
“Sayang!” suara lantang Regina dari arah luar,untuk memanggil Sam yang sedang mengunci dirinya sendiri.
Regina pergi ke arah kamar bos,tetapi bos tidak membuka pintu,sampai akhirnya Regina membuka pintu dan melihat bos tidak ada di kamarnya.
“Sayang..sayang..sayang..kamu kemana sih?”
Regina terus mencari ke arah dimana ada bos,enggka lama bibik lari ke arah Regina.
“Ibu.”
“Bik,bapak mana ya?”
“Sudah pergi dari tadi subuh ibu,katanya tidak mau membangunkan ibu takut ibu,kurang tidur jadi bapak duluan.”
“Oh,terus bapak udah sarapan bik?”
“Sudah tadi bibik buatin sarapan untuk bapak.”
Regina hanya diam enggak lama bibik pergi dari hadapan Regina,Regina enggak nyangka karena kejadian ini mereka harus berantam lagi,sampai-sampai kali ini lebih parah mereka pisah kamar tidak juga,ada omongan penting.
“Ibu enggak makan.”
Regina tersenyum makan,makananya sendiri sembari senyum maksa kepada bibik,mengaduk makananya yang tak kunjung habis.
“Ibu,ada apa? Marahan sama bapak lagi? Kenapa lagi ibu,mau saya bantu ibu.”
“Ah enggak usah bik,ini urusan aku sama bapak makasih ya bik,kalau gitu aku ke kamar ya bye bik.”
“Baik ibu.”
Handphone Regina berdering dari Heri,Regina malas untuk menjawab telepon Heri tapi tetap saja dirinya harus berlayak teman.
“Halo,kenapa Her?”
“Lagi dimana?”
“Lagi dirumah,ada apa?”
“Ketemu ayo.”
Regina sempat mikir,dirinya berantam dengan Sam,karena Heri. Setelah itu Regina sontak menegaskan dari perkataanya.
“Maaf ya Her,gua enggak bisa pergi sama lu,bukan apa? Lu udah ada calon gua juga ada,kemarin itu emang sebuah keharusan gua juga belum bisa bilang ke orangtua gua,kalau gua udah bilang kita enggak perlu pura-pura lagi.’
“Lu dingin banget sih sama gua Re,kayaknya baru kemarin lu lembut sama gua,gua kira lu udah sayang sama gua lagi.”
Regina mematikan telepon tersebut,Heri merasa kesal dengan sikap Sam yang terlalu mengatur Regina dengan apa-apa enggak boleh,enggak lama Regina hanya menghela nafas.
“Apa yang harus gua lakuin ya,biar Sam mau maafin gua?”
Enggak lama Regina ketiduran diruang tamu,Sam yang baru datang sontak melihat ke arah Regina dan mengendong Regina,enggak lama Regina menghirup wangi dari Sam.
“Sayang?” Regina melihat ke arah Sam.
“Maaf,aku mau mandi dulu.”
Regina sontak mendekap Sam dari belakang,sedangkan Sam hanya diam mematung tidak bereaksi apapun.
__ADS_1
“Kamu masih marah sama aku ya Sam?”
“Enggak,aku capek aja jadi mau istirahat terus,kerjaan aku banyak dan harus aku selesain jadi aku enggak ada waktu buat temanin kamu,maaf ya.”
“Kamu bohong kan,keliatan banget kamu menjauh dari aku.”
Sam menghela nafas dan mengeluarkan jari kelingking,sontak Regina bingung ada apa dengan jari kelingking.
“Itu buat apa?”
“Aku janji sama kamu,kalau kerjaan aku udah selesai aku temanin kamu ya sayang.”
“Hmm,ok aku mau temanin kamu kerja boleh? Tapi aku diam aja.”
“Bebas aja.”
Sam pergi mandi sedangkan Regina sudah ada di ruangan Sam,Sam yang masih mengenakan handuk baju sontak melihat ke arah laptop sesekali curi pandang ke Regina.
“Kamu ngapain sih Re? Bukannya ngantuk ya tidur aja sayang,aku enggak bakal ganggu kamu kok.”
“Iya aku tau kok,aku juga enggak bakal nyusahin kamu.cuman mau temanin kamu aja.”
Saat Sam ingin menghelus kepala Regina,Sam menahan tanganya dan mendarat ke laptop,saat itu Regina sadar kalau Sam emang menjaga jarak pada Regina.
Sam yang masih fokus kepada kerjaanya,enggak lama melihat ke arah Regina sontak Sam merasa kasihan kepada Regina yang tidur di meja kerjanya,saat mau gendong Regina membuka matanya.
“Sayang.”Regina dengan suara lembutnya setengah sadar.
“Hmm.”
Sam diam dan membawa Regina,ke kamarnya sampai di kamarnya Regina sontak diam.
“Tunggu sayang.”
“Apa?”
“Kamu belum jawab perkataan aku.”
Saat Sam melihat Regina menginggau Sam,mencoba membangunkan Regina dan Regina terbangun.
“Kamu kenapa sayang?”
“Aku takut banget,di mimpi aku. Kamu diam doang dan enggak bciara apa-apa.”
“Hmm,emang aku kayak apa di mimpi kamu?”
Regina menanggis dan tidak bisa menjawab perkataan Sam,sembari pegang kedua kepalanya merasa pusing,Sam sontak mendekap Regina.
“Udah ya tenang ya,aku enggak bakal tinggalin dan diamin kamu,kamu percaya aku kan?”
“Janji.”
“Janji sayang.”
Akhirnya Sam,mengantar Regina ke kamarnya,Regina terus melihat ke arah Sam yang sedang mengendongnya.
“Udah,tidur ya kita udah sampai kamar kamu,mimpi indah sayang.”
__ADS_1
“Temanin aku,sampai aku tidur.”
Sam hanya senyum dan pegang tangan Regina,Regina coba tidur enggak lama Sam menghelus kepala Regina.
“Kasiha dia,dia pasti tersiksa juga sama sikap gua,maafin gua sayang mungkin gua harus merelakan lu sama Heri lagi,tapi gua enggak mau labil ya gua,enggak jelas kadang maunya apa?”
Regina yang mendengar itu menanggis dan Sam menyeka air mata Regina,dan mengecup kening Regina pergi dari kamar Regina.
.
.
“Sam.”
Regina berlari mencari Sam,enggak lama Sam menjemput Regina dengan pakaian rapi.
“Pagi Regina.”
“Pagi sayang.”
“Mau sarapan? Sarapan ayo habis itu aku mau ajak kamu ke tempat yang mungkin kamu suka.”
Regina bingung mendengar perkataan Sam,hari ini Sam benar-benar romantis dan berbeda dari kemarin.
“Selesai sarapan kamu mandi ya,terus aku tunggu kamu di mobil.”
“Hmm,iya.”
Selesai Regina bersiap-siap Regina,terlihat cantik sayangnya penampilan itu hanya bisa ia liat hari ini,dan tidak akan pernah liat lagi.
“Ayo masuk ke mobil Re.”
“Iya sayang.”
Regina bingung mengapa hari ini Sam tidak memanggilnya sayang sama sekali,apa dirinya salah lagi.
“Sam.”
“Iya Re.”
“Kamu sadar enggak hari ini? Kamu enggak ada panggil aku sayang.”
“Kamu mau di panggil sayang sama aku?”
Regina bingung lagi,sejak kapan segala sesuatu harus minta izin,kayaknya kemarin enggak gitu deh.
“Tunggu deh Sam,kamu kenapa sih? Kalau ada apa-apa kasih taku aku aja,aku bisa perbaikin kok.”
“Enggak kok,kamu enggak salah yang salah aku dan aku harusnya paham apa yang kamu mau sayang.”
Regina mengerutkan dahinya,sembari melihat pemandangan di jendela,enggak lama sampai juga di tempat yang di janjikan oleh Sam.
“Ini tempatnya turun ayo.”
“Hmm.”
Saat mereka berdua turun rasanya Sam ingin nangis,enggak tau ini hal yang baik apa buruk tapi melihat Regina bahagia adalah pilihanya.
__ADS_1