itu Regina melihat ke arah menu selesai itu,menunggu makanan mereka datang.


“Akhirnya datang juga udah lapar gua.”


“Hmm yaudah sih Re,enggak bakal ada yang ngambil juga makananya.”


Regina tersenyum saat mendengar perkataan Sam,seketika Regina berpikir mengapa Heri ingin,Regina membuka matanya padahal Regina dalam keadaan sadar dekat sama Sam.


“Re,kamu kenapa?”


“Enggak,masih kepikiran aja sama kata Heri,kenapa dia mau aku sadar ya? Aneh enggak sih?”


“Enggaklah,mungkin dia benaran sayang sama kamu dan mau memulai dari awal sama kamu,kamu mau enggak sama dia.”


Regina memicingkan matanya kepada Sam,Sam hanya tertawa enggak lama Ella telepon Sam kembali.


“Siapa?”


“Ella.”

__ADS_1


Regina merebut handphone Sam dan menjawab dengan pengeras suara,Ella mulai marah-marah kepada Sam.


“Sam! Tinggalin Regina sekarang.”


Sam hanya diam sedangkan Regina tetap makan dengan sikap angun yang ingin,merusaki meja makan yang sedang ia pakai.


“Kalau aku enggak mau?”


“Kamu udah tau konsekuensinya apa,kamu kan tau kalau papa aku ada invest di perusahaan kamu 15% kamu itu bisa aja gak ada apa-apa,ingat!”


“Hmm,yaudah kalau gitu tarik aja aku enggak apa-apa kok,15% gak berharga yang berharga Regina,bip.”


Sam mengakhiri teleponya bersama Ella,selesai makan Regina hanya diam walau senang dalam hati.


“Kamu enggak senang? Aku udah marahin Ella loh.”


“Iya harusnya kamu bisa lebih tegas sama dia,jadi kan dia enggak butuh kesal dan benci dulu sama aku.”


“Iyaudah ya sayang maaf ya.”


Regina hanya diam,sembari Sam mendekap Regina dan menghela nafas,mungkin masalahnya sekarang udah selesai tapi enggak tau nanti.


“Re.”


“Hmm.”


“Kalau panggilan aku udah enggak bos? Kamu masih sayang aku.”


Sam hanya diam,sembari melepas dekapan Regina enggak lama Regina senyum dan mengecup Sam.


“Masihlah,masa karena kamu enggak jadi bos,aku enggak sayang rasa aku ke kamu enggak berubah sayang.”


“Terus,kenapa tadi enggak?”


“Enggak nolak maksudnya,lagian kamu terlalu serius banget sih,kalau aku enggak sayang mana mungkin aku di samping kamu sekarang.”


Sam hanya diam kembali,enggak lama Regina berpikir apa dirinya salah bicara lagi.


“Sayang,aku salah bicara ya? Maaf ya enggak ada maksud.”


“Hmm ya enggak apa-apa,aku ngerti kok yaudah kalau gitu ayo pulang,eh bentar aku bayar dulu ya.”


Regina hanya diam dan akhirnya Regina menemani Sam pergi untuk membayar,selesai bayar mereka naik mobil Sam mengajak Regina ke tempat kesukaanya.


“Ih,ini tempat apa Sam?”


“Hmm tempat kesukaan aku,kenapa sayang suka?”


“Suka,kok kamu bisa tau tempat sebagus ini sih?”


“Mudah aja,aku dari kecil sering ke sini sendirian,dulu di sanah rumah aku,sekarang udah di jual udah jadi apa enggak tau.”

__ADS_1


Regina kadang suka mikir apa yang ia suka dari Sam,walau Sam orang yang sabar kadang dia memiliki emosi yang susah di mengerti oranglain.


“Re,kenapa kok diam aja? Aku salah bicara ya?”


“Enggak kok,aku senang dengar kamu bicara.”


“Hmm masa?”


“Iya,kok kamu jadi meragukan aku sayang.”


Regina ketawa,setelah itu Sam pegang kedua tangan Regina,Regina terdiam saat muka Sam berdekatan denganya.


“Benaran? Awas ya jangan bohong.”


Regina sontak mengecup Sam,Sam bingung ada apa dengan Regina,apa Regina ingin meninggalkanya lagi.


“Re,maaf kamu kenapa sih? Mau tinggalin aku lagi ya?”


“Hah,makasudnya apa?”


“Iya,kamu daritadi manis banget sama aku,aku jadi takut kamu tinggalin aku sayang.”


“Apasih,kok kamu kayak anak kecil banget,aneh deh kamu.”


Sam menjauh dari Regina,Regina sontak ketawa kecil kepada Sam,sembari pegang kedua tangan Sam.


“Jadi di sini,ada yang ragu sama istrinya sendiri.”


“Nikah yuk,biar enggak ragu.”


Regina tertawa lagi kepada Sam,sembari itu handphone Regina berdering dari Heri,sontak Regina mematikan handphonenya.


“Loh? Kenapa enggak kamu jawab sayang?”


“Enggak penting,yang penting kamu oranglain enggak penting.”


Sam terdiam,enggak lama mereka keluar dari mobil masuk ke arah rumah,setelah sampai di kamar masing-masing mereka pisah,Sam tahan Regina.


“Kenapa Re?”


“Kamu tidur di kamar aku aja malam ini.”


Sam yang mendengar itu kaget,seraya tidak nyangka sekaligus bingung ada apa degan Regina.


“Kamu kenapa si Re,salah makan ya udah aku bilang jangan sampai salah makan.”


“Apaansih salah makan darimana,emang dari dulu aku mau tidur berdua sama kamu,emang salah kata kamu,aku istri kamu.”


“Tapi kamu enggak mau nikah sama aku?”


“Mau! Sejak kapan aku enggak mau,kata-kata aku yang dimana yang nolak kamu.”

__ADS_1


Sam terdiam tidak bisa berkata apa-apa,sesaat dirinya mendorong pelan Regina dan mencoba untuk sadar.


__ADS_2