Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
24.Siapa itu Sam


__ADS_3

“Regina,kok tidur sini,Re...bangun Re.”kata Heri yang ada di depan matanya.


Regina nampak tak asing dengan suara itu,sontak bangun dan melihat ke arah suara itu,sambil meyakinkan matanya bahwa itu Heri,saat benar itu Heri.


Regina sontak mendekap Heri dengan erat,Heri hanya diam dan merasa tercekik oleh Regina sangkit kuatnya mendekap Heri.


“Re,enggak bisa nafas,lu mau bunuh gua ya! apa mau sayang sama gua sih,aw sakit! duh beneran sakit Re,gua enggak bercanda aw,kenapa sih? gua ada salah apa sih sama lu,sampai di hukum begini pft.”


“Ih,lu kemana aja sih Her!,gua panik tau,gua kira lu kemana? Gua kira lu tinggalin gua,jahat banget kalau sampai iya lu tinggalin gua,liat aja gua enggak bakal mau sayang lu lagi.”


“Hmm,enggaklah mana mungkin gua tinggalin lu,atas dasar apa gua tinggalin lu? Lagian lu mikirnya jauh banget,gua ada urusan Re,buat perusahaan baru gua,maaf kalau gua rada tertutup karena belum jadi,kalau udah jadi kan pasti lu orang pertama yang gua kasih tau.”


“Terus? Lu kemana? Udah makan belum?”


Heri langsung tersenyum mendengar perkataan Regina,terhadapanya Heri langsung menghelus kepala Regina.


“Gua itu cuman butuh waktu sendiri,maaf kalau gua enggak liat pesan lu ya,gua baru liat setelah pagi tadi.”


“Hmm,enggak apa-apa kok wajar kalau lu mau balas dendam,kan kemarin gua juga begitu ke lu.”


“Enggak,lu jangan salah paham,gua enggak akan balas dendam sama lu kok,cuman emang kemarin lagi butuh waktu sendiri untuk mikir,gua juga ngerasa gua salah enggak seharunya gua ngelarang lu,cari seseorang yang lu suka,maaf ya.”


Regina diam dan langsung menundukan kepalanya,sambil meneteskan air mata sedikit demi sedikit.


“Loh? Lu kenapa nangis? Gua salah bicara lagi ya?”


“Hmm,enggak.”


“Terus kenapa? Kasih tau,jangan nangis aja,kalau lu cuman nangis aja gua jadi bingung,harus berbuat apa sama lu.”


“Maksudnya? Emang lu mau ngapain gua.”


“Gua bingung aja ada ya cowo sebaik lu di bumi ini,gua kira udah enggak ada.”


Heri masih tidak mengerti apa maksud Regina,handphone Heri berdering dari mamanya.


“Halo ma.”


“Her,kamu dimana?”


“Kenapa ma?”


“Kemarin mama telepon kenapa enggak di jawab?”


“Emang,ada apa ma?”


“Ella,mau bicara sama kamu.”


Heri hanya menghela nafas dan menyetujui untuk berbicara lewat telepon bersama Ella.


“Heri,kamu lagi apa? Apa kabar sayang?”


“Baik,ada apa?”


“Aku rindu kamu,emang kamu enggak rindu aku.”


“Sayangnya enggak tuh,malah gua udah bebas dari lu dan senang juga,punya istri yang peduli sama gua tanpa harus merendahkan gua.”


“Dia enggak pantes  sama lu Her,dia cuman mau harta lu dia enggak benaran cinta sama lu!”


Heri langsung mengakhiri telepon tersebut,sembari mau pergi bersih-bersih tapi di tahan oleh Regina.


“Her.”

__ADS_1


“Hmm,apa?”


“Emang gua istri yang baik buat lu? Lu enggak bohong kan? Enggak cuman mau bahagiain gua doang.”


“Buat apa?Emang gua bisa soal begitu.”


Heri langsung melepas pelukan Regina dan melihat ke arah Regina,sambil pegang kedua pundak Regina.


“Kenapa sih? Lu jadi cewe cengeng banget?”


“Hmm,cengeng? Cengeng gimana?”


“Iya,kalau enggak ada gua manja banget kayak gini,emang lu takut kalau gua enggak ada di kehidupan lu?”


Regina langsung menganggukan kepalanya,kedepan Heri dan Heri senang sudah menjadi orang penting dalam hidup Regina.


“Lu juga penting kok buat gua.”


“Bohong,buktinya lu enggak pernah cari gua.”


Heri tersenyum kembali,karena perkataan Regina,Heri langsung menghelus kepala Regina.


“Baru di tinggal sehari ngambek,gimana kalau setahun?”


“Tuhkan,ngeselin banget!”


“Iya bercanda.”


Heri langsung pergi mandi,sedangkan Regina juga pergi mandi untuk hari ini,Regina tidak mau berkerja karena ingin berduaan dengan Heri.


“Pak,maaf hari ini saya tidak bisa masuk,ada halangan maaf ya pak.”


“Baik.”


“Makasih pak.”


“Masak apa?”


“Ayam kecap kesukaan kamu sama tempe goreng,suka enggak?”


“Suka dong,masa enggak.”


“Iyaudah aku tunggu di sofa sembari nonton ya.”


“Oke.”


Handphone Regina berdering dari Selly adik Regina,Heri langsung mengangkat telepon tersebut.


“Halo Selly.”


“Hai kak Heri,kak Regina mana?”


“Lagi masak,mau kakak panggilin?”


“Enggak usah deh kak,nanti aku telepon lagi makasih ya kak,kak.”


“Iya Sel,ada apa?”


Selly sontak mematikan telepon tersebut,sedangkan Heri penasaran apa yang ingin di sampaikan Selly terhadapanya.


“Ayo makan Her.”


Heri masih melamun tentang Selly,Regina bingung ada apa dengan Heri langsung menghampiri Heri.

__ADS_1


“Her.”


“A-apa.”


Heri sontak kaget melihat Regina di depanya,sambil pegang dadanya untuk jangan terlalu kaget.


“Duh,Re bikin jantung copot aja sih.”


“Kenapa sih?Ada apa?”


“Enggak kok,kamu ada apa panggil aku.”


“Makan,aku sengaja loh hari ini enggak kerja,karena aku mau berduaan sama kamu.”


Heri yang mendengar itu kaget sekaligus senang,serta senyum dalam hati agar tidak ketawan Regina.


“Oh,gitu emang kenapa? Kenapa harus sengaja enggak kerja,biar bisa berduaan sama aku?”


“Iya karena kamu sibuk.”


Tok tok terdengar bunyi pintu dari luar,keduanya bingung ada siapa,Regina mengecek siapa yang datang.


“Astaga!”


Regina langsung berlari ke arah Heri,Heri bingung ad apa,kenapa sampai muka Regina pucat.


“Her,kamu jangan di sini dulu,plis kamu ngumpat dulu ya.”


“Maksud kamu? Apaan sih aku,enggak ngerti.”


“Aku jelasinya nanti ya,kamu ngumpat dulu.”


“Hmm,ok.”


Heri mendengar itu langsung menurut kepada Regina,setelah menurut akhirnya Regina merapikan semua barang-barang Heri,setelah selesai akhirnya buka pintu.


“Halo bos,ada apa?”


“Saya boleh masuk?”


“Maaf bos,rumah saya berantakan banget,ada apa ya bos?”


Bos melihat ke arah sekeliling lingkungan rumah Regina,mungkin karena rumah wanita,jadi Regina malu menunjukan kepada orang yang bukan pacarnya.


“Oh ya,kamu gimana udah selesai urusanya?”


“Udah bos,makasih ya besok saya pasti masuk kerja kok.”


“Baik kalau gitu,ini buat kamu,saya permisi.”


“Baik bos.”


Bosnya pulang,Heri masih di kamar dan terdiam,Regina langsung menghampiri Heri.


“Her maaf ya.”


“Hmm.”


Handphone Regina berdering dari bos Sam,Heri langsung menengok ke arah Regina,Regina hanya diam.


“Re,bos sam siapa?”


“Eh-Eh itu bos aku yang di kantor,kenapa?”

__ADS_1


Heri merasa ada yang aneh dengan Regina,kalau emang sekedar bos kenapa harus terbatah-batah cara bicaranya seperti orang ketakutan,ketawan lagi selingkuh.


Heri hanya menghela nafas dan pegang kepala Regina,Regina bingung kenapa Heri enggak marah lalu malah pergi dari hadapan Regina,untuk lanjut makan.


__ADS_2