Andai Aku Lebih Dulu

Andai Aku Lebih Dulu
29.Kamu berubah


__ADS_3

“Maaf bos,saya enggak sengaja.”Regina spontan pegang kedua wajah bos,bos hanya tersenyum melihat Regina perhatian kepadanya.


“Saya senang deh,kalau kamu perhatian sama saya.”


Regina pelan-pelan meninggalkan jejak tanganya,dari wajah pria ganteng yang merupakan bosnya. Bos langsung merapikan rambut Regina,Regina hanya bisa diam tanpa menolak.


“Bos.”


“Iya Re.”


“Bos,ke sini ada apa sih? Dari tadi orang-orang liatin kita tau.”


Bos merasa kalau Regina lucu,dan rasanya ingin di bungkus bawa pulang kerumah,tapi kan enggak mungkin kalau belum di setujui kedua orangtuanya mana bisa,bos melakukan itu.


“Enggak,saya rindu aja sama kamu,emang saya enggak boleh rindu sama kamu.”


Regina yang mendengar itu sontak kaget dan langsung merasa senang dalam hati,walau sebenarnya dirinya tidak boleh ada perasaan seperti itu kepada bosnya,walau bagaimanapun bosnya tetap atasan tidak akan bisa menjadi pendamping hidup. Regina juga sudah memilikinya walau pura-pura.


“Iyaudah kalau saya enggak boleh rindu kamu,saya balik keruangan saya,bye Regina.”


Regina merasa kalau dirinya terlalu polos dan lemot,sehingga meninggalkan kesempatan yang ada,walau dirinya hanya bisa menyesal sudah tidak ada lagi yang bisa dia perbuat,semua sudah sirna.


“Bos,tunggu.”


Bos merasa senang dan senyum,saat membalik badan bos balik datar seperti kulkas 4 pintu kepada Regina,walau dalam hatinya senang seraya ingin jingkrak-jingkrak.


“Apa,Re?”


Regina menghampiri bosnya,sembari melihat ke arah bosnya dengan takut,Bosnya merasa Regina teramat manis dan membuatnya ingin menikahinya segera.


“Bos.”


“Iya.”


“Saya mau balik kerja,bos boleh pergi makasih sudah rindu sama saya,saya akan kerja dengan baik kok bos,makasih sudah memberi saya kesempatan kerja di tempat bos ya.”


Bos hanya merasa kalau dirinya terlalu harap lebih,setelah itu bos senyum dan menghelus kepala Regina. Regina yang merasa di sayang kepada bosnya,semangkin semangat untuk kerja.


.


.


Regina meregangkan badanya,setelah selesai bos menunggunya di ruang tamunya,setelah itu Regina menghampiri bos,dengan bingung sembari membangunkan bos yang sedang tidur.

__ADS_1


“Bos,bangun bos.”


Bos tersadar setelah mendengar suara Regina,sontak mendekap Regina dengan erat. Regina bingung ada apa dan langsung melihat ke arah bos,yang bercucur keringat.


“Bos,kenapa? Saya ada di sini kok.”


“Enggak,tadi saya mimpi kamu di culik orang,sa-saya coba untuk kejar kamu ta-”


Regina sontak mendekap bos dengan erat,agar bos tidak mengalami mimpi buruk lagi,seperi tadi. Setelah udah enakan bos melihat ke arah Regina sembari menghelus wajah mungil Regina.


“Re,kamu jangan pernah tinggalin saya ya,pokoknya enggak boleh.”


“Iya bos.”


“Janji.” bos mengeluarkan jari kelingking yang buat Regina tersenyum,Regina menyetujui jari kelingking tersebut dan berjanji kepada bos.


Sampai di apartemen Regina,bos ingin masuk tapi Regina bilang dirinya sudah lelah dan butuh istirahat yang cukup,bos mencoba memahami Regina walau sebenarnya mungkin ada rahasia di balik itu semua.


“Makasih ya bos,udah antar saya,saya masuk dulu ke dalam,makasih sekali lagi bos.”


“Iya,bye mimpi indah ya.”


Regina masuk ke dalam,Heri yang tengah tidur di sofa tanpa balutan selimut apapun,Regina selayaknya istri langsung membuang tas dan mengambil selimut untuk Heri. Heri mengingau.


“Apa Her.”Regina langsung mendekatkan dirinya pada Heri,Heri mengeluarkan air mata,walau sebenarnya dirinya tidak tau harus bagaimana.”


“Kamu pernah sayang aku enggak sih?”


Regina yang mendengar itu sontak langsung kaget,apa selama ini Regina tidak peduli lagi kepada Heri dan lebih mementingkan diri sendiri di banding mengurus Heri,sebagai suami pura-puranya.


“Enggak kok Her,aku sayang kamu.”


“Bohong! Kamu udah pacaran kan sama cowo itu!”


Regina menanggis mendengar ucapan Heri,Regina sebagai wanita merasa tidak di percaya,membuatnya sakit hati dan merasa kalau dirinya memang,tidak pernah ada di hati Heri.


Di saat Regina ingin pergi,Heri menarik tangan Regina mendekap Regina dengan erat,Regina hanya diam sampai pagi mereka berdua dekapan dengan erat. Ketika Heri bangun,dirinya kaget ada Regina. Sontak Regina juga bangun.


“Pagi Heri.”


“Pagi Re.”


Regina langsung bangun dan meregangkan badanya,Heri ingin menanyai Regina apa yang terjadi semalam,kenapa tiba-tiba pagi ini mereka bisa berduaan di sofa,apa Heri sudah melakukan hal yang membuat Regina marah.

__ADS_1


“Re,aku mau nanya boleh?”


“Boleh,kamu mau nanya apa?”


“Kemarin kita ngapain,sampai kamu ada di sebelah aku?”


Regina hanya diam dan tidak mau menjawab,Heri semangkin merasa kalau dirinya sudah berlaku yang membuat Regina marah,makanya Regina enggak mau jawab.


“Re,maaf.”


Regina bingung kenapa Heri meminta maaf kepadanya,sembari memasak dan melirik Heri sesekali,tanpa Heri sadari kalau ingat kejadian kemarin,itu mungkin hal membahgiakan untuk Regina tapi tidak untuk Heri.


“Kayaknya gua semalam melakukan hal yang buat lu enggak senang ya,maaf ya gua janji enggak bakal gitu lagi.”


Regina selesai masak,langsung menghampiri Heri pegang kedua wajah Heri,Heri melihat Regina dengan jantung berdebar-debar.


“Emangnya,lu tau salah lu apa? Kenapa lu minta maaf? Kalau enggak tau salah apa enggak usah minta maaf. Minta maaf itu bukan kalimat yang mudah paham enggak?”


Heri yang mendengar itu sontak diam tidak bisa menjawab apa-apa,sembari makan di meja makan bersama Regina,Heri terus makan tanpa melihat ke arah Regina.


“Her.”


“I-iya Re.”


Regina melihat dengan memicingkan matanya,Heri langsung merasa takut dan bingung ingin melakukan apalgi,setelah itu akhirnya Regina tidak jadi bicara dan tetap lanjut makan,tanpa berbasa-basi dengan Heri.


.


.


Heri menghela nafas saat Regina pergi dan merasa kalau dirinya sudah tidak bisa memendung perasaan ini terlalu lama,semangkin Regina menjauh semangkin Heri tidak ada harapan untuk dirinya.


“Pagi Regina.”bos melihat ke arah Regina,yang masih melamun karena peristiwa tadi pagi yang sontak,membuat Regina terdiam dan tidak mood berbicara.


“Regina..Regina..Regina.”bos memanggil Regina berkali-kali sampai Regina kaget melihat ke arah bos,hampir jatuh.


Di tangkap bos,agar Regina tidak jatuh dan cedera,Regina sontak diam dan bos langsung membantu Regina.


“Kamu ini ya Re,masih pagi udah melamun aja,melamunin apa sih kamu? Kamu itu niat kerja enggak sih? Bos panggil duluan gimana ceritanya coba?”


Regina merasa tidak enak kepada bos,bos hanya tertawa kalau sudah menjahili Regina,Regina merasa tidak enak kepada bos,langsung bergegas keluar dari lift,dan masuk keruanganya.


Bos melihat Regina dari arah luar dan bingung ada apa dengan Regina,apa Regina ada masalah ingin menanya tapi bukan siapa-siapa,kalau urusan pribadi kan bos tidak bisa membantu.

__ADS_1


__ADS_2