
“El,jangan gitu dong,malu tau di liat orang,emang lu mau gua malu?” Heri mencoba membujuk Ella,walau sebenarnya Ella masih marah dengan Heri,Heri yang tau dirinya salah akhirnya mengalah.
“Iyaudah,iya-iya aku minta maaf udah senang kan?”
Ella langsung mengecup bibir manis Heri,Heri mendorong Ella dengan pelan dengan mata melototnya,Regina yang melihat itu langsung keluar dari bilik belakang sembari,melayangkan tanganya di pipi pria kesayangnya.
“Jangan pernah ketemu lagi!”
Semua orang melihat perdebatan mereka,Heri sebagai pria merasa malu sontak keluar,mengejar Regina. Ella mencoba menahan Heri. Heri langsung menghempaskan tangan Ella dengan kasar dan tetap mengejar Regina.
“Re!” Heri sembari lari mengejar Regina,Regina yang tidak perduli terus lari hingga suara itu tidak terdengar lagi olehnya.
Regina menanggis dengan terisak-isak,sangking sakitnya hatinya di buat oleh suaminya sendiri orang yang ia sayang,rela menyakitinya seperti itu sampai di kantor,Regina keruangan bos.
“Re! Kamu kenapa baru sampai sekarang! Kamu kemana aja? Jangan suka buat saya khawatir ya Re!” bos yang panik melihat Regina belum sampai ke kantor,akhirnya meluapkan amarahnya di depan Regina.
Regina langsung pingsan di depan bos,bos sontak kaget langsung membawa Regina kerumah sakit terdekat untuk di periksa,apakah kondisi Regina tidak apa-apa dan baik-baik aja.
.
.
“Dok,gimana keadaan pasien?” Bos teramat khawatir sampai mondar-mandir di lorong rumah sakit.
“Pasien tidak apa-apa kok pak,bapak siapanya ya? Suaminya pak?” dokter merasa bingung dengan bos,mengapa bos segitu paniknya soal Regina,padahal bos bukan siapa-siapanya Regina.
“E-eh saya bosnya dok.”
“Oh bosnya,tapi perhatian ya jarangloh saya liat bos perhatian sama anak buahnya beruntung sih mbanya,punya bos kayak bapak,kalau gitu saya permisi ya pak.”
“Dok,tunggu.”
“Iya ada apa pak?”
“Pasien boleh di jenguk kan dok?”
Dokter tesenyum sembari menanggukan kepalanya,bos merasa senang dengan dokter yang baik dan,mau menjaga Regina sampai sembuh.
“Re,saya minta maaf ya,saya enggak tau kalau kamu lagi sakit,malah saya tadi marah-marahin kamu lagi,sekali lagi saya minta maaf ya Re,saya enggak ada maksud kamu boleh kok marah sama saya Re,saya juga enggak masalah tapi saya harap,kedepanya kalau kamu begini lagi bicara ya Re,jangan diam aja.”
Regina masih tidur dengan terlelah sampai-sampai mengorok,bos yang mendengar itu merasa dirinya seperti orang gila bicara sendiri,di depan orang yang sedang tidur.
Bos juga ikutan tidur melihat Regina yang sedang tidur,tidak lama Regina bangun dari tidurnya dan melihat ke arah bos serta kaget,dirinya ada dimana.
__ADS_1
“Bos,bangun bos.”
Bos terbangun sembari meregangkan badanya dan melihat ke arah Regina,bos sontak mendekap Regina dengan erat. Regina yang merasa di sayang bos membuat dirinya nyaman merasa,ingin terus di dalam dekapan bos.
“Kamu kenapa begini? Kamu lapar enggak? Mau makan apa?”
“Saya lapar bos,tapi saya enggak apa-apa.”
“Hmm,yaudah kalau gitu kamu mau makan apa? Biar saya beliin.”
Regina yang melihat bos perhatian kepadanya,membuatnya luluh akan bosnya sendiri,bosnya langsung megang dahi Regina untuk mengecek keadaan Regina seperti apa.
Regina hanya diam dan tidak bisa melawan sama sekali,bos langsung mendekap Regina dengan lembut,Regina yang di dekap bos juga merasa senang karena ada bos di sisinya.
“Kamu,kalau ada apa-apa kasih tau saya ya,jangan suka bikin saya panik.”
Regina tersenyum,mendengar perkataan bos,setelah itu selesai dari rumah sakit,bos mengajak Regina makan di kafe langganan bos biasa makan,kalau ada rapat dan juga mau sendiri.
“Pesan apa aja yang mau kamu makan,tenang aja saya yang bayar,kalau karyawan saya sakit,nanti saya juga yang repot.”
Regina yang mendengar itu seraya dirinya adalah pacar bosnya bukan karyawanya,wanita mana yang gak baper di perlakukan seperti itu,kayaknya semua wanita akan baper si.
“Re,kenapa? Ayo pesan,saya juga udah lapar tau.”
Selesai pesan handphone Regina berdering dari Heri,Regina merasa muak dengan Heri. Lantas telepon Heri tidak di hiraukan oleh Regina.
“Re.”
“Iya pak.”
“Kamu,kenapa sih? Udah ada pacar ya?”
Regina hanya tersenyum tidak nyaman,saat bos berkata demikian,untuk mencairkan suasana Regina kebanyakan diam,karena tidak mau terlalu gimana-gimana,takut rahasianya terbongkar.
“Akhirnya makananya datang Re,ayo makan Re. Janga sampai sakit lagi ya Re,awas aja kamu kalau sakit lagi.”
Regina merasa terkadang di dekat bosnya,lebih nyaman di banding dengan suami sendiri,padahal jelas-jelas Heri udah bilang kalau dirinya tidak suka Ella. Mengapa dirinya mau di kecup oleh Ella,bikin darah tinggi aja.
“Re,bisa gak? Sini aku suapin.”
Disaat Regina melamun,bos mengambil alih,untuk menyuapin dirinya makan,Regina yang di suapin merasa kaget. Sontak melihat ke arah bos dengan diam.
“Kenapa? Kamu enggak suka ya? Di suapin? Maaf ya. Lain kali saya enggak aka-”
__ADS_1
“Enggak! Saya suka kok di suapin bos,makasih bos.”
Bos tersenyum mendengar semua itu,setelah mereka melanjutkan makan,akhirnya selesai juga setelah selesai bos mengambil kotoran yang ada di rambut Regina.
“M-maaf Re,ada kotoran jadi aku ambil maaf ya,sikap aku buat kamu enggak nyaman ya,maaf ya Re enggak akan aku ulang kok.”
“Enggak kok pak,tenang aja saya enggak masalah juga,malah saya terimakasih dengan bapak,karena bapak mau bantu buangin kotoran di rambut saya.”
Bos tersenyum,sembari menghelus kepala Regina,Regina yang merasa di sayang dengan bos,sontak mendekap bos dengan erat sembari bos kaget melihat tingkah Regina.
“Re,kamu kenapa?”
“Enggak bos,saya pinjam bos ya 10 menit.”
Bos membalas dekapan Regina,agar Regina merasa kehangatan dari bos,setelah selesai akhirnya Regina mencoba lepas. Tapi bos tetap mendekapnya Regina merasa nyaman dan semuanya pun balik ke dekapan masing-masing.
.
.
“Re.”
“Bos.”
“Iya.”
“Nanti saya bakal kirim filenya ke email bos.”
Bos hanya tersenyum melihat tingkah lucu Regina,yang kadang membuatnya tidak habis pikir dan merasa aneh walau Regina memang cewe yang tertutup,terkadang ada sisi lucu yang tidak bisa di jelaskan.
.
.
“Akirnya selesai juga,tinggal pulang deh.”
Bos mengetuk ruangan Regina,Regina melihat ke arah ketukan pintu dan tersenyum,sembari jalan ke arah pintu untuk membuka pintu.
“Iya bos,ada apa?”
“Pulang bareng ayo?”
“Hmm,saya mau sih bos tapi saya takut ada rumor enggak enak lagi tentang kita,saya enggak mau kalau bos sampai di bicarakan orang,apalagi gara-gara saya.”
__ADS_1
Bos hanya tertawa melihat Regina begitu peduli kepadanya,Regina bingung ada apa dan mengapa bos ketawa,setelah itu bos menghelus kepala Regina.