Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
13.Nempel terus kayak perangko.


__ADS_3

"Mama kenapa? ada yang mau mama ceritain sama aku ma?"


Regina merasa ada. yang disembunyikan oleh mamanya,Regina yang selesai makan langsung melihat ke arah mamanya.


"Ma,bicara dong,biar aku tau mama maunnya apa?"


Mama pegang tangan Regina,sambil melihat ke arah Regina yang khawatir kepada mamanya.


"Sayang,udah istirahat aja,mama tidak mau kamu sampak kepikiran mama."


Regina tetap kepikiran mamanya,walau mamanya tidak minta,Heri yang tiap malam selalu di depan rumah Regina.


Ingin mengecek keadaan Regina sebelum dia pulang kerumah,mamanya Heri bingung ada apa dengan anaknya.


"Sayang,hari ini kamu gimana? kerjaan lancar."


"Lancar kok ma,ada apa? emangnya ma."


"Sayang,mama perhatiin kamu jadi sering pulang malam? ada apa emang kerjaan di kantor sepadat itu ya."


Heri hanya diam dan tidak mau menjawab perkataan mamanya,sulit untuk menjawab kalau selama ini,dirinya pulang malam untuk menjaga cinta pertamanya.


"Iya,begitulah ma."


"Jangan sering-sering ya sayang,mama gak mau kalau kamu kecapean,oh ya tadi gimana sama Ella?"


"Hmm dia ganggu ma,aku gak sukan dan suruh dia jangan ke kantor lagi,bikin heboh satu kantor aja."


"Loh? kenapa sayang,kalau dia jadi istri kamu enggak boleh juga? kalau dia datangin kamu?"


Heri merasa lelah dengan mamanya yang terus, memaksa dirinya untuk menerima Ella sedagkan mamanya tau,kalau Heri tidak mencintai Ella.


.


.


"Heri."


Panggilan dari arah meja makan,Heri jalan menghampiri meja makan,sambil duduk.


"Ada apa pa?"


"Papa dengar dari mama kamu,kamu enggak suka sama Ella?"


Heri yang awalnya mau makan,langsung terhentikan dan pergi dari hadapan kedua orangtuanya.


"Itu anak kenapa sih! kok marah-marah,saya salah bicara emangnya?"


"Kamu tanyanya gitu sih, kan dia jadi kesal kemarin juga,aku tanya gitu dia marah pa."


Papa hanya mengeleng kepala dan bingung mau bicara apa dengan Heri.


Heri menunggu di sekolah Selly,sambil melihat ke arah jam tanganya,saat ada Regina. Heri mendekati Regina.


"Regina,ayo pergi bareng."

__ADS_1


"Maaf pak,saya tidak bisa dan saya tidak mau ada yang salah paham dengan hubungan kita,permisi pak."


Heri bingung dengan cara bicara Regina,akhirnya Heri menarik tangan Regina masuk ke dalam mobilnya,untuk berbicara empat mata.


"Kalau aku ada salah,kamu bisa bilang jangan menghindari aku kayak gini."


"Pak,saya tau bapak baik tapi saya gamau maanfaatin kebaikan bapak,dan bapak juga harus tau bapak udah ada tunangan,sebentar lagi akan menikah."


Heri yang mendengar itu langsung membanting setir mobilnya,sedangkan Regina hanya diam dan tidak mau banyak bicara.


"Kamu tau gak!"


"Tau apa pak? bapak aja belum bicara gimana saya mau tau."


Heri yang mendengar itu awalnya mau marah dan mungkin dia salah sasaran kalau ingin marah dengan Regina,sampai akhirnya dia mengalah kepada Regina.


.


.


"Regina."


"Iya pak."


"Keruangan saya."


"Baik pak."


Tok Tok Tok


"Masuk."


Saat masuk bukan orang yang di harpkan,melainkan tunangan tercintannya Ella,walau memang Heri tidak menyukai Ella.


"Kamu! ngapain ke sini?"


"Kasar banget sih sayang,tapi aku suka kok,kamu lagi apa sayang?"


"Enggak liat lagi ngapain,jelas banget loh,ini lagi kerja."


"Oh buat masa depan kita ya,kamu tenang aja enggak perlu kerja juga,papa dan mama aku bisa kasih kita uang kok."


Heri yang merasa di rendahkan membuatnya muak pada Ella,keluar dari ruangan Heri langsung menarik tangan Regina,Regina yang bingung ada apa.


"Pak,ada apa?"


"Udah,kamu ikut aja dan banyak nanya,paham!"


Regina hanya menganggukan kepalanya,seraya di hukum di sekolah,walau sebenarnya dirinya sendiri tidak paham,kenapa dia di marahin tiba-tiba.


.


.


"Taman? bapak ajak saya ke Taman? untuk apa pak?"

__ADS_1


"Iya,kadang di saat saya lagi merasa di kucilkan,saya suka ke sini."


"Bapak,di kucilkan bu Ella."


Heri merasa Regina berisik,lalu Heri menutup mulut Regina dengan tatapan tajamnya,yang membuat Regina merasa kalau Heri sangat tampan,di liat dari dekat.


"Ssh,kamu bisa diam enggak sih? saya lagi gamau dengar nama itu dan jangan membuat saya benci dengan nama itu."


Regina menganggukan kepalanya,Heri yang sedang menikmati suasana Taman,membuat Regina berpikir kadang pria seperti Heri mempunya sisi lembut juga ya.


Handphone Regina bunyi dari kepala sekolah Tiara,Regina bingung ada apa saat mengangkat telepon,kedua bola mata Regina membesar dan langsung bergegas pergi,Heri menemani Regina.


.


.


"Ibu,ada apa?"


"Ini Tiara berantam sama temanya kak,saya juga gak mengerti kenapa Tiara seperti itu."


Regina melihat ke arah Tiara yang kesal,setelah itu Regina menghela nafas sambil tersenyum kepada gurunya yang mencoba menenangkan keduanya.


"Iyaudah Ibu saya izin bicara sama adik saya ya."


"Baik kak."


Regina menghampiri Tiara sambil melihat ke arah Tiara,pegang kedua bahu Tiara dan  tersenyum melihat ke arah adiknya yang lagi butuh pembelaan.


"Sayang,hei kamu kenapa?"


"Dia ngeledek kakak,dia bilang kakak ambil pasangan orang."


"Hmm,sayang kamu tidak perlu dengarin,kamu percaya sama kakak kan."


"Percaya,aku enggak suka kak dan kakak sendiri juga percaya sama aku kan."


Regina tersenyum kepada adiknya,yang walau cuek di luar adiknya,tetap hangat di dalam dan memiliki rasa sayang yang besar serta tulus untuk Regina.


"Iya sayang,kakak percaya sama kamu."


Regina langsung mendekap tangan adiknya Tiara dengan erat,Heri yang melihat dari jauh semangkin yakin dengan perasaanya kepada Regina,ia merasa dirinya tidak salah memilih.


"Ibu,saya sudah mendengar perjelasan Tiara,saya percaya adik saya tidak seperti itu dan saya minta maaf atas kesalahan pahaman ini Ibu,saya janji Tiara tidak akan mengulangi hal yang sama."


Akhirnya kedua belah pihak,memilih untuk berdamai dan berjanji sambil menandatangani perjanjian yang ada di depan  muka mereka.


.


.


"Sayang,kakak balik kerja lagi ya."


"Iya kak,semangat kak,maaf ya aku udah ganggu kakak."


"Enggak sayang,tenang aja kakak gak merasa gitu kok,malah kakak senang tapi jangan di ulang lagi kejadian yang kayak gini ya sayang,kasian mama dan papa  kalau sampai tau,kakak cuman gamau mereka tau ok sayang,bye sayang."

__ADS_1


Regina pergi dari hadapan Tiara,saat naik mobil Heri,Heri hanya diam sambil melihat Regina dengan terpesona,Regina bingung ada apa.


__ADS_2